"Negerimu menjadi sunyi sepi, kota-kotamu habis terbakar; di depan matamu orang-orang asing memakan hasil dari tanahmu. Sunyi sepi negeri itu seolah-olah ditunggangbalikkan orang asing."
(Yesaya 1:7)
"3 Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan!
4 Luputkanlah orang yang lemah dan yang miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik!"
(Mazmur 82:3-4)
Apa yang Yesus ingin kita pahami tentang tujuan hidup kita saat Dia menyebut gereja sebagai "garam dunia"?
Apakah kita telah membuat Kristus bersinar dalam kita melalui perkataan dan perbuatan kita dengan baik? Langkah apa yang dapat kita lakukan, baik sebagai pribadi maupun sebagai gereja, supaya kita dapat menjadi saksi Yesus yang lebih setia dan efektif?
Menjadi garam mungkin berarti berkomitmen untuk berdoa bagi mereka yang tinggal di negara-negara yang sedang berperang. Menjadi terang mungkin berarti memberikan bantuan untuk mereka yang hidup dalam kemiskinan. Gereja harus mengusahakan keadilan bagi mereka yang tertindas dan mengasihi mereka yang terpinggirkan, sama seperti yang Yesus lakukan.
Dalam buku Keadilan yang Murah Hati, Tim Keller, pendeta yang juga teolog, menulis, "Saat Alkitab berbicara tentang mengusahakn keadilan, itu artinya kita harus melakukan sesuatu yang dapat menghasilkan komunitas yang rakyatnya sejahtera, kita harus memperbaiki kain damai sejahtera yang telah lapuk. Keadilan terjadi saat kita berfokus pada kebutuhan mereka yang kekurangan."
Yesus memanggil dan menugaskan gereja untuk ambil bagian dalam misi Tuhan untuk menebus dan memulihkan semua ciptaan. Untuk renungan kelompok kecil tentang Garam & Terang, unduh kajian mendalam Tearfund, Apa Bagian Saya: Menemukan Tempat Anda dalam Misi Tuhan.