Mazmur 95:1-11
Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! (Mazmur 139:23-24)
Bertahun-tahun yang lalu di sebuah pedalaman Afrika, orang-orang sekarat karena persediaan air mereka tercemar. Bahkan para ahli kesehatan bingung karena desa itu mendapatkan pasokan air dari aliran pegunungan yang segar dari sebuah sumber mata air. Saat para ahli itu mengirim beberapa penyelam untuk menyelidiki lubang mata air itu, mereka terkejut dengan apa yang mereka temukan. Seekor babi betina besar dan anak-anaknya tenggelam dan agaknya terjepit di sana, mencemarkan mata air pegunungan yang jernih dan murni seperti kristal itu. Para penyelam itu memindahkan mayat-mayat babi itu, dan air itu mulai mengalir bersih dan murni lagi.
Sesuatu yang sama seperti itu terjadi dalam kehidupan kita. Kita semua telah mengalami hal-hal negatif. Mungkin minggu lalu, bulan lalu, atau sepuluh tahun yang lalu seseorang menyakiti kita. Dan terlalu sering, daripada melepaskannya dan menyerahkannya kepada Tuhan, kita malah telah mencengkramnya. Kita belum mengampuni, dan tepat seperti babi-babi itu membuat masam air yang sejernih kristal, kehidupan kita telah ternoda. Akar kepahitan telah mencengkram.
Lebih buruk lagi, setelah beberapa waktu, kita menerimanya. Kita memberikan kesempatan dalam hati kita kepada kepahitan itu; kita belajar hidup bersamanya. ”Yah, aku hanya orang yang pemarah. Itulah kepribadianku. Aku selalu seperti ini. Aku selalu pahit hati. Inilah aku yang sebenarnya.”
Tidak, dengan segala hormat, itu bukan siapa Anda sebenarnya. Anda perlu menyingkirkan racun yang sedang mencemari kehidupan Anda. Anda diciptakan untuk menjadi suatu aliran sejernih kristal. Tuhan menciptakan Anda sesuai dengan gambar-Nya. Ia ingin Anda menjadi bahagia, sehat dan utuh. Tuhan ingin Anda menikmati kehidupan yang sempurna, bukan hidup dengan kepahitan dan kebencian, diri Anda sendiri ternoda dan membusuk serta menodai semua orang lain yang Anda pengaruhi.
Bayangkanlah diri Anda sendiri sebagai suatu aliran sejernih kristal. Tidak peduli seberapa tercemarnya aliran itu sekarang, atau berapa berlumpur atau hitamnya air itu tampaknya dalam kehidupan Anda sekarang. Jika Anda mulai mengampuni orang-orang yang telah menghina Anda, dan melepaskan semua rasa sakit serta penderitaan itu, kepahitan itu akan pergi dan Anda akan mulai melihat air sejernih kristal itu sekali lagi. Anda akan mulai mengalami sukacita, damai sejahtera, dan kebebasan yang Tuhan maksudkan untuk Anda miliki.
Mungkin itulah sebabnya Daud berkata, ”Selidikilah aku, ya Tuhan, dan tunjukkanlah apa pun dalam diriku yang membuat-Mu sedih” (lihat mazmur 139:23-24). Kita perlu menyelidiki hati kita dan memastikan bahwa kita tidak membiarkan akar kepahitan apa pun tinggal dalam diri kita.
Mungkin bukan sesuatu yang besar yang mencemari aliran Anda. Mungkin pasangan hidup Anda tidak meluangkan waktu sebanyak yang Anda inginkan, dan Anda dapat merasa diri sendiri mulai marah. Anda tidak bersikap sabar terhadap pasangan hidup anda; sinis, selalu diam, atau tidak ramah. Anda sengaja menjadi lebih keras sehingga sukar diajak bicara.
Waspadalah! Akar kepahitan itu sedang mencemari kehidupan Anda. Jagalah agar aliran Anda tetap murni. Jangan biarkan hati Anda dicemari. Alkitab berkata tentang segera mengampuni dan semakin lama kita menunggu, semakin sukar jadinya. Semakin lama kita mencengkram kebencian itu, semakin dalam akar kepahitan bertumbuh.
Kadang-kadang, bukannya segera mengampuni, melepaskan rasa sakit dan penderitaan masa lalu itu, kita diam-diam menguburkannya jauh di dalam hati dan pikiran kita. Kita tidak mau berbicara tentang masalah itu. Kita tidak mau memikirkannya. Kita ingin mengabaikannya dan mengharapkannya pergi.
Itu tidak akan pergi. Tepat seperti babi-babi yang terperangkap di bawah air, suatu hari pencemaran itu akan muncul dalam kehidupan Anda, dan akan menjadi kekacauan. Itu akan membuat Anda bahkan lebih merasa sakit dan sedih, dan jika Anda menolak menanganinya, kepahitan itu dapat membunuh Anda.
Tanganilah itu hari ini dengan mengampuni siapa pun yang telah menyakiti Anda, dan kemudian pilihlah untuk hidup hari ini dalam kebebasan dan kesegaran. Sementara Anda melakukannya, sukacita Tuhan akan memancar di dalam diri Anda seperti sebuah mata air segar pegunungan.