Ada saatnya kita merasa tidak mampu terutama ketika tantangan berada di luar kemampuan kita. “Saya tidak cukup kuat, saya tidak cukup berpengalaman, saya tidak cukup berbakat, saya tidak cukup berani.” Seringkali ketika ini terjadi, alih-alih mengalami kemajuan, kita malah berlari ke arah yang berlawanan, menjauh dari tantangan dan menghindari tugas yang Tuhan berikan kepada kita. Semakin kita merasa takut, semakin kita dikendalikan oleh perasaan tidak mampu, yang mempengaruhi keputusan yang kita buat, langkah yang kita ambil, dan pada akhirnya masa depan kita.
Rasul Paulus tidak pernah berkata bahwa ia mampu menyelesaikan semua yang Tuhan perintahkan untuk ia lakukan. Ia hanya belajar untuk melihat melampaui kekurangannya sendiri pada kecukupan Kristus. Tidak seperti bangsa Israel ketika berdiri di tepi Tanah Perjanjian. Mereka diliputi rasa takut karena ukuran dan kekuatan musuh yang sangat besar. Sebagai akibat dari penolakan mereka untuk mempercayai Tuhan dan bergerak maju, orang-orang Israel itu tidak pernah melihat Tanah Perjanjian yang sebenarnya merupakan milik mereka (Keluaran 1:30-35).
Kesempatan sering hilang ketika kita membiarkan rasa takut menguasai iman kita. Ketidakmampuan seharusnya mendorong kita mendekat kepada Tuhan. Ketika kita menyadari suatu situasi lebih besar dari yang dapat kita tangani, kita dengan cepat membaca firman Tuhan dan berdoa memohon bimbingan dan kekuatan. Kita dimampukan ketika mengandalkan kekuatan Roh Kudus. Tidak ada batasan untuk apa yang dapat Ia lakukan melalui orang yang bersedia memberikan kendali penuh kepada-Nya. Ketika kita menerima tantangan dan melangkah untuk mengembangkan dan menggunakan apa yang telah Ia berikan kepada kita, kita tidak sendirian. Tuhan menyertai kita. Tuhan mengasihi kita dan memiliki harapan yang besar untuk kita. Dalam Efesus 2:10 dikatakan: “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya.”
Tuhan menaruh potensi besar dalam diri setiap kita. Ketidakmampuan menantang iman kita. Paulus berkata kesanggupan kita adalah pekerjaan Allah (2 Korintus 3:5).
Mereka yang fokus pada janji ini dan melangkah maju dalam ketaatan akan bertumbuh dalam iman. Tuhan tidak membiarkan kita sendiri. Biarlah kita berdoa meminta arahan-Nya, meluangkan waktu untuk mendengarkan-Nya (Amsal 3:5-6), dan menyingkirkan perasaan takut dan ragu untuk melangkah keluar dan melakukan hal-hal yang Tuhan perintahkan kepada Anda.
Janganlah kita terjebak dalam ketakutan, tekanan, dan frustrasi yang menyertai perasaan tidak mampu. Ketika Tuhan memanggil kita untuk hal-hal yang sepertinya di luar kemampuan kita, andalkan Tuhan dan lepaskan ketakutan. Kita tidak melangkah dengan rasa percaya kepada diri sendiri, tetapi kita memiliki kepercayaan di dalam Tuhan. Kita akan menemukan kesetiaan Tuhan. Tuhan akan bekerja di dalam kita dan melalui kita. Tuhan akan memberdayakan kita agar kita dapat hidup sesuai dengan rencana yang telah Ia tetapkan. Kita dapat melakukan semua yang harus kita lakukan karena kehadiran dan kuasa Yesus di dalam kita, dan kita dapat berkata, “Aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku” (2 Korintus 12:9).
Saat ini, apa peluang yang ada di hadapan Anda, tetapi Anda merasa tidak mampu, sehingga akhirnya Anda menghindar dari hal yang seharusnya Anda lakukan?
Coba renungkan bagaimana Anda mengatasi perasaan tidak mampu sehingga Anda dapat terus bergerak maju?
Jangan biarkan rasa takut akan ketidakmampuan menghalangi kita untuk memenuhi tujuan Tuhan di dalam hidup kita. Andalkan Tuhan, ambil keberanian dan bergeraklah maju.
Berdoalah dan perkatakan Filipi 4:13 "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."
Tuhan Yesus memberkati 🙏
Yes , haleluya ,amen 🙏😇
BalasHapus