KELAS KUBURAN

… Sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. (Mat. 23:27)

Dalam perjalanan hidup dan pelayanan saya, saya sering bertemu dengan orang-orang Kristen yang kelihatannya baik, sopan santun, bahkan kelihatannya rohani, tetapi dalam pertimbangan saya berdasarkan kebenaran Alkitab yang saya pahami, mereka sedang meluncur menuju kegelapan abadi. Pikiran mereka sebenarnya belum tertuju kepada Kerajaan Surga. Mereka belum mengasihi Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh (Flp. 3:17–19). Bila diteropong dengan kacamata Tuhan, mereka masih memiliki banyak berhala atau praktik pemberhalaan, sebab mengasihi sesuatu atau seseorang lebih dari mengasihi Tuhan. Biasanya orang-orang seperti ini tidak mendedikasikan hidupnya sepenuhnya bagi Tuhan. Kalaupun mereka mendukung pelayanan gerejani, yang dilakukannya itu seperti sekadar memberi “sedekah” untuk Tuhan. Mereka berurusan dengan Tuhan berdasarkan azas manfaat: bukan bagaimana Tuhan memanfaatkan mereka, tetapi bagaimana Tuhan dimanfaatkan oleh mereka.

Betapa sulitnya menjelaskan kebenaran Tuhan yang harus dikenakan dalam kehidupan kita ini. Sering kali mulut saya seperti terkunci, tidak tahu lagi apa yang harus dikatakan kepada mereka. Hati saya menjadi pedih. Ketika saya berusaha mencegah orang-orang yang sedang meluncur ke dalam kegelapan abadi, kadang-kadang saya menjadi ragu. Keraguan itu muncul disebabkan saya khawatir dianggap mencari-cari masalah, mencari keuntungan materi dan lain sebagainya. Memang, perasaan ini tidak boleh menguasai diri kita, tetapi sebagai manusia Timur—yang juga belum sempurna—keragu-raguan seperti itu dapat membuat kita kadang jatuh dalam ketidaktulusan, sikap pura-pura, keramahtamahan berlebihan yang tidak membangun, dan sikap diplomatis protokoler yang tidak kudus.

Dalam hal ini kita patut belajar dari Tuhan Yesus yang dengan tegas berkata kepada mereka yang dari luar kelihatannya bagus atau indah, tetapi sebenarnya dalamnya busuk. Mari belajar untuk bertindak tegas tetapi tulus seperti Tuhan Yesus. Sementara terhadap diri kita sendiri, Tuhan ingin kita menjadi anak-anak-Nya yang jujur melihat diri sendiri, agar tidak termasuk kelompok manusia kelas kuburan. (Truth)