Orang kedua, adalah mereka yang berpikir dan berperasaan bahwa tidak mungkin sama sekali seseorang bisa menjadi berkenan kepada Tuhan. Orang ke dua ini pasti sama sekali tidak berusaha untuk berkenan, mereka hanya mau bermoral baik. Tujuannya berbuat baik pun hanya agar tidak mengalami kesulitan hidup di dunia dan tidak masuk neraka. Pada hal anak-anak Tuhan dirancang untuk menjadi sempurna seperti Bapa, berperilaku seperti Tuhan Yesus sehingga berhasil menjadi corpus delicti.
Seseorang yang sungguh-sungguh serius dengan Tuhan akan merasakan betapa sulit dan beratnya mengikut Tuhan Yesus. Bahkan sampai pada perasaan atau pemikiran seakan-akan mustahil menjadi pengikut Tuhan Yesus yang memenuhi harapan Bapa di Sorga. Tetapi tetap percaya dan optimis bahwa Tuhan tidak memberi perintah yang tidak bisa dilakukan. Itulah sebabnya ia akan mengutamakan hal menjadi anak Tuhan yang benar dan mengusahakannya lebih dari mengusahakan apa pun. Pergumulan seperti ini hanya dialami oleh orang-orang yang sungguh-sungguh sangat serius dengan Tuhan.
Dalam kesaksiannya Paulus memberi pernyataan: Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus (Flp. 3:12). Kata kalau-kalau (Yun. Ei kai εἰ καὶ) mengisyaratkan bahwa hal mencapai kesempurnaan atau perkenanan di hadapan Tuhan bukan sesuatu yang mudah dicapai. Paulus memberi ruang kemungkinan tidak bisa dicapai. Hal ini menunjukkan tidak mudahnya perjuangan mencapai level itu. Menunjukkan perjuangannya ini Paulus juga menyatakan dalam 2 Korintus 5:9, bahwa ia berusaha berkenan baik diam dalam tubuh maupun di luarnya. Kata berusaha dalam teks ini adalah philotimeomai (φιλοτιμέομαι). Yang juga berarti from a love of honour to strive to bring something to pass, to be ambitious, to strive earnestly (dari cinta akan suatu kehormatan berusaha membawa sesuatu untuk bisa lulus atau menyelesaikan, menjadi ambisius, untuk berusaha dengan sungguh-sungguh).
Seseorang yang sungguh-sungguh serius dengan Tuhan akan merasakan betapa sulit dan beratnya mengikut Tuhan Yesus. (Truth)