Bagaimana Memulai?


Maka tibalah aku di Yerusalem. Sesudah tiga hari aku di sana, bangunlah aku pada malam hari bersama-sama beberapa orang saja yang menyertai aku. Aku tidak beritahukan kepada siapa pun rencana yang akan kulakukan untuk Yerusalem, yang diberikan Allahku dalam hatiku.... 
Nehemia 2 : 11 - 12

Rini hari ini ngerasa males banget. Di belakang, ada tiga ember besar baju dan celana kotor yang harus ia cuci. Satu ember saja biasanya udah bikin males, eh ini malah 3 ember. Duh, malesnya udah nggak ketulungan. Tapi, Rini sadar bahwa kalo ia nggak juga melakukannya, maka tumpukan baju kotornya akan makin menggunung. Mau nggak mau, ia harus melakukannya sekarang. Nggak muluk-muluk. la memasang target pagi ini minimal selesai dulu satu ember, baru sore harinya dua ember yang lain. Maka, ia pun ngelakuin hal yang perlu ia lakukan. Beli sabun cuci, dan nyiapin peralatan cucinya. Setelah semuanya siap. ia pun mulai mencuci yang baginya dirasa mungkin buat diselesaikan, yakni 1 ember. Tapi tanpa disadari, 1 ember rasanya bisa ia selesaikan dengan cepat, dan semangatnya juga belum luntur. Diambilnyalah lagi ember kedua. Selesai juga. Diambilnyalah lagi ember terakhir. Semua akhirnya selesai cuma dalam waktu 1 jam!


Membangun kembali tembok Yerusalem, pada saat itu dianggap sebagai hal yang sulit. Nyatanya, pada saat itu nggak ada yang bergerak untuk membangunnya. Tapi Nehemia punya pandangan lain, la melakukan apa yang perlu ia lakukan, yakni berdoa lalu memohon kepada raja untuk memberinya izin membangun kembali tembok Yerusalem dan hal-hal yang ia perlukan untuk membangunnya, serta memeriksa langsung keadaannya. Lalu, ia melakukan apa yang mungkin dilakukan, yakni mengumpulkan orang dan mulai membangun. Hasilnya adalah ketidakmungkinan. Tembok Yerusalem dapat dibangun kembali.


Mulailah dengan ngelakuin apa yang perlu dilakukan; lalu lakukanlah apa yang mungkin untuk dilakukan; maka tiba-tiba kamu akan melakukan hal-hal yang sebelumnya nggak mungkin dilakukan. Memulai sesuatu kadang berat karena mata kita cuma fokus pada hal besar yang kita ingin capai. Nggak salah, tapi kadang jika hal yang ingin kita capai itu terlalu besar, kita justru kadang malah jadi ragu-ragu untuk memulai. Jadikan hal besar itu sebagai motivasi, tapi selanjutnya lakukanlah dulu hal-hal yang perlu dilakukan buat mencapainya. Sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah, maka akhirnya kita akan mencapai hal besar itu. Dian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar