Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Menyenangkan Semua Orang

Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.
Markus 15 : 15

Hukuman SALIB

 


"Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya." (Yesaya 53:10)

Kehadiran Dalam Beribadah

 


"Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatanNya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia." (2Taw.16:9)

Tidak sedikit pengikut Yesus yang menganggap bahwa beribadah ke gereja di hari Minggu bukanlah keharusan.

TUHAN AKAN MEMELIHARA ANDA


(Lukas 7:27-49)

Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. (Amsal 11:24)

Saat Anda memusatkan kehidupan Anda di sekitar diri sendiri, Anda tidak hanya kehilangan yang terbaik dari Tuhan, Anda juga merampas sukacita dan berkat-berkat orang lain yang Tuhan ingin berikan kepada mereka melalui Anda. Firman Tuhan mengatakan, “Kita seharusnya mendorong satu sama lain setiap hari” (lihat Ibrani 3:13). Memang mudah untuk mengkritik dan menghakimi, menunjuk kesalahan-kesalahan dan kegagalan-kegagalan semua orang. Tetapi Tuhan ingin kita untuk membangun orang lain, menjadi suatu berkat, mengucapkan kata-kata iman dan kemenangan ke dalam kehidupan mereka.

Tidak dibutuhkan biaya berapa pun atau memakan waktu yang lama untuk memberikan pujian kepada seseorang. Berapa harga untuk memberitahukan istri Anda, ”aku mencintaimu. Kamu hebat. Aku senang kamu adalah milikku?” Berapa lama diperlukan untuk memberitahukan pegawai Anda, ”Anda sedang melakukan tugas dengan baik. Saya menghargai kerja keras Anda”?

Banyak orang memikirkan pikiran-pikiran baik itu, tetapi gagal untuk mengucapkannya. Tidak cukup untuk memikirkan pujian-pujian yang ramah; kita perlu mengungkapkannya. Seperti pepatah lama mengatakan ”Kasih bukanlah kasih sebelum Anda memberikannya.” Jangan menjalani kehidupan sebagai seorang yang selalu diberi; jadilah seorang pemberi.

”Tetapi aku mempunyai banyak masalah dan begitu banyak kebutuhan sendiri....”
Ya, tetapi jika Anda mengalihkan pikiran Anda dari masalah-masalah Anda dan mulai menolong orang lain Anda tidak perlu khawatir tentang kebutuhan-kebutuhan Anda. Tuhan akan mengurus semua itu bagi Anda. Sesuatu yang adikodrati terjadi saat kita mengalihkan mata kita dari diri sendiri dan menujukannya pada kebutuhan-kebutuhan orang-orang di sekitar Anda.

Perjanjian Lama mengajarkan, ”Saat engkau memberi makan kepada orang lapar, saat engkau memakaikan pakaian pada orang yang telanjang, saat engkau mendorong semangat orang yang tertindas, kehidupanmu akan muncul seperti siang. Kemudian kesembuhanmu akan segera datang” (lihat Yesaya 58:7-8). Dengan kata lain, saat Anda menjangkau orang-orang yang menderita, itulah saat Tuhan akan memastikan kebutuhan-kebutuhan Anda tersedia. Saat Anda memusatkan perhatian untuk menjadi suatu berkat, Tuhan memastikan bahwa Anda selalu diberkati dengan berlimpah.

Saat ibu saya didiagnosa menderita kanker stadium akhir pada tahun 1981, ia dapat dengan mudah pulang ke rumah dan tenggelam dalam depresi yang dalam. Tetapi ibu tidak melakukan itu. Ia tidak memusatkan perhatian pada dirinya sendiri, dan ia menolak untuk terus menerus tinggal dengan penyakit itu. Dalam masa kebutuhannya yang terbesar, ia pergi ke gereja dan berdoa untuk orang lain yang sakit atau membutuhkan. Ia menabur benih-benih kesembuhan. Dan tepat seperti yang dikatakan firman Tuhan, sementara ia mulai menolong orang lain yang membutuhkan, terangnya muncul seperti siang, dan kesembuhannya sendiri datang.

Saya yakin bahwa banyak orang akan menerima mukjizat yang telah mereka doakan jika mereka mau mengalihkan perhatian mereka dari diri sendiri menjauh dari kebutuhan-kebutuhan dan masala-masalah mereka sendiri, dan mulai memusatkan perhatian pada menjadi berkat bagi orang lain. Terlalu sering kita menghabiskan sebagian besar waktu kita dengan berusaha untuk diberkati. ”Tuhan, apakah yang dapat Kau lakukan bagiku? Tuhan, inilah daftar doaku. Dapatkah aku memperolehnya Selasa depan?”

Kita perlu mencari kesempatan-kesempatan untuk membagikan kasih Tuhan, karunia-karunia-Nya, dan kebaikan-Nya dengan orang lain. Sebenarnya, semakin sering Anda menolong orang lain, semakin sering Tuhan memastikan bahwa Anda akan ditolong.
Anda dapat melakukan ini dengan berbagai cara praktis. Jika Anda mempunyai barang-barang tertentu tergeletak di sekitar rumah Anda atau dalam tempat penyimpanan yang tidak akan pernah Anda pakai lagi, mengapa tidak memberikan beberapa di antara barang-barang itu kepada seseorang yang dapat menggunakannya? Barang-barang itu tidak berguna bagi Anda jiika ditumpuk di ruang atap, ruang bawah tanah, atau garasi Anda. Jika itu tidak berguna, ubahlah menjadi benih!

Pikiran kita dapat membuat semua jenis alasan saat Tuhan mulai membuka cengkeraman jari-jari kita yang lengket. Sifat alami manusia ingin berpegang pada segala sesuatu. Tetapi Anda mungkin memiliki beberapa pakaian yang Anda tidak pernah pakai lagi selama bertahun-tahun; peralatan masak yang masih dipak dalam kotak-kotak dari kepindahan terakhir Anda, buku-buku, tempat tidur dan pakaian bayi anak-anak Anda, dan segala macam barang-barang lain yang Anda tidak pernah gunakan lagi selama bertahun-tahun! Sebagian besar ahli berkata, ”Jika Anda tidak pernah lagi menggunakan sebuah barang selama setahun terakhir ini, berikanlah itu kepada orang lain!” Jika itu tidak berguna, ubahlah itu menjadi suatu benih. Ingatlah, kita akan menuai apa yang kita tabur. Jika Anda melakukan kebaikan kepada orang lain, itulah saat tuhan akan memastikan bahwa berkat-berkat-Nya yang berkelimpahan merebut Anda.

Jika Anda ingin menjalani sebuah kehidupan terbaik Anda sekarang, Anda harus mengembangkan suatu gaya hidup memberi: hiduplah untuk memberi, bukan hidup untuk meminta. Milikilah suatu sikap yang mengatakan, Siapakah yang dapat kuberkati hari ini? Dari pada bagaimana aku dapat diberkati hari ini?

JANGAN PERGI KE SANA

2Korintus 5:6-21

Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu. (Yohanes 8:32)

Saat kita terus menerus menghidupkan kembali kenangan-kenangan menyakitkan dari masa lalu, kita mengabaikan keinginan Tuhan mendatangkan kesembuhan. Tepat saat kita sembuh, kita mulai berbicara tentang pengalaman menyakitkan itu. Kita memunculkannya di depan sahabat-sahabat kita. Kita mulai menghidupkannya kembali dalam khayalan-khayalan kita. Tiba-tiba, kita dapat merasakan emosi-emosi yang sama itu sekali lagi, seolah-olah kita sedang merobek-robek luka lama. Saat Anda tinggal dalam pengalaman masa lalu yang menyakitkan, emosi-emosi Anda kembali ke sana bersama Anda, dan Anda merasakan rasa sakit itu pada masa kini. Anda dapat menghidupkan kembali sesuatu dalam pikiran Anda dan merasakannya hari ini sejelas saat pengalaman itu terjadi dua puluh tahun yang lalu.

Saya memiliki sebuah kisah tentang suatu pengalaman yang saya alami beberapa tahun setelah ayah saya meninggal tahun 1999. Saya ada di rumah orang tua saya, dan saya sendirian dalam rumah. Saya sudah lama tidak pernah pergi ke sana lagi, dan sedang berjalan ke ruang kerja, tanpa alasan yang jelas saya mulai berpikir tentang malam ayah saya meninggal. Ayah mengalami serangan jantung tepat di sana, dalam ruangan yang sama. Dalam khayalan saya, saya dapat melihat peristiwa itu terjadi lagi. Saya dapat melihat ayah di lantai. Saya dapat melihat paramedis sedang berusaha menolongnya. Saya dapat melihat air muka ayah dan saya mulai merasakan perasaan keputusasaan, kesedihan, dan kekecewaan sama yang saya rasakan pada malam ayah meninggal.

Akhirnya, saya sadar dan berpikir, Apa yang sedang kulakukan? Ke manakah pikiranku melayang? Ke manakah emosi-emosi ini sedang membawaku?

Saya harus membuat sebuah keputusan bahwa saya tidak akan mengizinkan diri sendiri menghidupkan kembali kenangan malam itu. Dartipada tinggal dalam rasa sakit dari masa lalu, saya harus dengan usaha keras mulai mengingat semua saat indah yang ayah saya dan saya alami di ruang kerja itu. Saya tersenyum mengingat bagaimana kami biasa menontong acara TV “Wheel of Fortune” dalam ruang itu. Dalam pikiran saya, saya dapat melihat ayah bermain dengan anak-anak saya di ruang kerja itu dan ayah akan ada di kursi favoritnya. Ia akan menengadah dan berkata, “Katakanlah kepada ayah semua yang kamu ketahui. Hanya perlu satu detik.” Ayah mempunyai rasa humor yang baik.

Anda harus melakukan sesuatu yang sama tentang pengalaman menyakitkan dari masa lalu Anda. Tolaklah untuk kembali ke sana secara emosional; tolaklah untuk membangkitkan kenangan-kenangan emosional. Semua itu tidak akan baik bagi Andal nyatanya, emosi-emosi negatif yang kuat dapat menahan kemajuan Anda.

Pikirkanlah seperti ini: Setiap orang mempunyai dua arsip penting dalam sistem ingatannya, yang pertama adalah arsip yang diisi oleh semua hal baik yang telah terjadi pada kita. Arsip itu penuh kemenangan dan keberhasilan, semua hal yang telah mendatangkan sukacita dan kebahagiaan bagi kita selama bertahun-tahun.

Arsip kedua adalah kebalikannya. Arsip itu dipenuhi rasa sakit dan penderitaan masa lalu, semua hal negatif yang terjadi pada kita. Arsip tersebut penuh kekalahan dan kegagalan kita, hal-hal yang mendatangkan kesedihan dan perkabungan bagi kita. Seumur hidup, kita dapat memilih arsip mana yang akan kita akses. Beberapa orang berulang kali kembali ke arsip nomor dua dan menghidupkan kembali hal-hal yang menyakitkan yan g telah terjadi pada mereka. Mereka selalu berpikir tentang saat-saat mereka disakiti atau menderita kesakitan yang mengerikan. Mereka secara praktis mengusangkan arsip nomor dua. Mereka begitu sibuk dengan hal-hal negatif, sehingga mereka tidak pernah sadar untuk menyelidiki arsip nomor satu. Mereka hampir tidak pernah memikirkan hal-hal yang baik yang telah terjadi pada mereka.

Jika Anda ingin bebas, jika Anda ingin mengatasi rasa mengasihani diri sendiri, buanglah kunci arsip nomor dua. Jangan kembali ke sana lagi. Tetapkanlah pikiran Anda pada hal-hal baik yang Tuhan telah lakukan dalam kehidupan Anda.

SINGKIRKANLAH RACUN ITU



Mazmur 95:1-11

Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! (Mazmur 139:23-24)

Bertahun-tahun yang lalu di sebuah pedalaman Afrika, orang-orang sekarat karena persediaan air mereka tercemar. Bahkan para ahli kesehatan bingung karena desa itu mendapatkan pasokan air dari aliran pegunungan yang segar dari sebuah sumber mata air. Saat para ahli itu mengirim beberapa penyelam untuk menyelidiki lubang mata air itu, mereka terkejut dengan apa yang mereka temukan. Seekor babi betina besar dan anak-anaknya tenggelam dan agaknya terjepit di sana, mencemarkan mata air pegunungan yang jernih dan murni seperti kristal itu. Para penyelam itu memindahkan mayat-mayat babi itu, dan air itu mulai mengalir bersih dan murni lagi.

Sesuatu yang sama seperti itu terjadi dalam kehidupan kita. Kita semua telah mengalami hal-hal negatif. Mungkin minggu lalu, bulan lalu, atau sepuluh tahun yang lalu seseorang menyakiti kita. Dan terlalu sering, daripada melepaskannya dan menyerahkannya kepada Tuhan, kita malah telah mencengkramnya. Kita belum mengampuni, dan tepat seperti babi-babi itu membuat masam air yang sejernih kristal, kehidupan kita telah ternoda. Akar kepahitan telah mencengkram.

Lebih buruk lagi, setelah beberapa waktu, kita menerimanya. Kita memberikan kesempatan dalam hati kita kepada kepahitan itu; kita belajar hidup bersamanya. ”Yah, aku hanya orang yang pemarah. Itulah kepribadianku. Aku selalu seperti ini. Aku selalu pahit hati. Inilah aku yang sebenarnya.”

Tidak, dengan segala hormat, itu bukan siapa Anda sebenarnya. Anda perlu menyingkirkan racun yang sedang mencemari kehidupan Anda. Anda diciptakan untuk menjadi suatu aliran sejernih kristal. Tuhan menciptakan Anda sesuai dengan gambar-Nya. Ia ingin Anda menjadi bahagia, sehat dan utuh. Tuhan ingin Anda menikmati kehidupan yang sempurna, bukan hidup dengan kepahitan dan kebencian, diri Anda sendiri ternoda dan membusuk serta menodai semua orang lain yang Anda pengaruhi.

Bayangkanlah diri Anda sendiri sebagai suatu aliran sejernih kristal. Tidak peduli seberapa tercemarnya aliran itu sekarang, atau berapa berlumpur atau hitamnya air itu tampaknya dalam kehidupan Anda sekarang. Jika Anda mulai mengampuni orang-orang yang telah menghina Anda, dan melepaskan semua rasa sakit serta penderitaan itu, kepahitan itu akan pergi dan Anda akan mulai melihat air sejernih kristal itu sekali lagi. Anda akan mulai mengalami sukacita, damai sejahtera, dan kebebasan yang Tuhan maksudkan untuk Anda miliki.

Mungkin itulah sebabnya Daud berkata, ”Selidikilah aku, ya Tuhan, dan tunjukkanlah apa pun dalam diriku yang membuat-Mu sedih” (lihat mazmur 139:23-24). Kita perlu menyelidiki hati kita dan memastikan bahwa kita tidak membiarkan akar kepahitan apa pun tinggal dalam diri kita.

Mungkin bukan sesuatu yang besar yang mencemari aliran Anda. Mungkin pasangan hidup Anda tidak meluangkan waktu sebanyak yang Anda inginkan, dan Anda dapat merasa diri sendiri mulai marah. Anda tidak bersikap sabar terhadap pasangan hidup anda; sinis, selalu diam, atau tidak ramah. Anda sengaja menjadi lebih keras sehingga sukar diajak bicara.

Waspadalah! Akar kepahitan itu sedang mencemari kehidupan Anda. Jagalah agar aliran Anda tetap murni. Jangan biarkan hati Anda dicemari. Alkitab berkata tentang segera mengampuni dan semakin lama kita menunggu, semakin sukar jadinya. Semakin lama kita mencengkram kebencian itu, semakin dalam akar kepahitan bertumbuh.
Kadang-kadang, bukannya segera mengampuni, melepaskan rasa sakit dan penderitaan masa lalu itu, kita diam-diam menguburkannya jauh di dalam hati dan pikiran kita. Kita tidak mau berbicara tentang masalah itu. Kita tidak mau memikirkannya. Kita ingin mengabaikannya dan mengharapkannya pergi.

Itu tidak akan pergi. Tepat seperti babi-babi yang terperangkap di bawah air, suatu hari pencemaran itu akan muncul dalam kehidupan Anda, dan akan menjadi kekacauan. Itu akan membuat Anda bahkan lebih merasa sakit dan sedih, dan jika Anda menolak menanganinya, kepahitan itu dapat membunuh Anda.
Tanganilah itu hari ini dengan mengampuni siapa pun yang telah menyakiti Anda, dan kemudian pilihlah untuk hidup hari ini dalam kebebasan dan kesegaran. Sementara Anda melakukannya, sukacita Tuhan akan memancar di dalam diri Anda seperti sebuah mata air segar pegunungan.


NILAI DARI BERKAT



Kejadian 27:1-41


Firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan. (Ulangan 30:14)

Kata-kata negatif  dapat menghancurkan seseorang. Anda tidak dapat berbicara negatif tentang seseorang di satu pihak, kemudian berpaling dan mengharapkan orang tersebut diberkati. Jika Anda ingin putra atau putri Anda menjadi produktif dan berhasil, Anda perlu mulai menyatakan kata-kata kehidupan atas anak-anak Anda, bukan ramalan-ramalan malapetaka dan keputusasaan. Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa kata-kata kita dapat memberkati orang atau mengutuki mereka (lihat Yakobus 3:10).

Dalam Perjanjian Lama, orang dengan jelas mengerti kuasa berkata. Sementara kepala keluarga semakin pikun atau mendekati kematian, para putra tertua berkumpul di sepanjang sisi ayah mereka. Sang ayah kemudian akan meletakkan tangannya di kepala masing-masing putra serta mengucapkan kata-kata penuh kasih dan iman atas mereka tentang masa depan mereka. Pernyataan-pernyataan ini berisi apa yang kemudian dikenal sebagai ”berkat”. Keluarga menyadari bahwa ini lebih dari sekadar pesan-pesan kematian ayah; kata-kata ini membawa otoritas rohani dan mempunyai kesanggupan mendatangkan keberhasilan, kemakmuran, dan kesehatan di masa depan mereka. Sering kali, anak-anak bahkan berkelahi karena berkat ayah. Mereka tidak berkelahi karena uang yang mungkin bisa mereka warisi. Mereka juga tidak berdebat soal bisnis keluarga. Tidak, mereka berkelahi karena kata-kata yang dipenuhi iman. Mereka menyadari bahwa jika mereka menerima berkat ayah, kekayaan dan keberhasilan akan merupakan hasil alaminya. Di samping itu, mereka sangat menginginkan berkat dari orang yang mereka kasihi dan hormati.

Salah satu catatan alkitabiah yang paling luar biasa tentang kuasa berkat berasal dari kehidupan Yakub dan Esau, kedua putra Ishak (lihat kejadian 27:1-41). Yakub menginginkan berkat ayahnya – bukan hanya sembarang berkat, tetapi berkat yang absah menjadi hak putra pertama dalam keluarga. Ishak sudah menjadi tua, hampir mati, dan ia secara praktis buta. Suatu hari ia memanggil putranya, Esau, dan berkata, ”Esau, pergilah mencari daging buruan, dan siapkanlah bagiku makanan dan aku akan memberikan kepadamu berkat yang menjadi hak putra sulung.” Tetapi ibu Yakub, Ribka, mendengar percakapan ini. Ribka mengasihi Yakub lebih dari Esau, jadi ia memberitahukan Yakub untuk mengenakan pakaian Esau dengan maksud menipu Ishak supaya memberikannya berkat itu. Kemudian ia mempersiapkan salah satu makan favorit Ishak.

Sementara Esau sedang berburu di padang, ia berkata kepada Yakub, ”Pergilah kepada ayahmu dan berikanlah makanan ini kepadanya. Dan ia akan memberikan kepadamu berkat yang sebenarnya adalah hak kakakmu itu.”

Yakub mengerti bahwa ia sedang mempertaruhkan masa depannya pada taruhan ini. Ia menyadari bahwa kata-kata ayahnya akan mempengaruhinya, baik atau buruk, seumur hidupnya.
Saudaraku, entah kita menyadarinya atau tidak, kata-kata kita mempengaruhi masa depan anak-anak kita, baik atau buruk. Kata-kata kita memiliki semacam kuasa yang sama dengan kata-kata Ishak. Kita perlu mengucapkan kata-kata penuh kasih tentang persetujuan dan penerimaan, kata-kata yang mendorong, memberikan ilham, dan memotivasi anggota-anggota keluarga kita untuk mencapai tingkat-tingkat baru. Saat kita melakukannya, kita sedang mengucapkan berkat-berkat ke dalam hidup mereka, dan mereka akan sungguh-sungguh diberkati.

MENGUCAPKAN KATA-KATA IMAN



Ulangan 7:6-15

Hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. (Efs 6:10)

Kata-kata kita sangat penting dalam mewujudkan impian-impian kita. Tidak cukup hanya melihatnya dengan iman atau dalam imajinasi Anda. Anda harus mulai mengucapkan kata-kata iman itu atas kehidupan Anda. Saat Anda mengucapkan sesuatu, Anda melahirkannya. Ini adalah sebuah prinsip rohani, dan itu berhasil entah yang Anda katakan itu baik atau buruk, positif atau negatif.

Dengan cara itu, sering kali kita adalah musuh terburuk diri sendiri. Kita mempersalahkan semua orang dan segala sesuatu, tetapi sebenarnya, kita sangat dipengaruhi oleh apa yang kita katakan tentang diri sendiri. Firman Tuhan berkata, ”Kita diperangkap oleh kata-kata dari mulut kita sendiri” (lihat Amsal 6:2).

Tidak ada yang baik yang pernah terjadi padaku”. ”Kehidupanku adalah suatu malapetaka”. ”Impian-impianku tidak pernah terwujud”. ”Aku tahu aku tidak akan dipromosikan”. Pernyataan-pernyataan seperti itu akan secara harfiah
mencegah Anda maju dalam kehidupan. Itulah sebabnya Anda harus belajar menjaga lidah Anda dan mengucapkan hanya kata-kata yang dipenuhi iman atas kehidupan Anda. Secara sederhana, kata-kata Anda dapat membangun atau mengancurkan Anda.

Tuhan tidak pernah memerintahkan kita untuk mengucapkan rasa sakit dan penderitaan kita berulang kali. Ia tidak memerintahkan kita untuk terus menerus mendiskusikan keadaan-keadaan negatif kita, menyebarluaskan ”cucian kotor” kita dengan semua sahabat dan tetangga kita. Tuhan memberitahukan kita untuk mengucapkan kebaikan-Nya terus menerus, untuk mengucapkan janji-janji-Nya pada pagi hari di meja makan pagi, pada malam hari sekita meja makan malam, pada larut malam sebelum tidur, terus menerus tinggal dalam hal-hal baik dari Tuhan.

Anda dapat mengalami sukacita baru dalam rumah Anda, jika saja Anda mau berhenti berbicara tentang hal-hal negatif dalam kehidupan dan mulai berbicara tentang firman Tuhan.

Jika Anda selalu berbicara tentang masalah-masalah Anda, jangan terkejut jika Anda hidup dalam kekalahan kekal. Jika Anda terbiasa mengatakan, ”Tidak ada yang baik yang terjadi padaku,” coba tebak? Tidak ada yang baik yang akan terjadi pada Anda! Anda harus berhenti berbicara tentang masalah-masalah dan mulailah berbicara tentang penyelesaian. Berhentilah mengucapkan kata-kata kekalahan, dan mulailah mengucapkan kata-kata kemenangan. Jangan gunakan kata-kata Anda untuk menggambarkan keadaan Anda; gunakanlah kata-kata Anda untuk mengubah keadaan Anda.

Buatlah kesan untuk seluruh hari ini segera setelah Anda bangun tidur. Jika Anda menunggu sampai Anda selesai membaca surat kabar pagi, Anda akan memulai hari Anda dengan segala macam berita menyedihkan dan suram. Berusahalah untuk memulai hari Anda dengan beberapa berita baik dengan mengucapkan firman Tuhan atas kehidupan Anda! Saat Anda bangun, mulailah memberikan kehidupan baru pada impian-impian Anda dengan mengucapkan kata-kata iman dan kemenangan.

Pahamilah, menghindari percakapan negatif saja tidak cukup. Itu sama dengan suatu tim sepak bola yang mempunyai pertahan yang baik tetapi tidak ada penyerang. Jika tim Anda terus menerus memainkan pertahanan, Anda hanya punya sedikit kesempatan untuk  mendapatkan nilai. Anda harus meraih bola itu dan mengerakkannya ke arah lapangan; Anda harus menyerang. Anda harus bersikap agresif.

Demikian juga, Anda harus mulai menggunakan kata-kata Anda untuk maju dalam kehidupan, untuk memunculkan dalam kehidupan hal-hal besar yang Tuhan simpan bagi Anda. Firman Tuhan berkata, ”Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan” (Roma 10:10). Prinsip yang sama ini benar dalam bidang-bidang lain. Saat Anda percaya pada firman Tuhan dan mulai mengucapkannya, menggabungkannya dengan iman Anda, Anda benar-benar menegaskan kebenaran itu dan membuatnya absah dalam kehidupan Anda sendiri.

Jika Anda sedang menghadapi penyakit hari ini, Anda seharusnya menegaskan firman Tuhan tentang kesembuhan. Katakanlah sesuatu seperti ”Bapa, aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau berjanji kepadaku dalam Mazmur bahwa aku akan hidup dan tidak mati dan aku akan memberitakan perbuatan-perbuatan Tuhan.” Saat Anda dengan tegas menyatakannya, Anda sedang menegaskan kebenaran itu atas kehidupan Anda sendiri.
Sahabatku, saat Anda membuat jenis-jenis pernyataan tegas seperti itu, seluruh surga memperhatikan untuk mendukung firman Tuhan.


BICARALAH PADA GUNUNG-GUNUNG ANDA


(1Samuel 17:31-54)

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. (Markus 11:23-24)

Bila Anda berada dalam suatu keadaan yang sukar hari ini lebih dari sebelumnya, Anda perlu menjaga apa yang Anda katakan dan tidak mengijinkan kata-kata negatif dan menghancurkan keluar dari mulut Anda. Alkitab berkata, ”Hidup dan mati dikuasai oleh lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya” (Amsal 18:21). Dengan kata lain, Anda menciptakan suatu lingkungan untuk kebaikan atau untuk kejahatan dengan kata-kata Anda, dan Anda akan hidup dalam dunia yang telah Anda ciptakan itu.

Jika Anda selalu menggerutu, mengeluh, dan berbicara tentang betapa buruknya kehidupan memperlakukan Anda, Anda akan hidup dalam suatu dunia yang sangat menyengsarakan dan membuat depresi. Anda akan selalu tergoda untuk memakai kata-kata Anda untuk menggambarkan keadaan-keadaan negatif, tetapi Tuhan ingin kita menggunakan kata-kata kita untuk mengubah keadaan-keadaan negatif kita. Jangan bicara tentang masalah, berbicaralah tentang penyelesaiannya.

Alkitab memberitahukan kita untuk berbicara pada gunung-gunung (lihat Markus 11:23-24). Mungkin gunung Anda adalah suatu penyakit; mungkin gunung Anda adalah suatu hubungan yang bermasalah; mungkin gunung Anda adalah sebuah bisnis yang menggelepar. Apa pun gunung Anda itu, Anda harus melakukan lebih dari hanya memikirkannya, lebih dari mendoakannya; Anda harus berbicara pada pengghalang itu. Alkitab berkata, ”Biarlah yang lemah berkata aku kuat. Biarlah yang tertekan berkata aku bebas. Biarlah yang sakit berkata aku sembuh. Biarlah yang miskin berkata aku kaya (lihat Yoel 3:10).

Mulailah menyebut diri Anda sendiri sembuh, bahagia, pulih, diberkati, dan makmur. Berhentilah berbicara kepada Tuhan tentang betapa besarnya gunung-gunung Anda, dan mulailah berbicara pada gunung-gunung Anda tentang betapa besarnya Tuhan Anda!
[
Saat Daud menghadapi raksasa Goliat, ia tidak menggerutu dan mengeluh serta berkata, ”Tuhan, mengapa aku selalu mempunyai masalah-masalah besar ini?” Ia tidak tinggal dalam kenyataan bahwa Goliat tiga kali lebih besar ukurannya darinya. Ia juga tidak tinggal dalam kenyataan bahwa Goliat adalah seorang pejuang yang ahli dan ia hanyalah  seorang anak penggembala. Tidak, ia tidak memusatkan perhatian pada besarnya penghalang di depannya. Ia memilih sebaliknya untuk memusatkan perhatian pada kebesaran Tuhannya. Ia mengubah seluruh atmosfer melalui perkataan yang keluar dari mulutnya.

Daud memandang Goliat tepat di mata, dan dengan tekad besar, ia berkata, ”Dengar, Goliat, engkau datang kepadaku dengan sebilah pedang dan sebuah perisai, tetapi aku datang melawanmu dalam nama Tuhan Israel” (lihat 1 Samuel 17:45).

Nah, itulah kata-kata iman! Perhatikanlah, juga, bahwa ia mengucapkan kata-kata itu keras-keras. Ia tidak hanya memikirnnya; ia tidak hanya mendoakannya. Ia mengucapkan langsung kepada seorang raksasa yang menggunung di depannya, dan berkata, ”Aku akan mengalahkan engkau dan memberikan dagingmu untuk makanan burung-burung di udara hari ini juga.” Dan dengan pertolongan Tuhan, ia melakukan tepat seperti apa yang dikatakannya itu!

Ketika Anda sedang menghadapi rintangan-rintangan di jalan Anda, Anda harus dengan tegas berkata, ”Lebih besar Roh yang ada di dalam aku dibanding yang ada di dunia ini” (lihat 1Yohanes 4:4). Tidak satu senjata pun yang ditempa terhadapku akan berhasil (lihat Yesaya 54:17). Tuhan selalu membuat aku menang.”

Berhentilah khawatir dan mengeluh tentang kemiskinan dan kekurangan dan mulailah menyatakan, ”Tuhan menyediakan semua kebutuhanku dengan berlimpah.” Berhentilah mengomeli sahabat atau anggota keluarga yang tidak sedang melayani Tuhan dan mulailah menyatakan, ”Tetapi aku dan keluargaku, kami akan melayani Tuhan” (Yosua 24:15). Berhentilah mengeluh bahwa tak satu hal baik pun yang terjadi apda Anda dan mulailah menyatakan, ”Segala sesuatu yang aku sentuh akan maju dan berhasil.” Kita harus berhenti mengutuki kegelapan. Marilah kita memerintah terang untuk datang.
Sahabatku, ada mukjizat dalam mulut Anda. Jika Anda ingin mengubah dunia Anda, mulailah mengubah kata-kata Anda.