ORANG YANG MEMULIAKAN TUHAN

Di dalam Alkitab kita menemukan ditunjukkan beberapa contoh orang yang menilai, menganggap dan memperlakukan Allah lebih tinggi dari segala perkara. Paulus menyatakan bahwa pengenalan akan Kristus lebih mulia dari semuanya (Flp. 3:7–8), Zakheus menyerahkan hartanya bagi kepentingan sesama dan penyelesaian dosanya (Luk 19:1–10). Dengan kata lain, orang yang menilai dan memperlakukan Allah lebih tinggi dari dari segala perkara pasti melayani Tuhan.

Pelayanan ini luas artinya, banyak macamnya. Dari berkhotbah, memimpin puji-pujian, menjadi singer, penerima tamu di gereja, melawat orang sakit, mengajak orang ke gereja, mendukung penginjilan atau pekerjaan Tuhan dengan uang, membantu fakir miskin, yatim piatu, mengunjungi orang terpenjara, menolong orang dalam kesusahan dan lain sebagainya adalah pelayanan. Akibat atau hasil dari kegiatan tersebut adalah orang dibuat lebih dekat kepada Tuhan, mengakui Allah itu baik. Inilah bentuk konkret pelayanan kita sebagai terang dunia (Mat. 5:16).

Namun apa sajakah ciri-ciri orang yang memuliakan Tuhan? Ada beberapa yang akan kita bahas di sini. Pertama,seseorang yang memuliakan Tuhan, akan mencari Dia dengan segenap hati (Mzm. 119:2). Ia memberikan waktunya setiap hari untuk bergaul dengan Tuhan dalam doa dan membaca Firman-Nya. Seorang pemuda yang jatuh cinta kepada seorang gadis akan menganggap gadis tersebut lebih bernilai dari semua manusia yang ia temui—bahkan lebih bernilai dari orang tuanya sendiri. Ia akan merindukannya dan ingin senantiasa bersama-sama dengannya. Ia suka membaca suratnya dan bercakap-cakap. Demikian pula kita dengan Tuhan. Orang yang memuliakan Tuhan bersedia meninggalkan layar kaca untuk mengasingkan diri bersama Tuhan; rela meninggalkan meja bilyar, papan catur, atau game komputernya untuk menyendiri bersama dengan Tuhan. Ia suka bercakapcakap dalam doa dengan Tuhan, mendengar Firman-Nya dan menyembah Tuhan. Ia sudah pasti rajin berbakti ke gereja; tidak perlu didorong seperti Kristen gerobak.

Keduaia juga akan menghargai Firman Tuhan (Mzm. 119:12–16). Omong kosong seseorang mengatakan memuliakan Tuhan, kalau ia tidak menghargai Firman-Nya, ucapan-Nya, perintah-perintah-Nya. Kalau kita menghargai Tuhan kita juga menghargai Firman-Nya. Kalau kita menjunjung tinggi dan menghormati Tuhan, kita tentu juga menjunjung tinggi perintah-Nya. Ini dengan sendirinya, tidak bisa tidak. Sebab tidak mungkin orang menghormati Tuhan tetapi tidak menghormati Firman-Nya.

Orang yang memuliakan Tuhan akan mencari Tuhan dengan segenap hati dan menghargai Firman Tuhan.