ANGGUR YANG BARU DI TAHUN YANG BARU


Shalom !

Tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat, sehingga kita sudah memasuki tahun baru 2020. 
Saya mengucapkan 'Selamat Tahun Baru 2020,' kepada seluruh jemaat. Mari, kita memasuki tahun baru ini dengan prinsip dan cara hidup yang baru. Sebab, Tuhan ingin memberikan hal yang baru kepada kita. Hal apakah itu?

“Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik." (Lukas 5:37-39)

 Anggur baru apakah itu? Anggur baru adalah kebenaran dan prinsip hidup yang disediakan oleh Kristus bagi kita, yang telah dipanggil ke dalam kerajaanNya. Namun, seperti orang-orang Yahudi pada zaman Yesus, mereka masih terikat pada “kirbat kulit” tua. Jika anggur baru diberikan, maka akan terkoyaklah “kirbat kulit” tua, dan anggur baru pun akan terbuang. Kirbat kulit yang tua menggambarkan sistem keagamaan Yahudi yang lama, dan telah bercampur dengan tradisi manusia. Hal itulah yang menghalangi tersimpannya air anggur baru, yaitu kebenaran dan prinsip hidup yang diajarkan oleh Kristus kepada mereka.

   Demikian pula yang terjadi sekarang. Gereja masa kini hampir sama keadaannya di zaman Yesus, dimana banyak “anggur baru” disediakan bagi gereja, tapi gereja mempertahankan “kirbat kulit” tua, yaitu sistem yang dipengaruhi tradisi manusia yang bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan. Hal inilah yang membuat gereja masa kini tidak mengalami anggur baru dan cara hidup baru sesuai apa yang          disediakan oleh Kristus bagi gerejaNya. 

Kirbat Yang Baru

Jika kita merindukan anggur baru yang dicurahkan kepada kita pada tahun 2020 ini, maka kita harus mempersiapkan diri untuk mengubah kirbat kulit tua menjadi kirbat kulit baru. Kirbat kulit berkaitan dengan kondisi hati kita. Apakah kita bersedia memiliki hati yang siap sedia untuk berubah? Apakah kita memembiarkan Tuhan menyingkapkan konsep dan sistem hidup lama, yang dipengaruhi oleh tradisi manusia yang bertentangan dengan firman Tuhan. Tradisi manusia adalah kebiasaan hidup yang digerakkan oleh konsep dan sistem yang tertanam di pikiran kita. Itu sebabnya, sepanjang tahun lalu, Tuhan telah mempersiapkan kita dengan mengajarkan kita bagaimana menyingkirkan pikiran-pikiran yang bertentangan dengan firman Tuhan dengan membangun kebiasaan-kebiasaan yang baik sesuai dengan   firman Tuhan.

Mari kita terus mempraktekkan prinsip transformasi hati tersebut pada tahun ini. Hendaklah kita aktif membiarkan Tuhan menyingkapkan segala hal yang salah, yang bertentangan dengan firman yang tertanam di pikiran kita. Singkirkan pikiran tersebut dan terima “anggur baru,” yaitu kebenaran dan cara hidup dari Tuhan. Tanamkanlah kebenaran tersebut dalam pikiran kita. Bila kebenaran-kebenaran (anggur baru) itu tertanam di pikiran kita, maka kita menjadi tanah hati yang baik, yang pasti menghasilkan buah.

Terima Anggur Baru 

Jika hati dan pikiran kita siap untuk berubah, maka Tuhan mencurahkan anggur yang baru kepada kita. Marilah kita memulai sebuah permulaan baru di tahun 2020 ini. Kita mempraktekkan kebenaran-kebenaran yang diberikan oleh Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Ada beberapa hal yang merupakan “anggur baru,” yang akan kita praktekkan dengan “kirbat kulit” baru: 

Tahun ini Tuhan mau kita mempraktekkan dan menjalani panggilan sebagai orang percaya. Semua orang Kristen harus belajar menginjil,memuridkan, menggembalakan, dan melayani. Semua tradisi manusia yang sudah tertanam di pikiran kita selama ini, yang mempercayai bahwa hanya kaum “pendeta,” para fulltimer, atau orang-orang yang dipanggil khusus saja yang melayani harus dibersihkan. Semua orang percaya (anggota jemaat) harus mau berlatih tahun ini untuk menjadi murid-murid yang siap melayani. Setiap jemaat didorong untuk masuk dan bergabung dalam komunitas sehingga bertumbuh dan menjadi sehat rohani dan siap membangun rumah Tuhan dengan mempraktekkan gaya hidup saling yaitu saling mengasihi,saling memperhatikan, saling membangun, saling memberkati, dan saling menolong.

Semua jemaat yang ada harus siap berjejaring satu sama lainnya sabagai tubuh Kristus  untuk menjangkau jiwa bersama-sama. Kita harus menyingkirkan konsep-konsep berjemaat yang tidak alkitabiah, yang berasal dari tradisi-tradisi manusia, yang bertentangan dengan firman dari pikiran-pikiran yang sia-sia (Efesus 4:17-32)

Komsel (Mer-C Com) dan Persekutuan 

Semua “anggur baru” dapat ditampung bila kita menyediakan kirbat kulit baru. Saya percaya kirbat kulit baru bukan hanya berbicara dalam kaitan dengan hati, tetapi juga berbicara mengenai “wadah” atau sistem gereja yang ada. Semua kebenaran dan cara hidup (anggur baru) yang diberikan kepada kita oleh Tuhan tidak mungkin efektif dipraktekkan bila tidak ada “wadah” (kantong kulit) yang cocok. Wadah / sistem gerejanya harus mendukung kebenaran / prinsip hidup yang disediakan oleh Tuhan. Saya yakin wadah / sistem gereja adalah komsel dan persekutuan. Contoh: tidaklah mungkin kita sebagai jemaat dapat mempraktekkan imamat orang percaya bila setiap jemaat tidak hidup di dalam komsel dan mempraktekkan persekutuan. Tidak mungkin para pengerja mempraktekkan gaya hidup saling mengasihi, bila mereka tidak pernah kumpul sebagai sebuah komsel dan hidup dalam persekutuan. Mereka tidak mungkin memultiplikasikan gaya hidup itu dengan efektif bila mereka tidak menularkannya kepada jiwa-jiwa baru. 

Oleh sebab itu, pada tahun ini pastikan agar setiap hidup kita memiliki “kirbat kulit” baru. Kita akan memastikan agar setiap kita tertanam dalam Mer-C Com (Komsel) dan mempraktekkan persekutuan. Mari buang semua hal yang selama ini menghalangi kita untuk mengaplikasi apa yang menjadi kehendak Tuhan di tahun ini. Mari lepaskan semua kekecewaan yang pernah kita alami, dan mari buang semua dalih atau alasanpun apapun yang membuat kita tidak menurut kehendak Tuhan.
Saya percaya setiap pribadi jemaat yang mempraktekkannya akan mengalami bahwa hidupnya akan “tertanam lebih dalam, bertumbuh dengan kuat, dan berbuah lebih lebat sehingga tahun ini akan menjadi tahun multiplikasi bagi kita. Selamat mengalaminya, Tuhan Yesus Memberkati.