....Kemudian Saul mengambil pedang itu dan menjatuhkan dirinya ke atasnya.
1 Samuel 31 : 4
Berapa banyak dari kita yang dapat meluncur di atas es? Waktu melihat mereka yang bisa meluncur di atas es dengan mulus, dan bahkan bisa berputar-putar, rasanya kelihatan menyenangkan, tapi begitu kita mencobanya sendiri, proses awalnya ternyata nggak semudah yang dilihat. Untuk berdiri saja (belum mulai meluncur), biasanya kita udah kesulitan. Nggak jarang, kita akan jatuh. Mirip bayi yang lagi mau belajar berdiri. Kalo sudah begini, biasanya kita akan menyerah. Malas untuk memulai lagi. Takut jatuh lagi. Padahal, semua proses jatuh bangun itu emang diperlukan supaya kita dapat meluncur di atas es dengan baik. Kuncinya adalah memulai kembali setiap kali terjatuh.
kegagalan dan kesalahan adalah proses, bukan akhir.
Jangan berhenti cuma sampai di situ
Nggak sedikit, tokoh Alkitab yang mengalami kejatuhan dalam hidupnya. Ada yang bangkit kembali dan memulai kembali setelah jatuh, tapi ada juga yang gagal bangkit lagi. Yang dijadikan panutan tentu saja adalah mereka yang berhasil bangkit kembali. Saul dan Daud misalnya. Saul emang ngelakuin kesalahan dengan menentang kehendak Tuhan. Ia mencoba menghalangi rencana Tuhan yang ingin. menjadikan Daud raja menggantikannya. la pun akhimya jatuh, dan mati bunuh diri. Seandainya la mengakui dosa, berbalik pada Tuhan, dan mau bangkit kembali, tentu ceritanya akan beda. Mungkin ia bisa jadi penasihat utama Raja Daud, atau bahkan menikmati masa tuanya dengan damai. Sekarang bandingin dengan Daud. Setelah jadi raja, Daud ngelakuin kesalahan yang mungkin malah lebih berat la melakukan pembunuhan berrencana dan berzinah. Di dalam hukum pidana, pembunuhan berencana itu hukumannya paling berat; bisa seumur hidup. Tapi Daud mau mengakui kesalahan dan berbalik kepada Tuhan, la pun mau memulai kembali
Kita mungkin mengalami kegagalan. Kita juga mungkin melakukan kesalahan. Tapi, kita nggak akan jadi siapa-siapa dan mendapatkan apa apa kalo kita berhenti pada tahap itu. Jangan berhenti di tahap itu seperti Saul, tapi teruslah maju seperti Daud. Jadikan kegagalan sebagai pelajaran akui kesalahan yang dilakukan, dan mulailah bangkit serta memulai kembali. Nggak pernah ada kata terlambat kok buat memulai kembali. Dian

Tidak ada komentar:
Posting Komentar