Pada bulan Januari yang lalu, kita sudah belajar tentang penjabaran tentang Visi, Motto, Kata kunci dan Makna Visi tahun 2022. Sebagai gembala jemaat saya ingin kembali mengingatkan kembali bahwa Visi gereja kita adalah Level Up diambil dari nats Kisah Para Rasul 2:41-47, Motto-nya adalah Learn, Led, Do. Kata kunci yang wajib diingat adalah Patient (Sabar), Diligent (Rajin), Win (Sungguh-sungguh mengupayakan) dan Impact (Membawa perubahan). Makna dari visi Level Up adalah oleh pertolongan Roh Kudus, semua jemaat mengalami peningkatan dalam semua bidang kehidupan, baik secara rohani maupun secara jasmani.
Pada bulan Februari ini kita akan belajar firman Tuhan lebih dalam lagi dari nats Kisah Para Rasul 2:41-47. Tema bulan Februari ini adalah Joy In Teaching atau Sukacita Dalam Pengajaran.
THE APOSTLES TEACHING: KATA YESUS, AJARLAH MEREKA!
Kita tahu bahwa pada peristiwa Pentakosta di Loteng Yerusalem, para murid Yesus yang berjumlah 120 orang, mereka mengalami kejadian yang supranatural yaitu mereka dibaptis dalam Roh Kudus, bukti tanda mereka dibaptis Roh Kudus adalah mereka berkata-kata dalam bahasa roh (Kisah 1:15; 2:1-4). Kemudian rasul Petrus tampil menjelaskan peristiwa pencurahan Roh Kudus sebagai penggenapan nubuat dari nabi Yoel.
Pada waktu hari Pentakosta, rasul Petrus memberitakan injil yaitu tentang kematian dan kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, dia mengutip beberapa ayat-ayat firman Tuhan dari kitab perjanjian lama kepada orang banyak yang hadir di situ, dan Roh Kudus bekerja di hati setiap orang yang sedang mendengarkan perkataan Petrus, sehingga pada hari itu ada 3000 orang yang mau percaya kepada Yesus Kristus, mereka diperintahkan oleh rasul Petrus untuk bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus dan memberi diri dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kis 2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
Setelah membaptis orang percaya baru ini, tindakan yang dilakukan oleh para rasul kepada orang adalah mengajar mereka. Di dalam tulisan ini ada kutipan ayat dari Kisah 2:42 dari berbagai terjemahan dengan tujuan agar jemaat MER-C mendapatkan makna dan pemahaman yang lebih dalam dari ayat ini yaitu
Kis 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Terjemahan TB (Terjemahan Baru). Kis 2:42 Dengan tekun mereka belajar terus dari rasul-rasul dan selalu berkumpul bersama-sama. Mereka makan bersamasama dan berdoa bersama-sama. Terjemahan BIMK (bahasa Indonesia masa kini)
Kisah 2:42 Mereka menggabungkan diri dengan saudarasaudara seiman, mengikuti pengajaran rasul-rasul, dan menghadiri persekutuan doa serta mengadakan Perjamuan Tuhan. Terjemahan FAYH (Firman Allah Yang Hidup) Kisah 2:42 Mereka rajin mempelajari ajaran para rasul, dan juga sering berkumpul dalam persekutuan, berdoa bersama dan makan bersama (termasuk Perjamuan Kudus). Terjemahan TSI (Terjemahan Sederhana Indonesia) Kis 2:24 Maka segala orang itoe tetep dalem pengadjaran segala rasoel dan dalem persakoetoan, dan dalem makan roti, dan dalem meminta-doa. Terjemahan Klinkert Tahun 1863 Dari 5 terjemahan di atas, kita mendapatkan makna dan pemahaman yang lebih jelas dan luas dengan penekanan kata yang berbeda-beda tentang bertekun dalam pengajaran. Kita juga menemukan bahwa para rasul mengambil tugas dan tanggung jawab mereka terhadap orang-orang percaya baru dengan cara memberikan pengajaran. Ingatlah! 3000 orang percaya baru ini adalah orang-orang yang sama sekali tidak mengetahui tentang Yesus
Alkitab Perjanjian baru, memberitahukan bahwa Yesus Kristus selama 3,5 tahun berjalan keliling bersama-sama dengan para muridNya ke berbagai tempat untuk mengajar, memberitakan Injil Kerajaan Allah dan menolong orang banyak (Mat 4:23; 9:35; Kis 10:38). Dan selama 3,5 tahun itu Yesus juga mengajar kepada para muridNya tentang kebenaran Kerajaan Allah (Mark 9:31; Luk 12:1).
Setelah kebangkitanNya dari antara orang mati, Yesus memberikan perintah kepada para muridNya agar mereka pergi ke seluruh dunia, memberitakan Injil, membaptis orang yang percaya dan mengajar mereka agar orang percaya baru ini menjadi murid Yesus. PerintahNya ini disebut Amanat Agung yang tertulis dalam injil Matius 28:19-20 (bnd Mark 16:15-16) Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, Mat 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Dari perintah amanat agung di atas, kita mendapatkan ada 4 kata perintah yaitu pergilah, jadikanlah murid, baptislah dan ajarlah. Dari 4 kata perintah ini, yang benar-benar merupakan kata perintah yang harus dilakukan terus menerus adalah menjadikan murid. Sedangkan kata perintah yang lainnya yaitu pergi, baptis dan ajar merupakan cara supaya orang percaya baru menjadi murid Yesus. Yesus memerintahkan para rasul untuk mengajar setiap orang percaya baru agar mereka melakukan perintah Yesus yang telah disampaikan Yesus kepada para rasul.
Apa itu Pengajaran? Pengajaran adalah suatu proses yang memuridkan orang lain agar melakukan apa yang diajarkan oleh pengajarnya. Seperti yang dilakukan oleh para rasul sebagai murid Yesus, mereka selalu bersama-sama dengan Yesus dan diajar oleh Yesus, akhirnya mereka berbicara seperti Yesus, mengikuti contoh Yesus, mengajar dan menyampaikan apa yang disampaikan oleh gurunya yaitu Yesus. Kehendak Yesus bagi orang percaya baru adalah agar mereka menjadi muridNya dan melakukan apa yang diperintahkan olehNya. Dari sini kita dapat menemukan alasan yang tepat mengapa dalam Kisah 2:42 para rasul langsung mengajar orang percaya baru dan para rasul ini melakukan pengajarannya ini dengan sikap tekun dan secara konsisten, oleh karena adanya perintah langsung dari Yesus Kristus. Kesigapan mereka untuk memberitakan Injil, membaptis dan mengajar merupakan wujud dari kasih dan ketaatan mereka kepada Yesus Kristus.
Untuk seseorang dapat menjadi seorang murid Yesus, kita bisa melihat dari akhir kotbah Petrus sebagai petunjuk bagaimana langkah-langkah seseorang dapat menjadi murid Yesus. Petrus mengatakan di akhir kotbahnya: Kis 2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
Kepada para pendengarnya rasul Petrus menantang mereka agar mengambil keputusan untuk:
1. Bertobat
Kata bertobat di sini adalah dari orang yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Kristus dan Tuhan menjadi percaya bahwa Yesus adalah Kristus dan Tuhan (Kisah 2:36). Bertobat di sini melibatkan pembaharuan pikiran.
2. Memberi diri dibaptis dalam nama Yesus Kristus
Memberi diri dibaptis adalah respon dari hati yang telah bertobat. Baptisan yang benar adalah bukti dari hati yang bertobat.
3. Menerima karunia Roh Kudus
Pemberian Roh Kudus merupakan penggenapan janji Bapa kepada orang yang percaya kepada Yesus Kristus (Kis 1:4-5).
4. Menerima ajaran dari para rasul (Kisah 2:42).
Pengajaran yang dilakukan oleh para rasul harus mencapai tepat sasaran yaitu mereka menjadi murid Yesus yang melakukan kehendak Yesus.
Dalam Kisah 2:41, dituliskan bahwa mereka yang mendengar kotbah Petrus, mengambil keputusan dan dikatakan dalam ayat ini : Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Kalimat yang mengatakan orang orang yang menerima perkataanya itu dalam terjemahan yang lain dinyatakan dengan kalimat Then they that gladly received his word were baptized (KJV) (mereka dengan sukacita atau senang hati menerima perkataannya di baptis). Di sini kita melihat karya Roh Kudus yang luar biasa yaitu membuat hati para pendengar Injil dalam kotbah Petrus, mereka diberkati oleh Roh Kudus dengan hati yang bersukacita atau senang.
Jadi dapat kita simpulkan bahwa peningkatan kerohanian orang percaya baru dapat terjadi bila gereja melakukan perintah Yesus dalam amanat agung yaitu memberitakan Injil, membaptis dan mengajar. Gereja harus memberikan porsi yang besar yaitu pengajaran kepada mereka yang baru percaya dan dibaptis agar mereka dapat menjadi murid Yesus yang melakukan perintah Yesus.
THE IMPORTANCE OF TEACHING
Yesus memberitahukan kepada para rasul bahwa mereka harus mengajar orang percaya baru menjadi muridNya. Dengan mengatakan ajarlah, Yesus menyatakan bahwa pengajaran merupakan satu hal yang sangat penting bagi gerejaNya dan harus dilakukan. Yesus menghendaki agar orang-orang yang menjadi percaya oleh pelayanan mereka, harus diajar sebagaimana mereka diajar oleh Yesus.Alasan Yesus mengutus Roh Kudus kepada mereka adalah agar Roh Kudus mengajar dan mengingatkan mereka akan segala ajaran dan perkataan Yesus (Yoh 14:26). Di dalam tulisan rasul Paulus kepada jemaat di Efesus, dikatakan bahwa Yesus memberikan para rasul, para nabi, para penginjil, para gembala dan para pengajar untuk memperlengkapi orang percaya baru agar mereka bertumbuh sesuai dengan tujuan Kristus (Efesus 4:11- 13).
Dengan mengutus Roh Kudus dan memberikan para pemimpin di dalam gerejaNya, Yesus menyatakan bahwa orang percaya baru harus diajar dengan benar dan diperlengkapi dengan benar supaya menjadi muridNya yang benar. Kata murid dalam bahasa Yunani adalah mathetes yang dimaknai sebagai orang yang diajar dan dilatih agar menjadi serupa dengan gurunya. Jadi target yang hendak dicapai dalam memberikan pengajaran dalam pemuridan adalah bukan supaya mereka menguasai pelajarannya melainkan supaya menjadi serupa dengan gurunya. Setiap orang Kristen tidak boleh beranggapan hanya cukup menjadi orang Kristen yang percaya saja kepada Kristus, tapi setiap orang Kristen harus mencapai tujuan hidupnya yaitu menjadi murid Kristus yang serupa dengan Yesus.
Permasalahan yang terjadi di jaman sekarang adalah kita menjumpai kurangnya pengetahuan Alkitab yang murni di kalangan jemaat Kristen yang dewasa. Mereka sudah lama menjadi orang Kristen tetapi tidak memiliki pengetahuan Alkitab yang utuh. Permasalahan ini terjadi disebabkan oleh karena tidak adanya pengajaran yang memadai bagi jemaat dan kurang kepemimpinan di dalam gereja lokal yang berperan secara konsisten untuk mengajar. Pengajaran kepada jemaat merupakan hal yang sangat penting bagi Yesus dan bagi jemaat itu sendiri. Dengan pengajaran yang benar jemaat menjadi individu-individu yang hidup dalam persekutuan yang benar dengan Allah Bapa di dalam Yesus Kristus di bawah pimpinan Roh Kudus. Jemaat memiliki pengenalan akan Yesus Kristus dan tinggal di dalam Dia senantiasa. Di dalam Alkitab ada banyak ayat-ayat yang dinyatakan kepada kita baik yang ada dalam PL maupun dalam PB bahwa Allah menginginkan agar umatNya diajar agar supaya mereka menjadi umat yang dapat melakukan kehendakNya. Alkitab juga menerangkan bahwa Allah menghendaki untuk mengajar umatNya dan Dia memperkenalkan diriNya sebagai Pengajar dan Penasihat (Maz 32:8). Kata-kata yang berhubungan dengan pengajaran di dalam Alkitab yang berbicara tentang didikan atau pengajaran yaitu:
A. Dalam Perjanjian Lama:
1. Lamath (Ul 4:5,10; Yer 31:34) artinya memukul dengan tongkat dan memberikan kata-kata dorongan, di sini mengajar atau mendidik difokuskan pada disiplin, mendorong, membimbing dan melatih agar takut kepada Tuhan.
2. Be-ne (Maz 119:34) diartikan menanggapi, memahami, mengerti dan mampu memisahkan. Pengajaran berguna dengan memampukan orang untuk mengerti membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
3. Alaph (Ams 22:25), mengajar berarti memampukan seseorang untuk mengenal secara dekat dan semkin jelas.
4. Zahar (Kel. 18:20). Artinya menyinari atau menerangi. Hubungannya dengan pengajaran ialah seorang guru harus memberikan penjelasan sebaik mungkin kepada peserta muridnya agar dapat memahami dengan jelas apa yang disampaikan. 5. Sakal (Ams. 16:20). Artinya mendapat pandangan baru. Jika dikaitkan dengan pengajaran berarti guru memberikan pengajaran dan murid mendapatkan pandangan yang baru.
B. Dalam Perjanjian Baru:
1. Didasko artinya menggambarkan, memanggil untuk mengambil keputusan, menyapa orang dengan kehendak Allah bagi mereka secara utuh. Di dalamnya juga mengandung pengertian doktrin atau ajaran. Kisah 2:42
2. Paideuo artinya memberikan bimbingan, mengajar dan melatih. Kata ini dimaknai sebagai tindakan koreksi dan disiplin. 1 Kor 11:32. 3. Matheteuo artinya menjadikan murid yang memiliki loyalitas dan pengabdian. Seorang murid (Mathetes) diajar agar menjadi pribadi yang loyal dan mengabdi kepada Yesus Kristus. Mat 28:19-20.
3. Oikodomeo artinya membangun atau membentuk yaitu mengajar untuk meningkatkan kualitas kerohanian sehingga bertumbuh menjadi dewasa. 1 Kor 3:9; 1 Pet 2:5
Tujuan para rasul bertekun secara terus menerus mengajar orang percaya baru supaya mereka menjadi murid Yesus yaitu
1. Agar menjadi murid Kristus yang bertumbuh .
Mereka diharapkan bertumbuh dalam iman dan tidak mudah untuk diperdaya atau diombang-ambingkan oleh ajaran-ajaran yang salah. Efesus 4:12-15, 2 Kor 11:3. Pengajaran sehat yang bersumber dari kebenaran Alkitab menjadi sumber yang memberikan peningkatan iman mereka. (Roma 10:17). Allah menghendaki pertumbuhan. Kita juga harus menyadari dengan baik bahwa pertumbuhan iman jemaat adalah karya Allah melalui firmanNya yang diajarkan kepada mereka. Rasul Paulus menegaskan hal ini bahwa pertumbuhan adalah pekerjaan Allah, bukan pekerjaan manusia (1 Kor 3:6-8).
2. Agar menjadi murid Kristus yang mengenal Allah dan Yesus Kristus dengan benar.
Melalui pengajaran para rasul jemaat belajar bagaimana bersekutu dengan Kristus Yesus dan hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus. Mereka diajar mengenal Bapa di sorga dan mengenal Yesus Kristus (Yoh 17:3); Bertumbuh melalui pengajaran untuk mengenal Bapa dan Yesus dalam pertolongan Roh Kudus (Efe 1:17; 4:20); Mereka menjadi murid yang loyal dan taat kepada Kristus. Efesus 1:15; 4:13-15.
3. Agar menjadi murid Kristus yang dewasa.
Mereka diharapkan dapat mempraktekan perintah utama yaitu kasih persaudaraan (Yoh 13:34-35). Mereka menjadi murid yang kuat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi segala macam rintangan dalam pengiringan mereka kepada Yesus Kristus. Mereka dibekali pengertian bahwa hidup dalam kerajaan Allah bukanlah hal yang mudah, mereka akan mengalami banyak sengsara. Allah memakai segala sesuatu untuk membentuk orang percaya baru menjadi pribadi yang serupa dengan AnakNya Yesus Kristus. Matius 10:16-25; Luk 21:12; Kisah 14:22; Roma 8:28-30; Yak 1:2-4.
4. Agar supaya orang percaya menjadi murid Kristus yang berdaya guna. Matius 28:19-20
Orang percaya baru ini dimuridkan agar mengalami perubahan hidup dan mereka diharapkan dapat memuridkan orang percaya baru lainnya, sehingga jumlah orang percaya semakin bertambah baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Mereka menjadi saksi Yesus yang efektif dan berfungsi dengan baik di dalam tubuh Kristus, mereka melayani Kristus. Mereka menjadi pribadi yang melayani Kristus dalam pemberitaan Injil di mana pun mereka berada.
MY RESPONSE
Di atas telah diuraikan tentang The Teaching of Apostles dan The Importance of Teaching, yang menjelaskan kepada kita bahwa menjadi murid Yesus bukanlah sebuah pilihan (mau atau tidak) melainkan sebuah perintah dari Yesus Kristus agar semua orang yang percaya kepada berita Injil, memberi diri dibaptis dan mau diajar agar supaya menjadi murid Yesus yang melakukan perintahNya. Menjadi murid Yesus adalah keharusan.
Oleh sebab itu respon dari hati kita ketika diajar tentang kebenaran ini menjadi sangat penting agar supaya kita menjadi murid Yesus. Oleh pertolongan Roh Kudus kita dengan tekun dan rajin mengembangkan kualitas rohani kita dengan:
1. Menjadi murid Yesus yang mau diajar.
Mau diajar dengan cara memberi diri yang dilandaskan dari kerelaan hati (Kis 17:11, Yak 1:19). Di dalam menerima firman Tuhan kita juga diperingatkan untuk tidak mengeraskan hati kita. Sebaliknya hati kita dengan lemah lembut menerima firman Tuhan.
2. Menjadi murid Yesus yang rendah hati dalam menerima pengajaran(Maz 25:9).
Kerendahan hari menolong kita untuk terhindar dari dosa kesombongan atau sikap yang tidak peduli atau acuh tak acuh.
3. Menjadi murid Yesus yang memegang firman Tuhan (Amsal 3:1;4:4)
4. Menjadi murid Yesus yang melakukan firmanNya.
Melakukan firman Tuhan adalah ciri seorang murid Yesus. Yesus menegaskan jika para murid melakukan perintahNya, semua orang akan tahu bahwa kita dalah murid Yesus ( Yoh 8: 31; 13:35: Yak 1:22)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar