Baru-baru ini dunia kuliner dihebohkan dengan sebuah tuntutan hukum yang dilayangkan oleh seorang konsumen kepada restoran cepat saji. Restoran tersebut dituntut untuk memberikan pernyataan maaf secara terbuka karena pesanan burger yang diterima konsumen tersebut tidak sesuai dengan ekspektasinya, yaitu gambar yang ditampilkan di menu.
Tuntutan yang diberikan sungguh tidak main-main, bila restoran cepat saji tersebut tidak meminta maaf maka di antaranya restoran tersebut dituntut denda sebesar 2 miliar rupiah berdasarkan Undang-undang Perlindungan Konsumen, belum lagi tuntutan immateriil yang diajukan oleh pihak penuntut sebesar 2 miliar dan memberi makan kepada anak yatim piatu di seluruh kota tersebut, serta memecat karyawan yang menyiapkan menu yang dipesan oleh konsumen tersebut.Inilah yang disebut dengan bahaya ekspektasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ekspektasi memiliki arti pengharapan. Ekspektasi sebenarnya adalah hal yang lumrah, namun akan jadi berbahaya bila ekspektasi itu menjadi berlebihan. Ekspektasi yang berlebihan biasa datang dari sifat suka membanding-bandingkan yang kemudian membuahkan iri hati dan ini bisa berakibat cukup fatal dalam sebuah hubungan. Inilah yang melatarbelakangi terbunuhnya Habel oleh kakaknya, Kain. Padahal firman Tuhan mencatat bahwa Habel memang mempersembahkan bagian yang terbaik kepada Tuhan (lihat Kejadian 4:4 BIMK), sementara Alkitab tidak mencatat bahwa Kain mempersembahkan bagian yang terbaik dari hasil panen ladangnya. Kain hanya mempersembahkan sebagian dari hasil ladangnya saja. Apakah selama ini kita juga suka membanding-bandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain? Sikap seperti ini hanya akan menghasilkan kekecewaan, dan membuka celah bagi sikap iri hati untuk menguasai hidup kita, dan menjadikan kita menuntut orang lain menurut standar dan keinginan kita.
Berhentilah berekspektasi yang berlebihan, karena itu hanya akan menghambat kita untuk mengembangkan potensi yang ada di dalam diri kita. Milikilah hati yang bersyukur dan fokuslah pada benih potensi yang Tuhan telah tempatkan dalam diri kita masing-masing, kembangkan itu dengan maksimal dan berikan yang terbaik untuk kemuliaan nama Tuhan. Ketika Anda melakukan hal itu, maka niscaya peluang terbaik akan datang menghampiri hidup Anda dan Tuhan akan memakai Anda untuk memberikan pengaruh orang lain. [HS]
REFLEKSI DIRI
1. Apa ekspektasi kehidupan Anda selama ini dan apa yang memicu ekspektasi Anda tersebut?
2. Renungkan dan sebutkan 5 hal yang dapat Anda syukuri dalam hidup Anda.
YANG HARUS DILAKUKAN
Berhenti membandingkan diri Anda dengan orang lain dan berekspektasi berlebihan atas sebuah keadaan. Bangunlah sikap hati bersyukur dan fokus pada potensi yang Allah berikan dalam hidup Anda.
Tuhan Yesus, aku mohon ampun bila selama ini aku memiliki ekspektasi yang berlebihan atas hidupku karena aku melihat kehidupan orang lain. Aku mau belajar bersyukur dan fokus pada potensi yang telah Engkau berikan di dalam hidupku. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar