1 Yohanes 3:1 "Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah."
Setidaknya, ada 5 tujuan Allah menciptakan kita di dunia ini, yaitu: (1) Kita direncanakan bagi kesenangan Allah, (2) Kita dibentuk untuk keluarga Allah, (3) Kita diciptakan untuk menjadi serupa dengan Kristus, (4) Kita dibentuk untuk melayani Allah, (5) Kita diciptakan untuk sebuah misi.
Inilah tujuan kedua Allah bagi kehidupan kita, yang Dia rencanakan sebelum kita dilahirkan: Allah menginginkan sebuah keluarga, dan Dia menciptakan kita untuk menjadi bagian didalamnya.
Setidaknya, ada 5 tujuan Allah menciptakan kita di dunia ini, yaitu: (1) Kita direncanakan bagi kesenangan Allah, (2) Kita dibentuk untuk keluarga Allah, (3) Kita diciptakan untuk menjadi serupa dengan Kristus, (4) Kita dibentuk untuk melayani Allah, (5) Kita diciptakan untuk sebuah misi.
Inilah tujuan kedua Allah bagi kehidupan kita, yang Dia rencanakan sebelum kita dilahirkan: Allah menginginkan sebuah keluarga, dan Dia menciptakan kita untuk menjadi bagian didalamnya.
Karena Allah itu kasih, Dia menghargai hubungan. Sifat-Nya sendiri berkaitan dengan hubungan, dan Dia memperkenalkan Diri-Nya dengan istilah-istilah keluarga: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Trinitas adalah hubungan Allah dengan dengan Diri-Nya sendiri. Trinitas merupakan pola sempurna bagi keselarasan hubungan, dan kita seharusnya mempelajari implikasi-implikasinya.
Allah tidak "membutuhkan" keluarga, Dia "menginginkan" suatu keluarga, karena itu Allah membuat rencana untuk menciptakan kita, membawa kita ke dalam keluarga-Nya, dan berbagi dengan kita segala yang Dia miliki. Hal ini sangat menyenangkan Allah. (lih. Yakobus 1:18 [FAYH]).
Pola hubungan keluarga bila kita menempatkan iman didalam Kristus, yaitu: Allah sebagai Bapa (Kepala Keluarga), kita sebagai anak-anakNya, orang-orang percaya lainnya sebagai saudara, dan gereja menjadi keluarga rohani kita. Keluarga Allah meliputi semua orang percaya pada masa lampau, masa sekarang, dan masa yang akan datang.
Semua manusia diciptakan oleh Allah, tetapi tidak semua orang merupakan anak Allah. Satu-satunya cara untuk menjadi keluarga Allah adalah dengan dilahirkan kembali ke dalamnya. Kita menjadi bagian dari keluarga manusia melalui kelahiran pertama, tetapi kita menjadi anggota keluarga Allah melalui kelahiran kedua. Sama halnya dengan percakapan antara Yesus dengan Nikodemus (Yoh. 3:1-21), bagaimana Nikodemus memiliki keingintahuan yang besar tentang Kerajaan Allah, dan Yesus menjawabnya: "...sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah...jika seseorang tidak lahir dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah." Kerajaan Allah atau sorga merupakan kondisi dimana nilai-nilai Allah ditegakkan, dan tentunya ini merupakan kumpulan orang percaya (sebuah keluarga) dimana Yesus adalah Rajanya (Kepala Keluarga), tapi dengan syarat sudah lahir kembali (lahir kedua). Undangan untuk menjadi bagian dari keluarga Allah bersifat universal, tetapi ada satu syarat: iman di dalam Yesus.
Baptisan bukanlah suatu upacara pilihan, yang bisa ditunda. Baptisan mempunyai makna masuknya kita dalam keluarga Allah. Baptisan penuh dengan makna. Baptisan menyatakan iman kita, menyatakan penguburan dan kebangkitan Kristus, melambangkan kematian kita terhadap kehidupan lama, dan mengumumkan kehidupan baru di dalam Kristus. Baptisan juga merupakan perayaan masuknya kita ke dalam keluarga Allah. Baptisan tidak "menjadikan" kita anggota keluarga Allah; hanya iman di dalam Kristus yang mengerjakan hal itu.
Manfaat menjadi bagian keluarga Allah mendapatkan warisan dari Allah. Paulus berkata, "Aku ingin kamu mengetahui betapa kaya dan mulia warisan yang Ia berikan kepada umat-Nya." Meliputi apa sajakah warisan tersebut? Pertama, kita akan bersama Allah selamanya. Kedua, kita akan diubah sepenuhnya menjadi Kristus. Ketiga, kita akan dimerdekakan dari segala kesakitan, kematian, dan penderitaan. Keempat, kita akan diberi upah dan ditugaskan kembali dalam pelayanan. Kelima, kita akan mendapat bagian dalam kemuliaan Allah.
Masuk dalam keluarga Allah merupakan kehormatan tertinggi dan hak istimewa terbesar yang bisa pernah kita terima. Tidak ada hal lain yang dapat menandingi. Kapanpun kita merasa tidak berarti, tidak dikasihi, atau tidak aman, ingatlah milik siapa kita. (Mat. 12:49-50)
Allah tidak "membutuhkan" keluarga, Dia "menginginkan" suatu keluarga, karena itu Allah membuat rencana untuk menciptakan kita, membawa kita ke dalam keluarga-Nya, dan berbagi dengan kita segala yang Dia miliki. Hal ini sangat menyenangkan Allah. (lih. Yakobus 1:18 [FAYH]).
Pola hubungan keluarga bila kita menempatkan iman didalam Kristus, yaitu: Allah sebagai Bapa (Kepala Keluarga), kita sebagai anak-anakNya, orang-orang percaya lainnya sebagai saudara, dan gereja menjadi keluarga rohani kita. Keluarga Allah meliputi semua orang percaya pada masa lampau, masa sekarang, dan masa yang akan datang.
Semua manusia diciptakan oleh Allah, tetapi tidak semua orang merupakan anak Allah. Satu-satunya cara untuk menjadi keluarga Allah adalah dengan dilahirkan kembali ke dalamnya. Kita menjadi bagian dari keluarga manusia melalui kelahiran pertama, tetapi kita menjadi anggota keluarga Allah melalui kelahiran kedua. Sama halnya dengan percakapan antara Yesus dengan Nikodemus (Yoh. 3:1-21), bagaimana Nikodemus memiliki keingintahuan yang besar tentang Kerajaan Allah, dan Yesus menjawabnya: "...sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah...jika seseorang tidak lahir dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah." Kerajaan Allah atau sorga merupakan kondisi dimana nilai-nilai Allah ditegakkan, dan tentunya ini merupakan kumpulan orang percaya (sebuah keluarga) dimana Yesus adalah Rajanya (Kepala Keluarga), tapi dengan syarat sudah lahir kembali (lahir kedua). Undangan untuk menjadi bagian dari keluarga Allah bersifat universal, tetapi ada satu syarat: iman di dalam Yesus.
Baptisan bukanlah suatu upacara pilihan, yang bisa ditunda. Baptisan mempunyai makna masuknya kita dalam keluarga Allah. Baptisan penuh dengan makna. Baptisan menyatakan iman kita, menyatakan penguburan dan kebangkitan Kristus, melambangkan kematian kita terhadap kehidupan lama, dan mengumumkan kehidupan baru di dalam Kristus. Baptisan juga merupakan perayaan masuknya kita ke dalam keluarga Allah. Baptisan tidak "menjadikan" kita anggota keluarga Allah; hanya iman di dalam Kristus yang mengerjakan hal itu.
Manfaat menjadi bagian keluarga Allah mendapatkan warisan dari Allah. Paulus berkata, "Aku ingin kamu mengetahui betapa kaya dan mulia warisan yang Ia berikan kepada umat-Nya." Meliputi apa sajakah warisan tersebut? Pertama, kita akan bersama Allah selamanya. Kedua, kita akan diubah sepenuhnya menjadi Kristus. Ketiga, kita akan dimerdekakan dari segala kesakitan, kematian, dan penderitaan. Keempat, kita akan diberi upah dan ditugaskan kembali dalam pelayanan. Kelima, kita akan mendapat bagian dalam kemuliaan Allah.
Masuk dalam keluarga Allah merupakan kehormatan tertinggi dan hak istimewa terbesar yang bisa pernah kita terima. Tidak ada hal lain yang dapat menandingi. Kapanpun kita merasa tidak berarti, tidak dikasihi, atau tidak aman, ingatlah milik siapa kita. (Mat. 12:49-50)
Untuk direnungkan:
- Apakah saya sudah menjadi anggota keluarga Allah?
- Sudahkah saya benar-benar beriman kepada Yesus Kristus dan menyebarkan undangan kepada sesama yang masih belum percaya untuk masuk dalam keluarga Allah?
- Bagaimana saya bisa mulai memperlakukan orang-orang percaya lainnya seperti anggota-anggota keluarga saya sendiri? Sudahkah saya menjadi anggota keluarga yang baik?
- Begitu banyak warisan yang dijanjikan oleh dunia ini: nama keluarga, uang/harta/kekayaan, dan sebagainya, tapi apakah saya pernah berpikir tentang warisan Allah yang kekal dalam kehidupan saya?
- Apakah saya sudah benar-benar menyadari makna baptisan saya atau itu hanya sekedar rutinitas semua orang kristen? Sudahkah babptisan itu membawa perubahan dalam hidup saya secara pribadi?
Ayat untuk Diingat: "Rencana-Nya yang tidak pernah berubah sejak semula ialah mengangkat kita menjadi keluarga-Nya sendiri dengan membawa kita kepada Diri-Nya melalui Yesus Kristus." Efesus 1:5a (NLT)