HIDUP ANDA DIWARNAI OLEH DUNIA ATAU FIRMAN TUHAN?



Satu fakta yang tidak disadari oleh banyak orang bahwa untuk mengubah cara berpikir dan seluruh gaya hidup anak dunia kepada kehidupan yang sesuai dengan kehendak Allah, harus ada usaha yang sungguh-sungguh. Hal ini tidak bisa terjadi dengan sendirinya.

Sebaliknya untuk menjadi seorang yang memiliki cara berpikir dan gaya hidup anak dunia tidak perlu melakukan usaha apa pun, sebab dengan sendirinya dunia mewarnai hidup ini.


Setiap hari melalui apa yang didengar dan dilihat dunia mempengaruhi hidup seseorang menjadi serupa dengan dunia ini. Secara besar-besaran (massive) dan intensif kuasa kegelapan terus menerus mewarnai manusia untuk menjadi warganya, di dalamnya termasuk banyak orang Kristen.


Usaha ini dilakukan terus menerus dengan intensif oleh iblis sampai seseorang tidak bisa diubah lagi menjadi anak Tuhan yang baik. Inilah stadium dimana seseorang menghujat Roh Kudus, artinya tidak lagi mampu mendengar dan memahami suara Roh Kudus dalam dirinya. Ini berarti ia tidak lagi mendengar Firman atau “rhema” dalam hidupnya (Mat. 4:4). Padahal manusia hidup bukan saja dari roti tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah.


Tidak mengherankan kalau mereka pada dasarnya sudah mati, tidak bisa lagi menyerap kebenaran Firman. Mata hatinya atau pengertiannya mengenai kebenaran menjadi gelap, seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, jika terang yang ada pada seseorang menjadi gelap, betapa gelapnya kegelapan itu (Mat. 6:23). Inilah orang-orang yang hidup tetapi sebenarnya sudah mati pengertiannya. Mereka adalah orang-orang yang mendewakan harta dan kehormatan diri. Seluruh kegiatan hidupnya bagi kepentingan dan kemuliaan diri sendiri.


Oleh karena hampir semua orang bergaya hidup demikian, maka mereka tidak sadar akan kesesatannya. Ini semua karya kuasa kegelapan yang sukses luar biasa. Itulah sebabnya Firman Tuhan mengatakan bahwa iblis berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya (1Ptr. 5:9). Banyak orang yang telah ditelannya. Malangnya mereka tidak tahu bahwa mereka telah tertelan.


Jangan mengira, kalau seseorang bergereja atau mengambil bagian dalam kegiatan pelayanan gereja berarti tidak tertelan oleh iblis. Keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus hendak mengeluarkan manusia dari penjara kuasa kegelapan. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berseru: “Bertobatlah, bertobatlah” Bertobat di sini adalah perubahan pikiran. Kata bertobat dalam teks aslinya adalah metanoeo (μετανοέω). Perubahan pikiran ini harus diusahakan dengan sadar dan serius. Ibarat pelita banyak yang nyaris padam. Kalau masih bisa dinyalakan kembali hendaknya bangkit dan siuman dan berusaha untuk dipulihkan. Bangkitlah sebelum terlambat.


Jangan mengira, kalau seseorang bergereja atau mengambil bagian dalam kegiatan pelayanan gereja berarti tidak tertelan oleh iblis. (Truth)