Aku akan tetap berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu.
(Mazmur 119:9)
Sang kakek mengambil keranjang tempat arang, melobanginya dan berkata, “ Bawa keranjang ini ke sungai, isi dengan air dan bawalah kembali ke sini!” Si cucu membawa keranjang arang itu ke sungai dan mencoba membawa air kepada kakeknya, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan kakeknya.”Ayo ambil lagi dan lakukan dengan lebih cepat!” kata sang kakek sambil tertawa.
Si bocah kembali ke sungai dengan keranjang itu dan mencoba hal yang sama berulang kali. “Sayang sekarang coba kau lihat keranjang yang kau bawa!” kata si kakek sembari tersenyum. Bocah itu melihat keranjangnya, kini ia menyadari bahwa keranjang itu telah berubah dari kotor menjadi bersih, baik di bagian luar maupun dalam.
Inilah yang terjadi ketika kita membaca firman Tuhan. Kita memang tidak bisa memahami atau mengingat semuanya secara utuh, tetapi ketika kita membacanya sedikit deni sedikit, kita akan diubahkan oleh kebenaran-kebenaran yang tersimpan di dalamnya.
Jika kita sudah membaca firman, maka apa yang kita baca itu terekam di dalam ingatan kita. Dan ketika kita berhadapan dengan satu masalah, maka Roh Kudus akan mengingatkan firman itu kembali, dan itulah yang akan menguatkan atau membangkitkan kembali iman dan pengharapan kita.
Inspirasi: Jika kita menaruh firman Tuhan di dalam hati, maka firman itu akan membersihkan jiwa kita dari segala keinginan dosa dan kejahatan. (today-manna)