Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Lukas 5 : 4
Bacaan kita hari ini menceritakan tentang pertobatan Petrus, dari penjala ikan menjadi penjala manusia. Saya telah membaca kisah ini berkali-kali. Tidak hanya membacanya, saya juga sudah menulisnya. Tak hanya menulisnya, saya juga telah mengkhotbahkannya. Walau demikian, selama ini saya telah melewatkan satu hal penting dalam kisah itu. Apa yang terlewat dari pengamatan saya? Tentang jala!
Setelah selesai berbicara, Yesus berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." (ay. 4). Jika kita membaca ayat tersebut dalam bahasa asli Alkitab atau dalam terjemahan King James Version, maka kita akan tahu bahwa kata "jala" di ayat tersebut bermakna jamak atau lebih dari satu. Artinya, Yesus memerintahkan Petrus, "Tebarkan jala jalamu." Lalu apa yang dilakukan Petrus? la menebarkan jalanya, tapi jala di ayat 5 ini bermakna tunggal atau satu. Ringkasnya, Yesus memerintahkan Petrus untuk menebarkan banyak jala, tapi Petrus hanya menebarkan satu jala saja!
Kesimpulan saya, Petrus taat, tapi agak ragu juga. Mungkin pikirnya, "Buat apa menebarkan banyak jala kalau nanti tidak ada hasil? Repot kalau harus membasuh banyak jala. Inilah yang membuat Petrus menebarkan satu jala saja. Apa akibatnya? Jala itu tidak muat menampung jumlah ikan yang banyak sehingga jala tersebut mulai koyak! (ay. 6). Andai saja Petrus taat maka ia akan mendapatkan ikan lebih banyak dan tidak perlu repot-repot memperbaiki jala yang koyak!
Dalam situasi sesulit dan semustahil apapun, marilah kita belajar untuk taat kepada Tuhan. Taat secara utuh, bukan taat menurut pandangan kita sendiri. Percayalah, ketika Tuhan memberikan perintah yang detail, selalu ada maksud di balik semuanya itu. Taat membuat kita mengalami berkat terbaik dari Tuhan. Rindukah kita mengalami pengalaman supranatural bersama dengan Tuhan? Taatilah Dia dengan segenap hati!
Ketaatan yang dikehendaki Tuhan adalah ketaatan total, bukan ketaatan yang setengah-setengah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar