"Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi. Lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi." (Mazmur 130:6)
Pemazmur mengingatkan kita bahwa bagaimanapun situasinya selalu ada harapan didalam TUHAN, karena itu datanglah
(1) Datanglah dengan kejujuran (ay. 1-3). Bagaimanapun keadaan kita, seberapapun besar kesalahan kita, dihadapan TUHAN yang maha tahu selalu ada pengampunan. Karena itu jangan pernah takut dan enggan untuk menghampiri TUHAN saat kita sedang jatuh dalam jurang dosa. Namun kita harus datang dengan kejujuran, karena Dia tudak pernah tertipu, "dari jurang yang dalam aku berseru" (ay.1).
(2) Datanglah dengan kesungguhan (ay.4-6). TUHAN itu Maha Tahu tetapi ia mudah melupakan kesalahan anak-anak-Nya yang dengan hancur hati datang kepada-Nya. TUHAN tahu bahwa kita anak-anak-Nya sering menyakiti hati-Nya, namun la tetap mengasihi kita, yang la inginkan adalah kerelaan kita untuk datang menghampiri Dia dengan kesungguhan, "lebih dari pengawal mengharapkan pagi." (ay.6).
(3) Datanglah dengan pengharapan (ay.7-8). Kasih setia TUHAN itu tiada terbatas sehingga setiap kita dapat "berharap" untuk dibebaskan dari tuduhan dan hukuman, meskipun pelanggaran kita begitu besar seolah tak terampuni. TUHAN akan memberikan kelegaan dan pembebasan, "Berharaplah kepada TUHAN" (ay.7).
Motivasi: Tidak ada alasan untuk lari dari hadapan TUHAN karena bagaimananpun parahnya keterpurukan kita, TUHAN selalu siap untuk mengampuni kita, datanglah, hampirilah Dia! (AW_today manna)