(Daniel 1:17-21; 2:19-23)
Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil
berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” (Matius 9:29)
Victoria dan saya berada di
Chicago belum lama ini, di mana kami bertemu dengan seorang wanita yang menarik
dan ceria. Ia berkata kepada kami bahwa ia telah mengalami penurunan berat
badan sebanyak dua ratus pon.
”Bagaimana Anda dapat
melakukannya?” saya bertanya.
Wanita muda itu menggambarkan
bagaimana ia telah mencoba diet demi diet tetapi tidak ada yang berhasil. ”Lalu
suatu kali,” ia berkata, ”Saya memutuskan untuk mulai melihat diri saya dari
dalam dengan cara yang berbeda. Saya mulai melihat tubuh saya semakin berkurang
beratnya. Saya mulai diri saya sedang berlari dan bermain dengan anak-anak
saya. Saya melihat diri saya seperti yang saya inginkan.”
Ia melanjutkan, ”Saya berjalan dan
berdiri di depan cermin dan saya mengucapkan kata-kata kemenangan untuk
kehidupan saya. Saya berkata, ’aku bisa menurunkan berat badanku. Aku punya
disiplin. Aku punya penguasaan diri. Aku lebih dari seorang pemenang.’”
Apa rahasia dari penurunan berat
badannya? Ia memperoleh citra baru tentang dirinya; ia melihatnya di dalam
dirinya. Sekali gambaran yang baru itu nyata dalam dirinya, maka Tuhan dapat
dengan mudah mengembangkannya di luar. Hari ini ia sedang menjalani impiannya
dan menikmati gaya hidup yang lebih bahagia dan sehat.
Saya tidak sedang berkata bahwa perubahan
itu akan terjadi segera. Saya juga tidak sedang mengatakan bahwa itu akan
mudah, tetapi saya sedang mengatakan bahwa Anda harus pertama-tama mendapatkan
suatu gambar diri yang Anda inginkan di dalam diri Anda; taruhlah itu di dalam
hati Anda dan lukislah sebuah gambar baru dalam pikiran Anda. Jika Anda ingin
melihat hal itu terjadi dalam kehidupan Anda secara fisik.
Ketika saya masih kanak-kanak,
saya sering kali mendegar ayah saya berkata kepada jemaat di gereja kami, ”Saya
ingin Anda memandang ke sana bersama saya dan melihat sebuah tempat ibadah
baru.” pada saat itu, kami beribadah di sebuah bangunan yang tidak memenuhi
syarat, dengan tempat parkir yang penuh dengan lalang. Tetapi ayah berkata,
”Saya ingin Anda melihat bahwa bangunan baru itu telah selesai, lunas, bebas
utang sama sekali.” Tentu saja, orang-orang yang mengunjungi gereja kami pada
hari Minggu itu mungkin berpikir bahwa kami sudah gila. Apa yang mereka lihat
adalah tembok cokelat yang sudah kusam. Tetapi ayah berkata, ”Tutup mata Anda
dan lihatlah tempat ibadah baru bersama saya dengan mata iman Anda. Lihatlah
itu penuh dengan jemaat yang sedang beribadah.” Kami membayangkan gedung itu
bertahun-tahun sebelum itu menjadi kenyataan. Dan hari ini gedung dengan enam
belas ribu tempat duduk di Lakewood Church di Haouston yang mempunyai empat
kebaktian setiap minggu, semuanya karena seseorang telah mempunyai visi di
dalam dirinya.
Pikirkanlah seperti ini: Pada saat
kita menutup mata, kita seharusnya melihat lebih daripada yang kita lihat saat
mata kita terbuka. Jadilah pemimpi besar. Jangan hanya membuat rencana-rencana
kecil. Lihatlah seluruh keluarga Anda melayani Tuhan. Lihatlah
diri Anda naik ke tingkat efektivitas yang lebih tinggi.
Saya tidak melihat diri saya di tempat yang sama, di
tempat di mana saya berada sekarang, tahun yang akan datang. Saya melihat diri
saya menjangkau lebih banyak orang dengan berita pengharapan. Saya melihat diri
saya sebagai seorang pemberi yang lebih besar. Saya melihat keluarga saya sehat
dan bahagia. Kadang-kadang saya menggangu Victoria bahwa saya melihat diri saya
semakin ganteng!
Saya melihat Anda dipromosikan.
Saya melihat Anda melunasi rumah itu. Saya melihat Tuhan memakai Anda lebih
luar biasa. Saya melihat Anda lebih kuat, lebih sehat dan hidup berlimpah.
”Bagaimana engkau melihat semuanya itu, Joel?” Anda
mungkin bertanya. Saya hanya dapat melihatnya melalui mata iman.
Ambillah waktu beberapa menit setiap hari untuk
mengimpikan perkara-perkara besar; pejamkanlah mata Anda, dan lihatlah
impian-impian Anda menjadi kenyataan. Lihat diri Anda terbebas dari utang. Lihat diri Anda mematahkan kecanduan rokok. Lihatlah
pernikahan Anda semakin bahagia. Lihatlah diri Anda
naik ke tingkat yang lebih tinggi dalam karier Anda. Jika Anda dapat membentuk
gambaran itu dalam hati dan pikiran Anda, maka Tuhan dapat mulai mewujudkannya
dalam kehidupan Anda.