HIDUP DI DUNIA ADALAH PERSIAPAN MEWARISI KERAJAAN ALLAH


Kenyamanan hidup akan membutakan mata hati terhadap Kerajaan Sorga. Bagi umat pilihan yang sedang diproses Tuhan, kadang jalan hidupnya diijinkan oleh Tuhan tidak mulus. Di tengah situasi tersebut, hendaknya mengembangkan gairah merindukan Kerajaan-Nya agar bisa searah dengan Tuhan yang membawa ke dalam Kerajaan-Nya. Sehingga bisa berjalan dengan Tuhan. Harus dengan kerja keras menghadapi semua permasalahan hidup dengan keyakinan bahwa Tuhan selalu mendampingi anak-anak-Nya. Orang percaya harus belajar tidak mencari kemudahan. Bagi pendeta, hendaknya tidak menawarkan kemudahan. Kalau dalam kesulitan keuangan, harus tetap kerja keras melihat semua peluang, bagi yang sakit berjuang mengubah pola makan dan pola hidup. Hendaknya orang percaya tidak memandang Tuhan “kejam” memberikan kesulitan hidup atau membiarkan anak-anak-Nya dalam kesulitan.
Harus selalu diingat bahwa hidup di bumi ini adalah padang gurun persiapan mewarisi Kerajaan Allah. Bagi yang tidak memiliki masalah, dimana semuanya serba mulus dan lancar, situasi itu hendaknya tidak menjadi jebakan yang membinasakan. Keadaan yang baik merupakan kepercayaan dari Tuhan agar ikut serta dalam menyelamatkan jiwa-jiwa atau mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan. Keadaan yang mulus dalam hidup harus menjadi potensi untuk mengawal pekerjaan-Nya.

Sudah saatnya, kalau berurusan dengan Tuhan harus karena masalah-masalah kekekalan. Masalah kekekalan menyangkut hal-hal ini: Pertama, orang percaya membutuhkan Firman kebenaran. Untuk ini harus mencari terus kebenaran Firman Tuhan. Kedua, perubahan diri yang diusahakan dengan segenap hati, jiwa dan akal budi untuk hidup tidak bercacat dan tidak bercela. Perubahan diri yang diusahakan adalah bentuk cinta kasih kepada Tuhan, sebagai respon terhadap kehendak-Nya agar mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan akal budi. Bila perubahan nyata terjadi, maka itu lebih dari memberi diri menjadi pendeta, aktifis atau memberi uang kolekte atau persepuluhan. Ketiga, pengalaman pribadi dimana orang percaya benar-benar mengalami Tuhan secara riil. Hal ini tidak bisa dilakukan tanpa karakter yang benar dan kesucian hidup. Inilah yang dimaksud oleh Tuhan Yesus agar orang percaya bekerja bukan untuk roti yang dapat binasa tetapi roti yang tidak dapat binasa (Yoh. 6:26-29). Bekerja di sini adalah percaya, yang maksudnya adalah menyerahkan diri kepada apa yang dikehendaki oleh Allah. Kehendak Allah terangkum pada tiga hal tersebut (mengerti kebenaran Firman, karakter yang diubah terus dan pengalaman pribadi dengan Tuhan). Percaya seperti inilah yang menyelamatkan.

Harus selalu diingat bahwa hidup di bumi ini adalah padang gurun persiapan mewarisi Kerajaan Allah. (Truth)