Wahyu 2 : 1 – 7
“Namun demikian aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” (Wahyu 2:4)
Apakah saudara masih mengingat saat pertama saudara dan pasangan saling jatuh cinta dan akhirnya mengambil keputusan untuk menikah? Anak-anakpun lahir, suami dan istri kemudian sibuk dengan tugas dan peran masing-masing. Sehingga kadang-kadang tidak mempunyai waktu untuk pasangan. Dan jika kasih di antara suami dan istri tidak dijaga/dipelihara semua hal yang dilakukan dapat menjadi tugas yang rutin dan bisa menjadi sesuatu yang membosankan.
Rupanya gejala seperti inilah yang dialami oleh gereja di Efesus. Ketika menjadi orang Kristen baru, semua begitu indah, mereka menikmati kasih dan pengampunan Allah. Dan itu diungkapkan dalam pelayanan mereka yang luar biasa. Tuhan memuji gereja di Efesus karena mereka bekerja sangat keras dan tekun, mereka juga sangat kritis terhadap pengajaran palsu yang masuk, mereka sabar menderita dan tidak kenal lelah. Setiap gereja atau orang Kristen harus memiliki ciri-ciri seperti ini. Paulus juga pernah memuji jemaat di Efesus karena kasih mereka kepada Tuhan dan orang lain (Efesus 1:15). Tetapi kemudian mereka menjadi gereja yang ‘sibuk’ melayani. Mereka melakukan banyak hal untuk gereja dan orang-orang di sekitar mereka. Tetapi mereka melakukannya dengan motivasi yang salah.
Sebagai anak-anak Tuhan, kita kadang kala seperti jemaat di Efesus. Pada awalnya, kita begitu antusias dan menggebu-gebu dalam mengasihi Tuhan sampai kita begitu sibuk melakukan ‘sesuatu’ untuk Tuhan dan mengabaikan waktu bersama TUHAN: duduk di bawah kaki-Nya, mendengarkan IA berbicara melalui Firman Tuhan, berbicara kepada-Nya dalam doa, dan melakukan apa yang IA inginkan untuk menyenangkan hati-Nya.
Jika kasih kita kepada Allah mulai berubah, itu bukan sesuatu yang biasa-biasa, tetapi suatu ‘kejatuhan yang dalam’ (ay. 5). Sesuatu yang serius. Dengan keras, Tuhan katakan kita harus kembali dan bertobat.
Bagaimana kondisi kasih kita kepada Allah?
Kasih kita kepada Allah akan tetap terjaga dan terpelihara, jika kita mempunyai waktu khusus bersama-Nya. (manna_today)