Pembunuh Jenuh

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3 : 23)

Mengapa kita jenuh atau bosan? Biasanya, ini karena tak ada ketertarikan, karena tak ada kejutan, karena kita sudah tahu atau hafal yang akan terjadi, tak ada yang baru, dan kita lelah dengan semua itu. Ya, pada dasarnya, manusia memang selalu butuh kebaruan dan perubahan. Melakukan rutinitas yang selalu sama, menghadapi orang yang itu itu saja, semua itu bisa membuat bosan. Kebosanan ini pun bisa menjebak. Di luar semua tampak baik dan lancar-lancar saja. Tapi, dalam pikiran dan hati kita. ada perasaan yang jika dibiarkan akan membuat kita loyo, malas, dan negatif. Karena jenuh pula, ada orang yang lalu melakukan hal sia-sia bahkan berbahaya dan merusak.


Di satu sisi, kebosanan bisa jadi tanda positif. Artinya, kita tidak terjebak di zona nyaman atau status quo. Kita ingin ada perubahan dan kemajuan. Tapi, bagaimana sikap kita saat rasa bosan muncul, itu yang penting. Jika kita tidak melakukan apa-apa, hanya mengeluh, atau menyalahkan sana sini, hari ini sadanlah bahwa kunci mengatasi bosan sebenarnya ada di diri kita sendiri. Bosan tidaklah salah, tapi ketika kita lantas membiarkan kondisi itu karena kita malas dan tidak peduli, itu sikap yang salah. Apakah kebosanan membuat Anda tertantang atau justru membuat Anda malas, itu pilihan. Apakah kebosanan membuat Anda ingin berubah lebih baik atau malah tidak peduli, itu juga pilihan.


Nah, tahukah Anda cara menghilangkan kebosanan yang paling efektif? Jawabannya ada di nas hari ini. Lakukan segala sesuatu dengan segenap hati, seperti untuk Tuhan. Jika kita bekerja segenap hati, kita tidak akan bosan. Nah, bagaimana cara agar kita bisa melakukan segala hal dengan segenap hati? Tanamkan di pikiran dan hati kita bahwa kita melakukan ini untuk Tuhan. Pekerjaan kita mungkin penuh rutinitas, tapi jika kita melihat pekerjaan itu sebagai anugerah, juga kesempatan untuk berkontribusi dan melayani, kita tak akan bosan tapi bersyukur dan memikirkan inovasi apa yang bisa dilakukan agar kita bisa bekerja lebih baik. Demikian juga saat rasa bosan melanda kehidupan rumah tangga kita. relasi kita dengan sesama, pelayanan kita, kehidupan rohani kita, dsb. Lihat itu dalam bingkai yang baru, yaitu yang sesuai nasihat firman Tuhan hari ini. Selamat mencobal. ARC


Jadikan rasa bosan sebagai pelecut untuk membuat perubahan dan kemajuan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar