PELIHARALAH CARA BERPIKIR POSITIF


Kolose 3:1-17

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. (Filipi 2:5)

Kita harus terus menerus memilih untuk menetapkan pikiran kita pada hal-hal yang lebih tinggi. Alkitab berkata, ”Pikirkanlah perkara-perkara di atas” (Kolose 3:2). Perhatikanlah lagi di sini sesuatu yang harus kita lakukan – kita harus terus menerus memilih, permulaan sampai akhir suatu hari, dua puluh empat jam sehari, untuk menjaga pikiran kita pada hal-hal yang lebih tinggi. Apakah hal-hal dari atas, hal-hal yang lebih tinggi itu? Itu secara sederhana berarti hal-hal positif dari Tuhan. Rasul Paulus memberikan suatu daftar luar biasa yang olehnya kita dapat menilai pikiran-pikiran kita: ”Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (Filipi 4:8).

Belajarlah untuk melihat hal yang terbaik dalam setiap keadaan. Tidak peduli apa yang sedang Anda lalui, jika Anda mencari untuk tekun dan menjaga sikap yang tepat, Anda dapat menemukan sesuatu yang baik tentang pengalaman itu. Jika Anda diberhentikan dari pekerjaan, Anda dapat memilih untuk bersikap negatif, pahit hati, dan mempersalahkan Tuhan. Atau, Anda dapat berkata, ”Tuhan aku tahu Engkau mengendalikan kehidupanku, dan saat satu pintu tertutup, Engkau selalu membuka pintu yang lebih besar dan lebih baik. Jadi, Bapa, aku menunggu untuk melihat apa yang sedang Engkau simpan bagiku.”

Saat Anda terjebak dalam kemacetan, Anda dapat memilih untuk marah dan frustasi, atau Anda dapat memilih untuk berkata, ”Bapa, Engkau berkata bahwa segala sesuatu bekerja sama untuk kebaikan orang-orang yang mengasihi Tuhan. Jadi, aku bersyukur kepada-Mu karena telah menuntunku, melindungiku dan menjagaku dalam kehendak-Mu yang sempurna.”

Anda harus membuat suatu pilihan untuk menjaga pikiran Anda terpusat pada hal-hal yang lebih baik. Itu tidak akan terjadi dengan sendirinya. Anda harus bertekad dan berusaha jika Anda mau menjaga pikiran Anda tertuju pada hal-hal baik dari Tuhan dan mengalami yang terbaik daripada-Nya.

Kita harus secara khusus berjaga-jaga selama masa-masa kesukaran, dalam masa-masa tantangan pribadi. Saat masalah-masalah menyerang, sering kali pikiran-pikiran pertama yang muncul di kepala kita bukan pikiran-pikiran yang lebih tinggi; semuanya bukan pikiran yang positif. Pikiran-pikiran negatif membombardir kita dari setiap sudut. Tepat di sana, kita harus memilih untuk mempercayai Tuhan atas hal-hal baik dan tidak mengijinkan diri sendiri dijatuhkan dan dibuat putus asa atau menyerah.

Pikiran kita sama dengan transmisi dalam sebuah mobil. Kita dapat memilih jalan mana yang kita akan jalani dengan menjalankan perseneling. Tidak dibutuhkan lebih banyak usaha untuk berjalan maju dibanding berjalan mundur. Itu semua adalah proses mengambil keputusan. Demikian juga, kita bertekad, oleh pilihan kita sendiri, arah mana dalam kehidupan  yang akan kita tuju. Jika Anda memilih untuk tetap memusatkan perhatian pada hal positif dan menjaga pikiran Anda tertuju pada hal-hal baik dari Tuhan, semua kekuatan kegelapan tidak akan sanggup mencegah Anda maju dan mengenapi tujuan hidup Anda. Tetapi jika Anda membuat kesalahan dengan tinggal dalam hal negatif, memusatkan perhatian pada masalah-masalah dan kemustahilan, itu sama dengan menarik perseneling sebaliknya dan memundurkan diri dari kemenangan yang Tuhan sediakan bagi Anda. Anda harus memutuskan jalan mana yang akan Anda tuju.

Para psikolog yakin bahwa kehidupan kita bergerak ke arah pikiran-pikiran kita yang paling dominan. Sepanjang hari ini, tenggelamkanlah pikiran-pikiran Anda dalam pikiran-pikiran sukacita, damai sejahtera, kemenangan, kelimpahan dan berkat-berkat, dan Anda akan menarik semua itu ke arah Anda pada saat yang sama. Itulah kepribadian magnetis!