Batu Besar atau Kecil?

 


Lagipula dengan keluar masuk rumah orang, mereka membiasakan diri bermalas-malas dan bukan hanya bermalas-malas saja, tetapi juga meleter dan mencampuri soal orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas. 1 Timotius 5:13


Seorang guru mengeluarkan ember dan mengisinya dengan batu-batu sebesar kepalan tangan. Guru itu terus mengisi hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember. Guru itu bertanya kepada murid-muridnya, "Apakah ember ini telah penuh?" Semua murid serentak berkata, "Yal" Guru itu mengeluarkan sekantung kerikil kecil dan menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil- kerikil itu turun ke bawah. Lagi-lagi guru itu bertanya kepada murid-muridnya, "Sekarang, apakah ember ini telah penuh?" Lagi-lagi, muridnya menjawab, "Ya."Guru itu kemudian mengambil sekantong pasir dan menuangkannya ke ember. Pasir itu ternyata masih bisa masuk mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil.


Ilustrasi klasik itu mengajarkan kepada kita, "Bila kita tidak memasukkan batu besar terlebih dahulu, maka kita tidak akan bisa memasukkan semuanya." Apakah "batu besar" atau hal-hal penting dalam hidup kita? Apakah itu hobi, penggunaan gadget, chating, gosip? Tentu saja tidak! Ingatlah untuk selalu memasukkan "batu besar" (hal yang penting) atau kita akan kehilangan semuanya. Bila kita mengisi hidup kita dengan "batu kecil, kerikil, atau pasir", maka waktu kita akan habis untuk mengurus hal-hal yang tidak penting dan sia-sia. Jika kita tidak bisa mengatur waktu dengan baik, maka hal-hal kecil akan memakan" hal-hal yang besar. Kita tidak akan punya waktu untuk melakukan hal-hal penting, jika hidup kita direcaki dengan hal-hal sepele yang tidak penting.


Punya hobi itu diperbolehkan, tapi hobi tetaplah "batu kerikil" Chating dan bersosial media juga tidak dilarang, tapi itu tetaplah "pasir". Jika ember sudah diisi dengan batu kerikil dan pasir, bagaimana kita bisa mengisinya dengan batu besar? Jika waktu kita sudah habis untuk melakukan hal-hal itu, bagaimana mungkin kita bisa mengerjakan perkara-perkara besar yang lebih penting? Bukankah Tuhan dan kerajaan Allah adalah perkara yang lebih penting? Bukankah keluarga, pekerjaan, dan hal hal yang berdampak positif bagi sesama adalah hal yang lebih penting? Milikilah prioritas waktu yang benar, maka kita akan bisa memasukkan semuanya dalam kehidupan! [Petrus Kwik]


Prioritaskan waktu kita untuk hal-hal penting, atau kita akan kehilangan semuanya.


7 Aktivitas yang Membuang Waktu

7 Langkah Buat Waktu Anda Lebih Produktif

7 Tanda Sedang Membuang Waktu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar