Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Amsal 4 : 23
Apa yang kita minta saat berdoa pada Tuhan? Yang sakit akan meminta agar Tuhan menyembuhkan penyakitnya. Yang sedang membutuhkan biaya akan berdoa agar Tuhan mencukupkan biaya tersebut. Yang sedang mengalami masalah akan berdoa minta Tuhan memberi jalan keluar. Itu doa yang wajar dan sah-sah saja. Faktanya, Tuhan mau dan mampu mengubah dan memberi jalan keluar atas segala masalah kita. Namun, tahukah Anda bahwa kerap kali yang Tuhan mau bukan hanya mengubah situasi Anda? Kerap kali, la lebih ingin mengubah cara pikir kita dulu, baru situasi kita.
Mudah untuk Tuhan memulihkan kondisi Ayub, tapi la mau Ayub punya pengenalan yang benar akan Tuhan terlebih dulu (Ayb. 42:5). Mudah bagi Tuhan untuk mengambil duri dalam daging Paulus, tapi la mau Paulus punya cara pikir yang benar bahwa justru dalam kelemahannya, kuasa Tuhan akan makin sempurna (2 Kor. 12:7-9). Mudah bagi Yesus untuk menyembuhkan Lazarus dari jauh sekalipun, tapi la mau mengajar Maria, Marta dan para murid untuk belajar percaya lebih dulu (Yoh. 11:15). Nas hari ini bicara tentang menjaga hati. Dalam bahasa aslinya, "hati juga diterjemahkan sebagai pikiran. Ya, apa yang kita pikirkan, cara kita berpikir, akan sangat menentukan jalannya hidup kita.
Pertobatan pun bicara tentang perubahan pikiran (Ef. 4:23-24). Itu sebabnya, sangat penting untuk kita menguasai dan mengendalikan pikiran kita. Situasi buruk atau baik pun sering kali ditentukan oleh cara pikir kita. Orang pesimis dan negatif akan selalu merasa segala situasinya negatif. Tapi, mereka yang punya cara pandang positif dan bisa melihat dari perspektif Tuhan akan bisa melihat maksud baik-Nya di segala situasi kehidupan (Rm. 8:28). Maka, sangatlah penting untuk kita bisa menguasai pikiran kita. Menguasai pikiran artinya kita tak membiarkan situasi yang kita hadapi, entah itu berupa masalah, ucapan/sikap negatif orang lain, rasa sakit, pahit, sedih, kecewa yang kita rasakan, hingga godaan dosa, dst, menggiring kita berpikir dan bertindak yang sama. Bagaimana caranya? Penuhilah pikiran kita dengan kebenaran firman Tuhan. Minta Roh Kudus menuntun kita. Ubah pikiran kita yang berpatokan pada cara pandang dunia menjadi pikiran yang berkenan bagi Allah (Rm. 12:2), • ARC
Ubah cara pikir kita lebih dulu maka situasi kita akan ikut berubah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar