MEMBANGUN CARA BERPIKIR YANG BENAR


Pertobatan berarti usaha untuk berbalik dari cara hidup yang salah kepada cara hidup yang baru, yaitu hidup dalam kehendak Tuhan. Ini merupakan proses yang tidak boleh berhenti. Setiap kali pikiran dibaharui oleh kebenaran Firman Tuhan yang murni, maka orang percaya harus bersedia mengubah cara berpikir yang salah untuk mengenakan cara berpikir yang baru. Kalau cara berpikirnya berubah, maka gaya hidupnya juga berubah. Cara berpikir adalah cara memandang hidup dalam seluruh aspeknya. Hal ini bertalian dengan kemampuan mengerti kehendak Allah. Cara berpikir yang benar dan semakin cerdas akan menghasilkan kepekaan mengerti kehendak Tuhan. Inilah syarat yang harus dipenuhi untuk hidup dalam kehendak Tuhan sebagai warga Kerajaan Sorga yang baik.

Cara berpikir ini berbeda dengan pengetahuan mengenai ilmu agama atau pemahaman mengenai hukum. Belajar ilmu agama tidak membutuhkan waktu panjang dan syarat lain yang menyangkut sikap hati terhadap kekayaan. Tetapi untuk mengenal kebenaran seseorang harus belajar sepanjang umur hidupnya dan tidak boleh materialistis. Cara berpikir ini ditingkatkan kualitasnya melalui mendengar Firman Tuhan yang murni. Dalam hal ini demi pertumbuhan manusia rohani atau manusia batiniah, maka seseorang membutuhkan Firman yang “keluar dari mulut Allah” artinya Firman yang sungguh-sungguh benar (Mat. 4:4).
Itulah sebabnya dalam teks bahasa Yunani untuk kata pertobatan adalah metanoia (μετάνοια) yang artinya perubahan berpikir (Ing. a change of mind). Hal ini sejajar dengan pertumbuhan fisik dimana manusia harus mengalami pergantian sel setiap detik. Oleh karenanya tubuh harus mengkonsumsi makanan yang sehat untuk menjamin kesehatan dan pertumbuhan yang normal. Demikian pula Firman Tuhan adalah makanan yang sehat untuk kehidupan rohani manusia. Firman Tuhan yang murni ini akan memerdekakan dari belenggu cara berpikir yang salah sehingga mengakibatkan manusia tidak bisa mengerti kehendak Allah (Yoh. 8:31-32).

Orang-orang Yahudi walaupun orang beragama yang melakukan hukum torat dengan sempurna tetapi dalam kacamata Perjanjian Baru mereka adalah orang-orang yang masih terbelenggu (Yoh. 8:33-39). Tuhan menghendaki pertobatan yang terus menerus tiada henti sampai mata tertutup selamanya. Perubahan cara berpikir (mind set) melalui proses pembaharuan berbagai pengertian, akan menghasilkan kemampuan mengerti kehendak Allah apa yang baik, yang berkenan di hadapan Tuhan dan yang sempurna (Rom. 12:2). Pertobatan adalah gerak kehidupan yang menghasilkan kesempurnaan Kristus, yaitu hidup hanya untuk melakukan kehendak Allah dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Perubahan pikiran tidak bisa terjadi secara instan, harus belajar dari sumber yang benar secara berkesinambungan. (Truth)