Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri (Yakobus 1:22)
Kitab Yakobus membedakan ada dua jenis manusia dalam kaitan dengan firman Tuhan, yang pertama adalah pendengar firman Tuhan dan yang kedua adalah pelaku firman. Dua golongan ini sangat berbeda satu sama lain, dijelaskan bahwa orang yang hanya mendengar firman Tuhan, seumpama mengamati wajahnya (muka) di depan cermin, namun dalam waktu yang relatif singkat ia sudah menjadi lupa, selain itu juga ditambahkan bahwa orang yang hanya menjadi pendengar saja, ia menipu diri sendiri. Artinya jika kita hanya menjadi pendengar saja, maka tidak ada manfaat yang lebih dari hal itu, juga tidak akan membawa kita kepada kehidupan yang lebih baik.
Pendengar firman Tuhan hanya akan “mendengar” tanpa merespons untuk menjadi pelaku firman. Dalam tataran lain jikalau kita hanya menjadi pendengar saja, maka tidak akan mungkin mengalami perubahan, pada hal kita sangat mengerti bawa firman Tuhan berkuasa untuk mengubahkan kehidupan kita, secara khusus akan membawa kita kepada kehidupan yang lebih meningkat. Karena itu lah sangat diperlukan bukan hanya pendengar melainkan pelaku firman.
Orang-orang percaya yang sudah menjaid pelaku Firman Tuhan, maka pada dasarnya mereka telah melalui tahapan, melakukan firman Tuhan, mengerti firman Tuhan, memahami firman Tuhan, merespoons firman Tuhan dan melakukannya. Tahapan ini membuat kita semua akan menjadi pribadi yang “tunduk dan taat pada firman Tuhan”.
Menjadi pelaku firman Tuhan membawa keuntungan bagi kehidupan kita. Keuntungan itu antara lain:
pertama kita berada dijalan yang benar (Maz.1:1-3). Para pelaku firman Tuhan adalah mereka yang hidup di jalan yang benar, melakukan kehendak Tuhan, mengerjakan perintah Tuhan dan menghidupinya. Jika pola ini dijalankan alias dikerjakan, maka kehidupan kita niscaya selalu pada “jalur” yang benar. Tidak akan pernah bertabrakan dengan sendi-sendi kehidupan yang lain.
Kedua, hidup pasti berhasil (Mazmur 1:2-3). Pemazmur memberikan catatan bahwa orang yang kesukaannya merenungkan taurat Tuhan siang dan malam, maka hidupnya seperti pohohn yang ditanam di tepi aliran air, daunya tetap hijau dan tidak layu, dan apa saja yang diperbuatnya pasti berhasil. Keberhasilan adalah buah dari kehidupan yang benar di dalam firman Tuhan. Keberhasilan bukan semata-mata karena kita bekerja lebih giat, atau bekerja lebih banyak dari siapapun, bahkan juga bukan karena kepintaran semata, alias juga lebih berpendidikan dari yang lain, melainkan karena menjadi pelaku kebenaran firman Tuhan.
Ketiga, kita memiliki kehidupan yang berkualitas (2 Tim 3:16). Kualitas kehidupan ditentukan ajaran apa yang kita terima, dan siapa yang mengajarkan. Dalam suratnya kepada Timotius, maka jelas bahwa Paulus menjelaskan bahwa firman Tuhan bermanfaat mengajar, memperbaiki kesalahan, dan mengajar orang dalam kebenaran.
Tiga unsur ini jika ada dalam kehidupan kita, niscaya akan membawa kita kepada kehidupan yang berkualitas. Hidup tidak sama dengan mereka yang biasa-biasa saja, tidak memiliki arah dan tuntunan hidup, juga tidak memiliki tujuan hidup. Keempat, hidup mengalam perubahan. Perubahan menjadi tema yang sangat sentral bagi kita di hari-hari ini, tanpa perubahan kita tidak akan memiliki apa-apa, juga tidak akan mempunyai peningkatan apa-apa, baik dalam hal batiniah, rohani, pun dengan pencapaian hidup lainnya.
Firman Tuhan sanggup mengubah kehidupan kita, mana kala kita merespons dan melakukan firman itu. Karena itu ketika kita menjadi pelaku firman, pastilah perubahan hidup terjadi.
Pelaku firman, dalam terjemahan teks Yunani dipakai kata “poitetes” dijelaskan seperti seorang yang membacakan puisi, penuh penghayatan, mendalami, mengerti dan melakukan. Firman harus mendarah daging dalam kehidupan kita, maksudnya bahwa firman harus teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan catatan ini maka kita bukanlah hanya “pendengar firman” melainkan “pelaku firman Tuhan”.
Jika kita menjadi pelaku firman Tuhan, maka ketahuilah ada peluang besar bagi kehidupan kita untuk meraih berkat-berkat Tuhan, sebab jaminan Allah bagi mereka yang hidup dalam firman Tuhan adalah hidupnya naik bukan turun, maju bukan mundur, diberkati bukan dikutuk, mengalami kelimpahan bukan kekurangan, semakin dipercaya dalam banyak hal.
Melakukan firman Tuhan, tentunya bukan dikerjakan hanya dengan kekuatan manusia belaka, melainkan dengan pertolongan kuasa Roh Kudus. Sebab itu dalam menghidupi firman Tuhan dari hari ke sehari, yang harus kita pahami dan utamakan adalah berdoa dan minta pertolongan Roh Kudus, maka Ia akan memberikan kemampuan yang memadai untuk melakukan firman Tuhan. Tuhan Yesus Memberkati (Purim_M)