Bacaan: Kejadian 19: 15-26
Tetapi istri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam. (Kejadian 19:26)
Apa artinya bila seseorang menganggukkan kepala? Ia mengerti atau setuju. Bila seseorang
menggelengkan kepala? Ia tidak setuju. Mengangukkan atau menggelengkan kepala hanyalah dua contoh sederhana dari bahasa tubuh. Selain berkomunikasi dengan kata, tubuh kita juga dapat menyampaikan pesan tertentu. Dari bahasa tubuh seseorang, kita dapat menerka apa yang ada di pikiran atau ingin diungkapkannya.
Ketika malaikat Tuhan memerintahkan Lot dan keluarganya untuk berlari meninggalkan Sodom dan Gomora, penulis kitab Kejadian menggambarkan bahasa tubuh istri Lot. Alih-alih berlari sesuai dengan perintah malaikat Tuhan, istri Lot hanya berjalan. Tindakan itu menunjukkan, istri Lot tidak serius menanggapi perintah malaikat untuk meninggalkan kota mereka. Bukan hanya berjalan, istri Lot pun menoleh ke belakang. Mengapa? Sebab hati dan pikiran istri Lot masih melekat pada segala harta benda yang ditinggalkan di sana. Akibatnya istri Lot kehilangan nyawanya karena ketidaktaatan terhadap perintah Tuhan.
Pesan apakah yang kita sampaikan, melalui perkataan atau bahasa tubuh kita, pada orang-orang di sekitar kita? Perkataan dan tindakan adalah ungkapkan nyata dan konkret tentang isi hati dan pikiran kita. Jika kita memang benar-benar mengasihi Tuhan, kata dan perbuatan kita akan menunjukkan hal tersebut. Orang-orang dapat mengenal kasih kita kepada Tuhan melalui buah yang dihasilkan dalam kehidupan kita: kata-kata dan tindakan yang memuliakan Tuhan—WP
KATA DAN PERILAKU ADALAH WUJUD NYATA HATI DAN PIKIRAN KITA
- See more at: http://www.todaymanna.com/renungan/bahasa-tubuh/#sthash.lhuGhqg4.dpuf