TUHAN MEMAKSUDKANNYA UNTUK KEBAIKAN


Kejadian 50:15-21

Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. (Kejadian 50:20)

Jika seseorang tidak memperlakukan Anda dengan benar hari ini, berusahalah untuk bersikap lebih ramah dibanding biasanya kepada orang tersebut. Jika suami Anda tidak sedang melayani Tuhan, jangan memukuli kepalanya dengan Alkitab Anda, sambil berkhotbah kepadanya, menggangunya, memaksanya untuk pergi ke gereja bersama Anda. Tidak, mulailah bersikap ekstra ramah kepadanya. Mulailah mengasihinya dengan cara baru. Alkitab mengajarkan, Kebaikan Tuhanlah yang menuntun orang kepada pertobatan” (lihat Roma 2:4). Kebaikan Tuhan yang diungkapkan melalui Anda akan mengalahkan kejahatan. Sahabatku, kasih tidak pernah gagal.

Jika ada orang yang mempunyai hak untuk membalas kejahatan, bukan dengan kasih, itu adalah Yusuf, pemuda yang terkenal dengan jubah pelanginya. Saudara-saudaranya begitu membencinya sehingga mereka melemparkannya ke dalam sebuah sumur yang dalam dan akan membunuhnya, tetapi ”dari kebaikan hati mereka” mereka memutuskan sebaliknya untuk menjualnya menjadi budak. Bertahun-tahun berlalu, dan Yusuf mengalami segala jenis masalah dan sakit hati. Tetapi yusuf menjaga sikap yang baik, dan Tuhan terus memberkatinya. Setelah tiga belas tahun dalam penjara untuk suatu kejahatan yang bahkan tidak dilakukanya, Tuhan secara ajaib mempromosikanya ke kedudukan tertinggi kedua di Mesir.

Yusuf memegang kuasa atas persediaan bahan makanan saat suatu bencana kelaparan melanda negeri itu, dan saudara-saudaranya pergi ke Mesir, dengan mengharapkan untuk bisa membeli persediaan makanan bagi keluarga-keluarga mereka. Pada mulanya mereka tidak mengenali Yusuf. Yusuf akhirnya berkata, Tidakkah kalian mengenali siapa aku? Aku adalah Yusuf, saudara kalian. Akulah orang yang kalian buang ke dalam sumur. Aku adalah orang yang kalian mau bunuh, saudara yang kalian jual ke dalam perbudakan.”

Dapatkah Anda membayangkan apa yang sedang berkecamuk dalam pikiran saudara-saudaranya? Bayangkanlah ketakutan yang pasti mencengkam hati mereka! Ini adalah kesempatan Yusuf untuk membalas dendam kepada saudara-saudaranya atas tahun-tahun kepedihan dan penderitaan yang telah mereka berikan kepadanya. Sekarang nyawa mereka ada di tangan Yusuf.

Yusuf bisa saja memerintahkan mereka dibunuh atau dipenjarakan seumur hidup. Tetapi Yusuf berkata Jangan takut. Aku tidak akan menyakiti kalian. Aku akan melakukan kebaikan kepada kalian. Aku akan memberikan kepada kalian semua bahan makanan yang kalian butuhkan.”

Tidak mengherankan tangan kemurahan Tuhan ada atasnya dalam suatu cara yang begitu kuat. Yusuf mengetahui bagaimana memperlakukan orang lain dengan benar.

Alkitab berkata Kasih tidak menyimpan dendam. Kasih tidak menahan pengampunan” (lihat 1Kor.13:5). Anda mungkin mengenal orang-orang dalam kehidupan Anda yang telah melakukan kesalahan besar kepada Anda, dan Anda mempunyai hak untuk marah dan pahit hati. Anda mungkin berpikir seolah-olah seluruh kehidupan Anda telah dicuri oleh seseorang yang telah salah memperlakukan Anda atau menipu Anda. Tetapi jika Anda mau memilih untuk melepaskan dendam Anda dan mengampuni mereka, Anda dapat mengalahkan kejahatan itu dengan kebaikan. Jika Anda melakukannya, Tuhan akan mencurahkan belas kasih-Nya dalam kehidupan Anda dalam suatu cara yang baru. Ia akan menghormati Anda; Ia akan memberikan upah kepada Anda dan Ia akan meluruskan kesalahan-kesalahan itu.

Saat Anda dapat memberkati musuh terjahat Anda dan melakukan apa yang baik kepada orang-orang yang telah mengambil keuntungan atau menganiaya Anda, itulah saat Tuhan akan mengambil kejahatan itu dan mengubahnya menjadi kebaikan. Tidak peduli apa yang telah Anda alami, tidak peduli siapa yang telah menyakiti Anda atau kesalahan-kesalahan siapa itu, lepaskanlah. Jangan berusaha membalas dendam. Jangan menyimpan dendam. Jangan berusaha membalas mereka. Tuhan berkata untuk memperlihatkan kemurahan. Berusahalah untuk kebaikan. Berusahalah untuk melakukan kebaikan.

Anda mungkin berpikir, tetapi itu tidak adil! Tidak, tidak demikian. Tetapi kehidupan memang tidak adil. Kita harus mengigat bahwa Tuhan adalah yang menegakkan keadilan. Ia memegang kendali. Dan saat Anda memberkati musuh-musuh Anda, Anda tidak akan pernah kalah. Tuhan akan selalu membalaskannya bagi Anda.