Jane mempunyai kebiasan buruk. Dia jarang sekali membersihkan kamarnya dan bahkan dia akan membiarkan kamarnya berantakan selama berminggu-minggu. Sampah-sampah yang ada di dalam kamarnya pun tak pernah dibuang ke tempat pembuangan sampah.
Hari itu, Jane akan pergi berlibur dan dia akan menghabiskan waktunya sebulan untuk bersenang-senang di rumah neneknya. Saat kembali ke rumahnya, Jane tampak terkejut. Tercium bau busuk yang sangat menyengat dari dalam kamarnya. Rupanya sampah-sampah Jane sudah membusuk dan terdapat banyak lalat maupun ulat. Kebiasan buruk Jane yang senang menimbun sampah ternyata membawa dampak buruk bagi dirinya sendiri.
Setiap manusia pasti memiliki “sampah” dalam hidupnya. begitu banyak hal yang tidak penting yang terdapat dalam kehidupan kita. Mungkin kita sering disakiti oleh orang lain. Mungkin kita merasa kecewa dan marah terhadap orang lain. Hal-hal itu sesungguhnya adalah “sampah” yang sama sekali tidak ada gunanya.
Kita tidak perlu memendam hal-hal yang tidak berguna. Jika “sampah-sampah” tersebut tidak segera dibuang, maka akan menjadi akar pahit yang dapat merugikan diri kita sendiri. Tubuh kita adalah Bait Allah oleh sebab itu hidup kita harus senantiasa bersih dari “sampah” agar Roh Kudus dapat leluasa bekerja dalam kehidupan kita.
Dimana kita bisa membuang “sampah”? Datanglah kepada Yesus dan berdoalah. Buanglah “sampah” itu di bawah kaki Yesus dan jangan pernah mengambilnya kembali. Jangan ragu untuk melepaskan semua beban berat, karena Yesus adalah tempat yang tepat untuk mengadu. Yesus juga yang akan memberi kelegaan dan membersihkan semua “sampah” dalam hidup kita.
Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. (Mazmur 119:9)