TABURKANLAH SEBUAH BENIH KHUSUS


(2 KORINTUS 9:1-15)

Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. (2 Korintus 9:7)

Beberapa orang Kristen dari abad pertama sedang bergumul untuk bertahan dalam kota Yunani Korintus. Alkitab berkata, ”Orang-orang itu sangat miskin dan bermasalah besar” (lihat 2Kor.8:2). Apakah  yang mereka lakukan dalam masa kebutuhan mereka? Apakah mereka berkata, ”Tuhan mengapa kami mendapatkan begitu banyak masalah yang menentang kami?” Tidak sama sekali. Firman Tuhan mencatat, ”Di tengah–tengah masalah mereka yang besar, mereka tetap penuh     sukacita dan mereka memberikan denga murah hati kepada orang-orang lain.” Perhatikanlah mereka menabur benih dalam masa kebutuhan mereka. Mereka mengetahui bahwa jika mereka mau menolong memenuhi kebutuhan-kebutuhan orang lain, Tuhan akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka.

Dalam masa kesukaran Anda, lakukanlah tepat seperti yang mereka lakukan. Pertama, tetaplah  penuh sukacita. Kedua, pergilah dan taburlah benih. Tolonglah orang lain, dan Anda akan ditolongkan.

Alkitab berkata, ”Berikanlah dengan murah hati, karena pemberian-pemberianmu akan kembali kepadamu kemudian. Bagikanlah pemberi-pemberianmu di antara banyak orang, karena di masa depan engkau sendiri mungkin sangat membutuhkan pertolongan.” (Pengkhotbah 11:1-2).         Perhatikanlah Tuhan sedang memberikan kepada kita sebuah prinsip di sini yang akan membuat kita memiliki persediaan kebutuhan-kebutuhan kita selama masa-masa sukar yang kadang-kadang datang. Berikanlah dengan murah hati sekarang karena di masa depan Anda mungkin membutuhkan pertolongan.


Tuhan sedang menyimpan sebuah catatan tentang setiap kebaikan yang pernah Anda lakukan. Ia sedang menyimpan catatan setiap benih yang pernah Anda tabur. Dan dalam masa kebutuhan Anda, Ia akan memastikan bahwa seseorang ada di sana untuk menolong Anda. Pemberian-pemberian murah hati Anda akan kembali kepada Anda. Tuhan telah melihat setiap senyum yang pernah Anda berikan kepada seorang yang sedang sakit hati. Ia memperhatikan setiap kali Anda berusaha keras untuk menolong. Tuhan telah menyaksikan saat Anda telah memberikan persembahan, bahkan memberikan uang yang mungkin sangat Anda butuhkan untuk diri Anda sendiri atau keluarga Anda. Tuhan sedang menyimpan catatan-catatan itu. Beberapa orang akan mengatakan kepada Anda bahwa tidak akan berbeda jika Anda memberi atau tidak, atau bahwa itu tidak akan berguna. Tetapi jangan dengarkan kebohongan-kebohongan itu. Tuhan telah berjanji bahwa pemberian murah hati Anda akan kembali kepada Anda (lihat Lukas 6:38).

Bertindaklah di balik doa-doa Anda. Jika Anda sedang mempercayai utnuk promosi di tempat kerja, jangan hanya berkata, ”Tuhan, aku bergantung kepada-Mu.” Tentu saja, Anda seharusnya berdoa, tetapi lakukanlah lebih banyak dibanding berdoa. Pergilah dan berilah makan orang miskin, atau lakukanlah sesuatu untuk memasukkan benih itu ke tanah yang Tuhan dapat berkati.         Pemberian-pemberian Anda akan naik sebagai peringatan di hadapan Tuhan.
Mungkin Anda sedang mengharapkan untuk memberikan sebuah rumah baru atau keluar dari utang. Taburlah benih khusus yang berhubungan dengan kebutuhan khusus Anda. Kita tidak dapat membeli kebaikan Tuhan, tetapi kita dapat melatih iman kita melalui pemberian kita.

Istri saya dan saya telah membuktikan prinsip ini berulangkali dalam kehidupan kami, tetapi salah satu peristiwa yang paling dikenang terjadi pada awal pernikahan kami saat kami memutuskan bahwa kami hendak menjual rumah kami dan membeli sebuah rumah biasa. Selama enam atau delapan bulan, kami tidka pernah menerima sebuah tawaran yang serius. Saat itu, kami sedang membuat pembayaran ganda kredit rumah kota tersebut, untuk membayar kredit utama lebih   cepat. Kami memutuskan untuk membuat satu pembayaran sesuai persyaratan, dan kami akan menabur bagian kedua uang itu sebagai benih, memberikannya untuk pekerjaan Tuhan, sambil mempercayai kemurahan Tuhan. Kami melakukan itu dengan penuh iman selama beberapa bulan, dengan mengharapkan rumah itu terjual.

Tuhan tidak hanya mendatangkan seorang pembeli kepada kami, tetapi Ia melakukan lebih dari yang kita dapat minta atau pikirkan. Kami menjual rumah kami dengan harga yang lebih baik dari yang kami harapkan sebelumnya!

Firmah Tuhan berkata, ”Jika kita memberi, Tuhan sanggup memberkati kita dengan memberikan kepada kita segala sesuatu yang kita perlukan dan lebih banyak lagi supaya tidak hanya cukup untuk kebutuhan-kebutuhan kita, tetapi kita akan mempunyai banyak yang tersisa untuk dapat kita berikan dengan sukacita kepada orang lain” (lihat 2 Korintus 9:8). Tuhan telah berjanji kepada kita bahwa jika kita memberi, Ia akan mengembalikan kepada kita, kemudian menambah lebih banyak lagi.

Mungkin Anda sedang mengalami keadaan yang sama dengan keadaan saya, dimana Anda sedang berdoa dan mempercayai dan mengharapkan untuk sesuatu berubah, tetapi sejauh ini, tidak ada yang telah terjdi. Mungkin Anda perlu menabur sebutir benih khusus. Taburlah waktu Anda.   Taburlah persembahan khusus. Lakukanlah sesuatu yang lain dari biasanya sebagai ungkapan iman Anda. Jika Anda mau melakukannya, Tuhan akan mulai mencurahkan kasih karunia-Nya dalam cara yang baru.

Sahabatku, jika Anda ingin menjalani kehidupan terbaik Anda sekarang, jangan memboroskan apa yang Tuhan telah berikan kepada Anda. Belajarlah menabur dalam iman. Ingatlah, saat Anda memberi, Anda sedang mempersiapkan jalan bagi Tuhan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan Anda sekarang dan di masa depan Anda.