(MATIUS 4:1-11)
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. (Amsal 3:5-6)
Segala sesuatu mungkin tidak sempurna dalam kehidupan Anda, tetapi jika Anda berharap untuk sampai ke tempat kemana Anda ingin pergi, Anda harus bahagia tepat di tempat Anda berada. Banyak orang mengira bahwa mereka tidak akan bahagia sampai keadaan-keadaan mereka berubah -- sampai pasangan mereka berubah, atau sampai mereka mendapatkan rumah yang lebih besar, atau sampai mereka menyingkirkan semua masalah mereka.
Jangan membuat kesalahan itu. Nikmatilah kehidupan Anda tepat dimana Anda berada. Mungkin Anda menghadapi penghalang-penghalang besar di jalan Anda, tetapi menjadi putus asa tidak akan membuat apa pun lebih baik. Anda perlu menyadari bahwa Tuhan memegang kendali atas kehidupan Anda. Ia sedang mengarahkan langkah-langkah Anda, dan Ia menaruh Anda tetapi di tempat yang Ia inginkan.
Rasul paulus berkata, ”Aku telah belajar bagaimana menjadi puas entah aku dalam keadaan rendah atau berlimpah-limpah; entah aku memiliki banyak atau aku tidak memiliki terlalu banyak” (Flp.4:11-12). Ia sedang berkata, ”Aku telah membuat keputusan bahwa aku akan menjalani kehidupanku dengan bahagia. “Puas” tidak berarti kita tidak ingin melihat perubahan. Ini tidak berarti kita hanya sekedar duduk-duduk saja dengan sikap netral dan menerima segala sesuatu saat itu datang. Tidak, saya suka cara Amplified Bible menyatakan Filipi 4:11: ”Aku telah belajar bagaimana bersikap puas (puas sampai titik aku tidak terganggu atau gelisah) dalam keadaan apa pun.”
Itulah kuncinya. Anda tidak harus marah karena keadaan-keadaan Anda tidak tepat seperti yang Anda inginkan. Ingatlah bahwa Tuhan tidak akan mengijinkan suatu kesukaran datang ke dalam kehidupan Anda, kecuali Ia memiliki maksud maksud di dalamnya. Anda mungkin tidak memahami maksud-Nya sekarang, tetapi itu tidak masalah. Jalan-jalan Tuhan bukan jalan-jalan kita. Jika Anda mau memelihara sikap yang benar, Tuhan telah berjanji Ia akan mengubah keadaan itu demi kebaikan Anda, dan Anda akan keluar sebagi seseorang yang lebih baik daripada Anda sebelumnya.
Kita semua melalui musim-musim kering dalam kehidupan kita, saat-saat di mana kita tidak melihat sesuatu pun terjadi. Mungkin Anda telah berdoa dan percaya, tetapi Anda tidak dijawab; atau, Anda sedang memberi, tetapi Anda tidak tampak mendapatkan balasannya. Mungkin Anda sedang melakukan yang terbaik untuk memperlakukan orang lain dengan benar; Anda sedang berjalan satu mil lebih jauh untuk menolong orang lain, tetapi tak seorang pun muncul untuk menolong Anda.
Apakah yang terjadi? Apakah Firman Tuhan adalah sebuah dusta? Apakah prinsip-prinsip ini tidak berhasil?
Tidak, musim-musim kering ini merupakan tempat ujian. Tuhan ingin melihat bagaimana Anda akan menanggapi. Sikap apa yang akan Anda miliki saat Anda sedang melakukan hal yang benar, tetapi hal yang salah terus-menerus terjadi pada Anda?
Saya sering kali menceritakan kisah tentang bagaimana ayah saya adalah seorang gembala yang berhasil dari sebuah jemaat yang besar yang baru saja membangun sebuah gedung kebaktian yang baru. Ayah memegang jabatan di majelis pusat untuk denominasinya, dan sedang menanjak dalam kepengurusan gereja.
Tetapi kira-kira saat itu, saudari saya, Lisa, dilahirkan dengan suatu cacat kelahiran, sesuatu yang mirip dengan cerebral palsy. Itu merupakan suatu saat yang paling kelam dalam kehidupan orang tua saya. Ibu dan ayah mendalami Firman Tuhan, dan mereka menemukan bahwa Tuhan adalah Tuhan yang baik dan Tuhan yang menyembuhkan. Mereka mulai berdoa dan percaya bahwa Ia mau menyembuhkan saudari saya, Lisa. Sementara mata mereka terbuka terhadap kebenaran Firman Tuhan, ayah berkhotbah dengan suatu api dan semangat yang baru. Ia memiliki sebuah berita tentang pengharapan dan kesembuhan, iman dan kemenangan. Ia mengira setiap orang akan bergairah tentang hal-hal yang baru yang ia sedang pelajari dari Firman Tuhan, tetapi betapa mengejutkannya, para pemimpin jemaat melawan penekanan ayah yang baru. Ide tentang Tuhan yang masih mengerjakan mukjizat pada masa kini membuat mereka sedikit tidak nyaman.
Perpecahan itu begitu parah, ayah saya yang patah hati akhirnya meninggalkan geraja itu dan harus mulai dari awal. Ia dan sembilan puluh orang lainnya turun ke jalan ke sebuah toko makanan yang sudah ditinggalkan, sebuah bangunan tua yang rusak, kotor di mana lantainya berlubang-lubang. Mereka membersihkannya, dan pada hari Ibu tahun 1959, mereka membuka Lakewood Church.
Nah, di sinilah di mana banyak orang gagal menangkap sesuatu yang penting dalam kisah itu. Sebagian besar orang berpikir bahwa gereja itu meningkat drastis begitu saja, bahwa itu bertumbuh dengan cepat menjadi sebuah gereja besar yang sekarang kita kenal sebagai Lakewood Church. Tetapi itu tidak terjadi demikian. Ayah dan jemaatnya yang kecil masih menempati toko kecil makanan yang ditinggalkan pemiliknya yang menampung dua ratus orang hampir tiga belas tahun kemudian. Jemaat itu tidak bertumbuh dengan cepat. Kenyataannya, dalam tiga belas tahun, itu hampir tidak bertumbuh sama sekali. Itu merupakan suatu musim yang sangat kering dalam kehidupan ayah.
Ayah telah terbiasa dengan berbicaara depada ribuan orang di seluruh dunia. Ia nyaman dengan keberhasilan. Sekarang, ia sedang bekerja dalam ketidakjelasan dengan sebuah jemaat kecil. Dari penampilan luar, usahanya tampaknya sebuah pemborosan waktu. Itu tidak tampak seolah-olah apapun yang berarti terjadi. Tetapi Tuhan sedang mengerjakan suatu karya di dalam diri ayah saya. Ia sedang mempersiapkannya untuk suatu pelayanan yang lebih besar. Dan ketiga belas tahun itu merupakan tempat ujian. Kurun waktu tersebut dalam kehidupan ayah saya, dan dalam kehidupan Lakewood Church, merupakan suatu masa ujian.
Ayah dengan setia berkhotbah kepada sembilan puluh orang itu sama seperti ia berkhotbah kepada ribuaan orang. Ia menaruh hati dan jiwanya ke dalamnya. Ia tidak mengijinkannya mengganggunya bahwa ia berkhotbah di sebuah tempat bekas toko makanan, dibanding dengan gedung kebaktian besar yang indah yang ia telah tolong dalam pembangunannya. Ia tahu jika ia tetap setia dalam masa-masa sukar, Tuhan akan mempromosikannya. Sudah dapat dipastikan, itulah yang tepat terjadi. Hari ini, melimpahnya sukacita dan semangat dari jutaan orang yang telah tersentuh, dan ribuan kehidupan yang telah diubahkan melalui pelayanan Lakewood Church, merupakan sebuah kesaksian dari setiaan seorang pria yang tidak mau menyerah di musim-musim kering.
Saat Anda melalui suatu musim kering, sebuah periode waktu panjang di mana Anda tidak melihat apa pun yang baik terjadi, tetaplah setia; pasanglah seulas senyum di wajah Anda, dan tetaplah lakukan apa yang Anda tahu benar. Tuhan sedang mempersiapkan Anda untuk hal-hal yang lebih besar.