PILIHLAH UNTUK BERBAHAGIA HARI INI


(YOHANES 14:13-31)

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:27)

Ini merupakan kebenaran yang sederhana tetapi luar biasa: Kebahagiaan adalah sebuah pilihan. Saat Anda bangun pada pagi hari, Anda dapat memilih berbahagia dan menikmati hari itu, atau Anda dapat memilih untuk tidak berbahagia dan memelihara sikap masam. Itu terserah Anda. Jika Anda membuat kesalahan dengan mengizinkan keadaan-keadaan Anda menahan kebahagiaan Anda, Anda menanggung resiko kehilangan kehidupan yang berkelimpahan.

Anda sebaiknya memilih untuk berbahagia dan menikmati kehidupan Anda! Jika Anda melakukannya, Anda tidak hanya akan merasa lebih baik, tetapi juga iman Anda akan membuat Tuhan muncul dan mengerjakan keajaiban-keajaiban. Tuhan mengetahui bahwa kita mempunyai kesukaran-kesukaran, pergumulan-pergumulan dan tantangan-tantangan. tetapi Ia tidak pernah memaksudkan supaya kita hidup satu hari “di khayangan“, dan hari berikutnya jatuh ke tempat sampah, kalah dan depresi karena kita mempunyai masalah. Tuhan ingin kita hidup dengan konsisten. Ia ingin kita menikmati setiap saat dalam kehidupan kita.


Untuk melakukannya, Anda harus belajar untuk hidup pada hari ini, sekali untuk sehari; lebih baik lagi, gunakanlah waktu sebaik-baiknya. Adalah baik jika kita bisa melihat pemandangan keseluruhan, menetapkan tujuan, menetapkan biaya dan membuat rencana, tetapi jika Anda selalu hidup di masa depan, Anda tidak pernah benar-benar menikmati masa kini dengan cara yang Tuhan inginkan bagi Anda.

Jika kita memusatkan perhatian terlalu besar untuk masa depan, kita sering frustrasi karena kita tidak mengetahui apa yang akan datang. Biasanya, ketidakpastian itu meningkatakan tekanan hidup dan menciptakan rasa tidak aman. Walaupun demikian, kita perlu memahami bahwa Tuhan telah memberikan kepada kita anugerah untuk menjalani kehidupan hari ini. Ia belum memberikan kepada kita anugerah untuk hari esok. Jika kita sampai hari esok, kita akan mempunyai kekuatan untuk melaluinya. Tuhan akan memberikan kepada kita apa yang kita butuhkan. Tetapi jika kita khawatir tentang hari esok sekarang juga, kita di takdirkan untuk menjadi frustrasi dan putus asa.

Dengan tindakan kemauan Anda, pilihlah untuk mulai menikmati kehidupan Anda sekarang. Belajarlah untuk menikmati keluarga Anda, sahabat-sahabat Anda, kesehatan Anda, pekerjaan Anda; nikmatilah segala sesuatu dalam kehidupan Anda. Kebahagiaan adalah keputusan yang Anda buat, bukan emosi yang Anda rasakan. Tentu saja ada saatnya di sepanjang kehidupan Anda, hal-hal buruk terjadi, atau segala sesuatu tidak terjadi sesuai yang kita harapkan. Tetapi itulah saatnya kita harus membuat sebuah keputusan bahwa kita akan berbahagia walaupun keadaan-keadaan itu tidak mendukung.

“Aku tidak dapat melakukannya. Aku hanyalah seorang yang lekas gugup,” Anda mungkin berkata, “Aku mudah marah.” Tidak -- Anda dapat melakukan apa pun yang Anda mau lakukan. Tuhan berkata bahwa Ia tidak akan pernah membiarkan kita melalui sesuatu yang terlalu sukar untuk kita tangani (lihat 1Kor. 10:13). Dan jika keinginan Anda cukup kuat, Anda dapat tetap tenang dan tentram tidak peduli apa pun yang datang melawan Anda dalam kehidupan.
Tuhan memberikan kepada kita damai sejahtera-Nya dalam diri kita, tetapi terserah pada kita untuk menggunakan damai sejahtera itu. Khususnya dalam titik tekanan kehidupan, kita harus belajar bagaimana menyadap damai sejahtera adikodrati Tuhan. Cara Anda melakukannya adalah dengan membuat sebuah pilihan sadar, atau sebuah keputusan yang diperhitungkan baik-baik, untuk memilih hidup bahagia.

Saya diingatkan dengan pilihan ini pada suatu hari saat istri saya membawa mobil saya untuk di cuci. Pada saat itu, saya memiliki sebuah Lexus putih tahun 1995 yang tadinya adalah milik ayah saya. Meskipun mobil itu semakin tua, hampir tidak ada satu goresan pun padanya sehingga mobil tersebut tampak jauh lebih baru.

Pada hari itu, istri saya mengendarainya menuju tempat pencucian mobil kami yang biasa -- salah satu tempat pencucian mobil yang memiliki sikat-sikat yang sangat lembut yang bahkan hampir tidak menyentuh mobil. Sayangnya, sesuatu terjadi sedikit diluar dugaan, karena itu tidak hanya mengangkat kotoran dari mobil saya, tetapi juga menggariskan suatu goresan dari bemper depan sepanjang kap mobil dan pada atapnya sampai ke kaca angin belakang.

Saat saya melihat kerusakan itu, saya tahu bahwa saya harus membuat sebuah keputusan, apakah saya akan marah dan mengijinkan kejadian ini mencuri damai sejahtera dan sukacita saya? Apakah saya akan menguasai emosi-emosi saya dan tidak mengizinkan diri saya sendiri untuk marah dan terganggu? Apakah saya akan menjaga damai sejahtera saya, karena mengetahui bahwa Tuhan masih memegang kendali?

Saya harus mengakui, goresan itu memang buruk, tetapi sementara saya menelusuri goresan itu dengan jari-jari saya dari kap sampai tengah badan mobil, saya memutuskan untuk melihat sisi terangnya. Saya berkata kepada istri saya, ’Yah, akulah satu–satunya orang di Houston yang mempunyai sebuah lexus dengan sebuah garis balap sampai di tengahnya.”

Saat hal-hal negatif terjadi pada kita, tidak peduli seberapa pun sengitnya kita berteriak-teriak, itu tidak akan mengubah apa pun. Saya tahu tidak peduli seberapa depresinya saya tentang mobil itu, atau seberapa pun besarnya kemarahan saya kepada orang-orang di tempat pencucian mobil, itu tidak akan membuat goresan itu lenyap. Saya memutuskan bahwa saya lebih baik diam. Saya lebih baik tetap berbahagia.

Alkitab berkata bahwa kita seperti kabut, uap air, kita ada untuk sesaat, kemudian kita lenyap (lihat Yak. 4:14). Kehidupan segera berlalu, jadi jangan buang satu saat lagi dari waktu Anda yang berharga dengan menjadi marah, tidak bahagia, atau khawatir. Pemazmur berkata, “Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya” (Mzm.118:24). Perhatikanlah, bahwa ia tidak mengatakan, “Besok, aku akan bahagia.” Ia tidak mengatakan, “Minggu depan, saat aku tidak mempunyai begitu banyak masalah, aku akan bersukacita.” Tidak, ia berkata, ”Inilah harinya,” Inilah hari saat Tuhan menginginkan kita berbahagia.