GARAM DAN TERANG (3)

14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5 : 14-16)

'Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1 : 5)
"Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." (Yohanes 8 : 12)


GARAM DAN TERANG (3)

Pada zaman Yesus, semua rumah wajib memiliki pelita. Pelita menerangi seisi rumah, mengusir dan mengalahkan kegelapan. Sebagai orang Kristen, di dalam dunia ini kita memiliki fungsi yang serupa.

Bayangkan sebuah dunia tanpa cahaya. Bayangkan betapa berbeda hidup Anda.

Alangkah tidak amannya tempat seperti itu. Kita tidak akan bisa melihat satu sama lain, tidak bisa mengerjakan banyak hal, dan sangat sulit untuk bergerak atau bepergian. Dunia tanpa cahaya sepertinya menakutkan. Kegelapan seringkali merupakan kedok dari kejahatan dan bahaya.

Menurut Yesus, hampir tidak gunanya menjadi pengikut-Nya secara rahasia. Dia menyebut diri-Nya terang dunia—terang yang tidak dapat dikalahkan oleh kegelapan.

Yesus adalah terang dunia dan kita menunjukkan jalan ke arah-Nya melalui kesaksian dan hidup kita. JIka kita gagal menolong orang lain menemukan Dia maka dunia akan tetap tinggal dalam kegelapan dan tidak bisa berkembang.

Anda dapat menambahkan terang kepada kegelapan, tapi tidak pernah bisa menambahkan kegelapan kepada terang. Kita harus menerangi jalan dengan kasih, kasih karunia dan belas kasih.