Keinginan


 Lebih baik kita puas dengan apa yang ada pada kita daripada selalu menginginkan lebih banyak lagi.

Pengkhotbah 6 : 9 (BIS)

Ketika kecil, kita ingin menjadi dewasa dan menikmati apa yang hanya diperbolehkan bagi orang dewasa. Ketika dewasa, kita ingin kembali ke masa kecil di mana masalah kita hanya hal-hal kecil juga. Ketika belum menikah, bahkan belum punya pasangan, kita ingin menikah karena betapa indah hidup bersama dengan orang yang disayangi. Setelah menikah, kita kadang rindu masa-masa masih lajang yang bisa bebas dan tak dibebani banyak tanggung jawab. Itulah gambaran dari keinginan, Sampai kapan pun, keinginan tak akan pernah ada habisnya. Bahkan saat keinginan itu tercapai, akan muncul keinginan lain lagi, termasuk keinginan kembali ke masa sebelum keinginan itu tercapai!

Pengkhotbah mengingatkan kita: "Lebih baik melihat saja dari pada menuruti nafsu." (Pkh. 6:9). Dalam bahasa aslinya, keinginan atau nafsu dilukiskan sebagai sesuatu yang terus berjalan. Alkitab bahasa Inggris menyebutnya "wandering" (mengembara, berkeliaran). Ya, keinginan itu akan terus berjalan dan berkeliaran tanpa arah. Ketika kita hanya hidup mengikuti nafsu, yang hari ini memuaskan akan segera jadi membosankan, yang hari ini baru akan segera jadi lama, yang hari ini berharga akan segera jadi biasa. Oleh sebab itu, betapa bodoh orang yang menghabiskan hidupnya hanya untuk mengikuti nafsu atau keinginan belaka. Mereka tak akan pernah puas, selalu merasa kurang, bahkan dijangkiti in dan akhirnya kelelahan sendiri. Maka, jauh lebih baik jika kita mensyukuri apa yang sudah Tuhan beri. Lihat apa yang ada dan cukupkanlah diri kita dengan itu. Rasakanlah kebaikan yang Tuhan telah beri dalam hidup kita, ketimbang hanya mengingini lebih dan lebih lagi.

Hidup memang tak bisa dilepaskan dari keinginan. Itu alami. Memiliki keinginan juga tidaklah salah karena itu juga bisa mendorong kita lebih maju. Tapi, sebagai anak Tuhan, apakah keinginan kita sudah sesuai dengan kehendak Tuhan? Apakah keinginan kita juga sudah diimbangi dengan rasa syukur atas apa yang ada? Nafsu dan keinginan akan membawa kita berjalan tak tentu arah, tapi hidup mengikuti kehendak Allah akan membawa kita menuju satu hal pasti: keselamatan kekal bersama Tuhan, Juru Selamat kita. Mana yang akan kita pilih? • ARC


"Jangan hidup mengikuti nafsu, tapi hiduplah mengikuti kehendak Allah."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar