"13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. 14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. 16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
(MATIUS 5 : 13 - 16)
"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:"
(PETRUS 2 : 9)
"12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. 13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. 15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. 16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. 17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita."
(KOLOSE 3 : 12-17)
"14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, 15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, 16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah." (FILIPI 2 : 14-16)
BERSINAR BAGI TUHAN
Keselamatan yang kita terima dari Tuhan mengubah hidup kita. Kita pun menaikkan puji-pujian untuk mensyukuri kebaikan-Nya. Tapi lebih daripada itu, Tuhan ingin keselamatan yang kita terima bisa kita bagikan kepada orang-orang yang belum percaya sehingga mereka bisa mengenal Tuhan dan diubahkan juga hidupnya. Maka itu kita dijadikan garam dan terang dunia. Kita dipilih untuk mewakili kerajaan-Nya.
Lalu, bagaimana caranya untuk bersinar bagi Tuhan? Pertama kita harus mengerti bahwa kita bisa bersinar bagi Tuhan bukan karena kekuatan kita sendiri, tapi karena kekuatan yang datang dari Tuhan. Tuhanlah yang memanggil dan memilih kita. Tuhanlah yang menginisasi rencana ini dan akan menyediakan apa yang kita butuhkan. Jika kita mengerti hal ini, kita akan menyadari bahwa hidup kita bukan tentang kita saja. Perbuatan baik kita adalah untuk memuliakan Tuhan, bukan sekedar untuk membangun popularitas atau untuk kepentingan pribadi lainnya. Sebagai terang, kenakanlah belas kasihan, kemurahan hati, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan kasih. Semua ini dibutuhkan oleh keluarga, lingkungan sekitar, tempat bekerja, dan hubungan kita dengan sesama.
Dalam prosesnya, tentu kita akan menghadapi banyak sekali tantangan. Tapi tidak perlu takut karena Tuhan yang memilih kita itu setia. Bersandarlah kepada-Nya, andalkan Tuhan dalam semua aspek hidup kita sampai terang Tuhan bersinar melalui perbuatan baik kita dan nama Tuhan dimuliakan.
Doa
Tuhan aku ingin hidupku bersinar bagi-Mu. Kuatkan aku, agar setiap hari aku bisa memuliakan-Mu dengan setiap kata yang kuucapkan dan kunyanyikan, setiap pilihan yang kuambil, serta setiap perbuatan yang kulakukan. Amin.