Menyenangkan Semua Orang

Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.
Markus 15 : 15

Salah satu sikap yang berpotensi besar merugikan diri kita sendiri adalah ketika kita ingin menyenangkan atau memuaskan semua orang. Bukankah membuat orang lain senang dan merata puas dengan apa yang kita lakukan adalah sebuah kebaikan? Dalam kondisi tertentu mungkin menyenangkan orang lain adalah pilihan yang baik. Namun apakah kita bisa memuaskan semua orang di setiap kesempatan? Tentu tidak, bukan? Lalu apa jadinya jika kita memaksakan diri untuk memuaskan setiap orang? Henri Frederic Amiel, filsuf asal Swiss mengatakan, "Orang yang tidak memiliki pendinan adalah budak lingkungannya." Budak adalah istilah untuk menggambarkan orang yang tidak berintegritas, karena ia sering terjebak dalam keinginan orang lain.


Pontius Pilatus adalah contoh seorang pemimpin yang gagal mengemban amanat karena ia berusaha memuaskan semua orang. Sebenarnya, sejak awal ia tidak paham alasan mengapa banyak orang Yahudi memperlakukan Yesus layaknya seorang penjahat. Beberapa kali ia mencari tahu kejahatan apa yang dilakukan Yesus yang membuat Dia harus disalibkan. Meskipun tidak menemukan kesalahan Yesus, Pilatus tidak mau memberi keadilan pada Yesus karena ia ingin memuaskan hati brang banyak yang lebih memilih Barabas. Pilatus lebih memilih mengabaikan kebenaran karena a berpikir membela Yesus sama saja dengan menempatkan dirinya dalam bahaya.


Ketika kita ingin memuaskan hati orang banyak apalagi hati semua orang, di situlah kesulitan dan masalah mulai muncul. Bahkan tidak jarang, sampai satu titik kita bisa mengorbankan iman kita karena lebih memilih untuk menyenangkan hati orang lain. Meskipun kita diperhadapkan pada dua pilihan yang sulit, lebih baik kita mengorbankan kebahagiaan orang lain daripada kita melakukan apa yang tidak benar di hadapan Tuhan, meskipun mereka adalah orang-orang terdekat kita. Kita harus selalu ingat satu prinsip utama dalam kekristenan bahwa membuat Tuhan tersenyum kepada kita jauh lebih utama daripada sekadar menyenangkan hati manusia. Vian


Lebih banyak kerugian yang didapat ketika kita berusaha menyenangkan semua orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar