(KEJADIAN
13:1-18)
Tetapi
terhadap janji Allah
ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat
dalam imannya dan ia memuliakan Allah. (Roma 4:20)
Saat Anda memberkati orang
lain, Anda
tidak pernah kehilangan. Bahkan jika seseorang
mengambil keuntungan dari sifat baik Anda, Tuhan tidak akan
mengizinkan kemurahan
hati Anda
berlalu tanpa pahala. Misalnya, saat Tuhan
memberitahukan Abraham
untuk mengumpulkan keluarganya dan menuju suatu negri yang lebih baik, Abraham membawa seluruh hewan
peliharaan, ternak, keluarga, dan bahkan anggota
keluarga besarnya. Mereka berjalan selama
berbulan-bulan dan akhirnya sampai ke negeri
baru mereka.
Setelah tinggal di sana
beberapa lama, mereka
menyadari bahwa bagian negeri
di mana
mereka tinggal itu tidak sanggup menopang mereka dengan cukup makanan dan air
bagi semua orang dan hewan periharaan serta ternak mereka.
Abraham berkata
keponakannya Lot, “Kita
perlu berpisah.” Ia berkata, “Engkau memilih bagian
mana saja dari negeri ini yang engkau ingin miliki, dan aku akan mengambil
yang tersisa.” Perhatikanlah bagaimana baiknya Abraham kepada keponakannya.
Lot
memandang ke sekeliling
dan melihat sebuah lembah yang indah dengan padang-padang rumput yang hijau
lebat dan perbukitan serta danau-danau. Ia berkata, ”Abraham, itulah yang aku
inginkan. Itulah tempat bagian keluargaku
akan tinggal.” Abraham berkata, ”baiklah; pergilah dan kiranya
engkau diberkati.” Abraham bisa saja berkata, ”Lot, engkau tidak akan
mendapatkan tanah itu. Itulah tanah yang terbaik. Aku sudah melakukan
seluruh pekerjaan itu. Akulah yang memimpin
perjalanan ini. Tuhan
berbicara kepadaku, bukan
kepadamu. Akulah seharusnya mendapatkan
pilihan yang pertama.” Abraham tidak melakukan itu. Ia mengetahui bahwa Tuhan akan membalaskan
kebaikannya.
Tetapi
saya yakin setelah Abraham menyadari
apa yang tersisa baginya, ia
kecewa juga. Bagiannya adalah tanah terasing yang kering dan tandus. Pikirkanlah itu; Abraham telah menempuh
perjalanan jauh. Ia telah berusaha keras
dalam pencarian suatu kehidupan yang lebih baik untuk anggota keluarganya. Sekarang, karena kemurahan dan
kebaikan hatinya, ia dibuang untuk tinggal
di bagian
kumuh negeri
itu. Saya yakin ia berpikir, Tuhan, mengapa orang selalu mengambil keuntungan dari
kebaikan ku? Tuhan, mengapa aku selalu
mendapatkan kerugian? Anak itu, Lot, tidak akan mendapatkan
apapun jika aku tidak memberikan kepadanya
Mungkin Anda merasa bahwa Anda adalah orang yang
selalu memberi. Mungkin Anda adalah orang tua
dari seorang anak yang tidak tahu
berterima kasih. Mungkin mantan pasangan Anda sedang mengambil
keuntungan Anda
dalam penyelesaian perceraian. Mungkin
perusahaan Anda
sedang berbicara tentang “perampingan” setelah Anda memberikan kepada mereka
tahun-tahun terbaik kehidupan Anda.
Mungkin Anda
adalah orang yang selalu berjalan satu mil lebih jauh lagi. Anda adalah pembawa
damai dalam keluarga. Karena orang mengetahui Anda baik hati, murah hati, dan bersahabat, mereka cenderung
mengambil keuntungan dari Anda
atau tidak menghargai Anda.
Tetapi
Tuhan
melihat integritas Anda. Tidak ada yang Anda lakukan yang tidak
diperhatikan Tuhan. Ia mencatat semua itu, dan Ia akan memberikan upah
kepada Anda
pada waktunya yang tepat. Itulah yang Ia lakukan kepada Abraham.
Pada
dasarnya, Tuhan
memberitahukanAbraham, ”Karena engkau telah
memperlakukan kerabatmu dengan baik hati, karena engkau berjalan
satu mil lebih jauh lagi untuk melakukan apa yang benar, Aku tidak akan
memberikan kepadamu bagian kecil negeri itu; Aku akan memberikan kepadamu
berkat yang berkelimpahan. Aku akan memberikan kepadamu
ribuan dan ribuan hektar; mil
demi mil negeri itu. Semua yang dapat engkau
lihat akan menjadi milikmu.”
Jangan
lelah dalam melakukan apa yang baik. Tuhan adalah Tuhan
yang adil, dan
Ia
melihat tidak hanya apa yang Anda
sedang lakukan tetapi juga mengapa Anda
melakukannya. Tuhan
menghakimi motivasi-motivasi kita sama seperti tindakan kita. Dan karena Anda tidak mementingkan
diri sendiri, karena
Anda
memilih untuk memberikan kesempatan kepada orang lain, karena Anda berusaha untuk
kebaikan, suatu
hari nanti Tuhan akan mengatakan kepada Anda
seperti yang Ia
katakana kepadaAbraham, ’Sejauh yang dapat
engkau lihat, Aku
akan memberikannya kepadamu.”
Kadang-kadang
jika kita baik kepada orang lain dan kita berjalan satu mil lebih jauh, kita mempunyai kecendrungan
untuk berpikir, Aku
sedang membiarkan orang menginjak-injakku. Aku sedang membiarkan mereka
mengambil keuntungan dariku. Mereka sedang mengambil apa
yang menjadi hakku.
Saat
itulah Anda
harus berkata, ”Tak seorang pun yang
sedang mengambil apa pun dariku. Aku bebas memberikan nya
kepada mereka. Aku memberkati mereka
dengan sengaja, dengan
mengetahui bahwa Tuhan akan membalaskannya kepadaku.” Hari ini, carilah suatu
kesempatan untuk melakukan sesuatu yang ekstra untuk memberkati seseorang yang
tidak layak menerimanya. Tuhan akan menghormati Anda atas sikap Anda.