(Lukas
7:27-49)
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya,
ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. (Amsal 11:24)
Saat Anda
memusatkan kehidupan Anda di sekitar diri sendiri, Anda tidak hanya kehilangan yang terbaik dari
Tuhan, Anda juga merampas sukacita dan berkat-berkat orang lain yang Tuhan
ingin berikan kepada mereka melalui Anda. Firman Tuhan mengatakan, “Kita seharusnya
mendorong satu sama lain setiap hari” (lihat Ibrani 3:13). Memang mudah untuk
mengkritik dan menghakimi, menunjuk kesalahan-kesalahan dan kegagalan-kegagalan
semua orang. Tetapi Tuhan ingin kita untuk membangun orang lain, menjadi suatu
berkat, mengucapkan kata-kata iman dan kemenangan ke dalam kehidupan mereka.
Tidak dibutuhkan
biaya berapa pun atau memakan waktu yang lama untuk memberikan pujian kepada
seseorang. Berapa harga untuk memberitahukan istri Anda, ”aku mencintaimu. Kamu hebat. Aku senang
kamu adalah milikku?” Berapa lama diperlukan untuk memberitahukan
pegawai Anda, ”Anda sedang melakukan tugas dengan baik. Saya menghargai kerja
keras Anda”?
Banyak orang
memikirkan pikiran-pikiran baik itu, tetapi gagal untuk mengucapkannya. Tidak
cukup untuk memikirkan pujian-pujian
yang ramah; kita perlu mengungkapkannya. Seperti pepatah lama mengatakan ”Kasih
bukanlah kasih sebelum Anda memberikannya.” Jangan menjalani kehidupan sebagai
seorang yang selalu diberi; jadilah seorang pemberi.
”Tetapi aku
mempunyai banyak masalah dan begitu banyak kebutuhan sendiri....”
Ya, tetapi jika
Anda mengalihkan pikiran Anda dari masalah-masalah Anda dan mulai menolong
orang lain Anda tidak perlu khawatir tentang kebutuhan-kebutuhan Anda. Tuhan
akan mengurus semua itu bagi Anda. Sesuatu yang adikodrati terjadi saat kita
mengalihkan mata kita dari diri sendiri dan menujukannya pada
kebutuhan-kebutuhan orang-orang di sekitar Anda.
Perjanjian Lama
mengajarkan, ”Saat engkau memberi makan kepada orang lapar, saat engkau
memakaikan pakaian pada orang yang telanjang, saat engkau mendorong semangat
orang yang tertindas, kehidupanmu akan muncul seperti siang. Kemudian
kesembuhanmu akan segera datang” (lihat Yesaya 58:7-8). Dengan kata lain, saat
Anda menjangkau orang-orang yang menderita, itulah saat Tuhan akan memastikan
kebutuhan-kebutuhan Anda tersedia. Saat Anda memusatkan perhatian untuk menjadi
suatu berkat, Tuhan memastikan bahwa Anda selalu diberkati dengan berlimpah.
Saat ibu saya
didiagnosa menderita kanker stadium akhir pada tahun 1981, ia dapat dengan
mudah pulang ke rumah dan tenggelam dalam depresi yang dalam. Tetapi ibu tidak
melakukan itu. Ia tidak memusatkan perhatian pada dirinya sendiri, dan ia
menolak untuk terus menerus tinggal dengan penyakit itu. Dalam masa
kebutuhannya yang terbesar, ia pergi ke gereja dan berdoa untuk orang lain yang
sakit atau membutuhkan. Ia menabur benih-benih kesembuhan. Dan tepat seperti
yang dikatakan firman Tuhan, sementara ia mulai menolong orang lain yang
membutuhkan, terangnya muncul seperti siang, dan kesembuhannya sendiri datang.
Saya yakin bahwa
banyak orang akan menerima mukjizat yang telah mereka doakan jika mereka mau
mengalihkan perhatian mereka dari diri sendiri menjauh dari kebutuhan-kebutuhan
dan masala-masalah mereka sendiri, dan mulai memusatkan perhatian pada menjadi
berkat bagi orang lain. Terlalu sering kita menghabiskan sebagian besar waktu
kita dengan berusaha untuk diberkati. ”Tuhan, apakah yang dapat Kau lakukan
bagiku? Tuhan, inilah daftar doaku. Dapatkah aku memperolehnya Selasa depan?”
Kita perlu
mencari kesempatan-kesempatan untuk membagikan kasih Tuhan,
karunia-karunia-Nya, dan kebaikan-Nya dengan orang lain. Sebenarnya, semakin sering Anda menolong orang
lain, semakin sering Tuhan memastikan bahwa Anda akan ditolong.
Anda dapat
melakukan ini dengan berbagai cara praktis. Jika Anda mempunyai barang-barang
tertentu tergeletak di sekitar rumah Anda atau dalam tempat penyimpanan yang
tidak akan pernah Anda pakai lagi, mengapa tidak memberikan beberapa di antara
barang-barang itu kepada seseorang yang dapat menggunakannya? Barang-barang itu
tidak berguna bagi Anda jiika ditumpuk di ruang atap, ruang bawah tanah, atau garasi Anda. Jika itu tidak berguna, ubahlah
menjadi benih!
Pikiran kita
dapat membuat semua jenis alasan saat Tuhan mulai membuka cengkeraman jari-jari
kita yang lengket. Sifat alami manusia ingin berpegang pada segala sesuatu.
Tetapi Anda mungkin memiliki beberapa pakaian yang Anda tidak pernah pakai lagi
selama bertahun-tahun; peralatan masak yang masih dipak dalam kotak-kotak dari
kepindahan terakhir Anda, buku-buku, tempat tidur dan pakaian bayi anak-anak
Anda, dan segala macam barang-barang lain yang Anda tidak pernah gunakan lagi
selama bertahun-tahun! Sebagian besar ahli berkata, ”Jika Anda tidak pernah
lagi menggunakan sebuah barang selama setahun terakhir ini, berikanlah itu
kepada orang lain!” Jika itu tidak berguna, ubahlah itu menjadi
suatu benih. Ingatlah, kita akan menuai apa yang kita tabur. Jika Anda
melakukan kebaikan kepada orang lain, itulah saat tuhan akan memastikan bahwa
berkat-berkat-Nya yang berkelimpahan merebut Anda.
Jika Anda ingin
menjalani sebuah kehidupan terbaik Anda sekarang, Anda harus mengembangkan
suatu gaya hidup memberi: hiduplah untuk memberi, bukan hidup untuk meminta.
Milikilah suatu sikap yang mengatakan, Siapakah
yang dapat kuberkati hari ini? Dari pada bagaimana aku dapat diberkati hari ini?