SIKAP IMAN DAN KEMURAHAN


(1Petrus 1:13-25)

Letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia (berkat-berkat khusus) yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan (kedatangan) Yesus Kristus. (1Petrus 1:13)

Apakah seseorang memperlakukan Anda dengan tidak adil baru-baru ini? Daripada marah atau berusaha untuk membalasnya, mulailah katakan, ”Bapa, aku bersyukur kepada-Mu karena kemurahan-Mu akan menyebabkan orang-orang ini mulai memperlakukanku dengan baik.”
Dengan demikian juga, jika Anda bergumul secara fiansial, katakanlah sesuatu seperti, ”Bapa, aku bersyukur kepada-mu karena Engkau sedang menjadikan aku berada di tempat yang tepat di saat yang tepat. Engkau sedang membuka kesempatan-kesempatan finansial yang luar biasa bagiku.”
Jika Anda hidup dengan sikap seperti itu, tidak alam kemudian kemurahan Tuhan akan tampak, dan keadaan itu akan berubah demi keuntungan Anda. Tokoh Ayub dalam Perjanjian Lama mengalami salah satu dari masa-masa yang paling sukar yang dapat ditanggung seorang manusia. Dalam waktu kurang dari setahun, ia kehilangan keluarganya, bisnisnya dan kesehatannya. Di seluruh tubuhnya ada bisul dan tidak diragukan lagi ia hidup dalam rasa sakit yang tak berkeputusan. Tetapi di tengah-tengah masa-masa gelap itu, Ayub berkata, Hidup dan kasih setia Kau karuniakan kepadaku” (Ayub 10:12).
Nah, ini bagian yang ajaib dari kisah itu: ada empat dua pasal dalam Kitab Ayub. Ayub membuat pernyataan iman ini dalam pasal 10.  Ia tidak dilepaskan, disembuhkan, dan dibebaskan sampai pasal 42! Tetapi sejak dari semula, saat keadaannya tampak paling suram dan tak berpengharapan, Ayub dengan sukacita berkata, ”Hidup dan kasih setia Kau karuniakan kepadaku.” Wow! Itulah iman sejati. Ayub sedang berkata, ”Tuhan, aku tidak peduli bagaimanapun keadaanku. Aku tidak peduli seberapa buruk perasaanku. Aku tahu Engkau adalah Tuhan yang baik, dan kemurahan-Mu akan mengubah keadaan ini.”

Tidak heran jika Tuhan mengembalikan kepada Ayub dua kali lipat apa yang ia miliki sebelumnya! Sahabatku, jika Anda dapat belajar untuk tetap dalam sikap iman, dan dalam saat-saat tergelap Anda dengan tegas menyatakan kemurahan Tuhan, tidak ada yang akan sanggup mengalahkan Anda. Alkitab berkata, ”Berharaplah sampai akhirnya untuk belas kasihan ilahi yang sedang datang kepadamu” (lihat 1 Petrus 1:13). Tentu saja, ayat-ayat ini berbicara tentang berkat-berkat masa depan yang akan di terima orang-orang Kristen pada saat kedatangan Kristus. Tetapi itu juga merupakan kebenaran masa kini. Dengan kata lain, jangan menyerah. Teruslah percaya, mengharapkan, menyatakan. Teruslah hidup dengan cara berpikir kemurahan dan Tuhan berjanji bahwa hal-hal baik akan datang kepada Anda. Jika Anda mau menjaga harapan Anda pada Tuhan, Tuhan berkata bahwa kemurahan-Nya sedang datang. Anda mungkin tidak dapat melihatnya sekarang, tetapi saat kemurahan Tuhan dinyatakan, segala sesuatu akan berubah. Tidak peduli apa pun keadaan Anda, teruslah dengan tegas menyatakan, ”Tuhan, aku tahu bahwa kemurahan-Mu sedang mendatangiku.”

Dalam Your Best Life Now, saya menceritakan sebuah kisah tentang bagaimana para pemimpin di Lakewood Church ingin memperluas jangkauan pelayanan televisi kami di sebuah jaringan televisi tertentu, tetapi celah waktu yang kami inginkan tidak tersedia. Kami tidak putus asa; kami hanya percaya kepada kemurahan Tuhan. Sekitar enam bulan kemudian, jaringan televisi nasional itu bukan hanya menyediakan waktu tersebut bagi kami, mereka memberikan kepada kami waktu yang lebih baik daripada yang kami minta sebelumnya!
Sahabatku, itu adalah kemurahan Tuhan.

Hari ini, sementara Anda melakukan kegiatan-kegiatan Anda, pahamilah bahwa Anda mendapatkan kemurahan Tuhan yang tersedia bagi Anda. Hiduplah dengan keyakinan; beranilah untuk menjadi berani. Anda dapat meminta hal-hal yang tidak biasa Anda minta, dan bahkan Anda melihat ”kemalangan” dengan suatu cara yang baru. Mengapa? Karena dalam diri Anda yang terdalam, Anda tahu Anda mempunyai keuntungan dalam kehidupan. Anda mendapat keuntungan. Anda mendapat kemurahan Tuhan.
Doa untuk Kehidupan Terbaik Anda Sekarang:
Bapa, tolonglah aku untuk tetap berharap sampai pada akhirnya, tidak peduli apa pun keadaanku hari ini, aku tahu aku dapat menanggapinya dengan berani dan dengan keyakinan karena aku mendapat kemurahan-Mu. Syukur kepada-Mu karena telah membuka pintu-pintu kesempatan bagiku.