Baptisan air bukan sekadar suatu upacara peresmian untuk menjadi Kristen
(anggota gereja), tetapi baptisan air merupakan serangkaian langkah-langkah
pertobatan dari dosa yang membawa kita kepada keselamatan (Markus 16:16). Setelah seseorang percaya dan menerima Yesus
sebagai Tuhan dan Juruselamat, ia harus segera melangkah untuk dibaptis.
Baptisan air adalah salah satu sakramen yang ditetapkan Kristus untuk
dilakukan gereja. Sakramen berasal dari
bahasa Latin sacramentum, menunjuk
kepada tanda yang kelihatan dari rahmat Allah yang dikaruniakan kepada
orang-orang yang percaya. Sakramen merupakan
alat anugerah dari Tuhan bagi kita supaya kita senantiasa menghayati karya
penebusan oleh Kristus di kayu salib, sehingga iman kita senantiasa dikuatkan
dan diteguhkan.
Membaptis dengan cara selam adalah sesuai dengan teladan Alkitab. Di dalam Alkitab kita menjumpai bahwa Tuhan Yesus, murid-murid-Nya, dan semua orang percaya melakukan baptisan air dengan cara selam (Matius 3:16; Kisah 8:38-39).
Dalam penggalian-penggalian yang dilakukan di Israel, khususnya di
gereja St. Joseph di kota Nazaret, ditemukan
adanya sebuah kolam yang digunakan oleh gereja mula-mula untuk membaptis
selam. Ini menunjukkan gereja mula-mula
membaptis dengan cara selam.
B. Arti Baptisan Air
Mengapa kita perlu dibaptis air? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita
perlu mengerti arti dari baptisan air.
1. Tanda Ketaatan
"Baptisan air adalah salah satu bukti ketaatan kita kepada perintah Tuhan"
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, ........" (Matius 28 19-20)
Baptisan air adalah
salah satu perintah yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus kepada setiap murid-Nya
dalam “Amanat Agung”, maka setiap orang yang percaya harus dibaptis sebagai bukti
ketaatan kita kepada Tuhan.
2.
Tanda Ikatan Perjanjian antara
Allah dan Manusia
a.
Tanda ikatan perjanjian dalam
Perjanjian Lama
Di dalam Perjanjian Lama, Allah mengikat
perjanjian dengan Abraham dengan tanda sunat.
Di pihak Allah: Allah memberikan suatu janji yang luar biasa kepada
Abraham. Di pihak Abraham: Abraham dan
keturunannya harus melakukan sunat sebagai tanda perjanjian dan tanda iman
mereka kepada janji Allah.
b.
Tanda ikatan perjanjian dalam
Perjanjian Baru
Di dalam Perjanjian Baru, Allah menetapkan tanda
perjanjian dengan baptisan air. Baptisan
air dipakai sebagai tanda seseorang menjadi milik Kristus. Orang yang menjadi milik Kristus juga berhak
atas janji Allah yang telah Allah berikan kepada Abraham dengan tanda sunat. Kita tidak lagi melakukan sunat, tetapi kita
melakukan baptisan air sebagai bukti kita mengakui pengorbanan Yesus yang mati
untuk menebus dosa kita sehingga kita pun menjadi milik Kristus.
Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia,
tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang
berdosa, karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh
kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang
mati. (Kolose 2:11-12)
Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau
orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau
perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. Dan jikalau
kamu adalah milik Kristus,
maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah. (Galatia 3:27-29)
3.
Tanda bukti komitmen kita bahwa
manusia lama yang penuh dosa dikubur dan menerima hidup yang baru
“Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” (Roma 6:3-4)
Pada saat kita
diselamkan di dalam air, kita sedang dikuburkan. Pada saat kita keluar dari air, kita
mengalami kebangkitan untuk hidup dalam cara hidup yang baru.
Melalui baptisan air
kita menyatakan komitmen kita di hadapan Allah dan jemaat-Nya untuk
meninggalkan kehidupan yang dikuasai oleh dosa dan menerima kehidupan yang
dikuasai oleh kebenaran. Segala sesuatu
yang salah yang biasa kita lakukan harus mulai dibuang dan ditinggalkan, dan kita
mulai mencari perkara-perkara yang di atas yang benar dan kudus (Kolose 3:1-3).
Seiring adanya
komitmen untuk hidup dalam hidup yang baru, maka baptisan air sering kali
dikaitkan dengan kelahiran baru. Namun baptisan
air bukanlah kelahiran baru, kelahiran baru dapat terjadi sebelum atau sesudah
baptisan air. Memang indah, jika
baptisan air dan kelahiran baru itu terjadi bersama-sama. Kelahiran kembali atau kelahiran baru itu
merupakan suatu karunia hidup baru yang Allah berikan di dalam Kristus, oleh pekerjaan
Roh Kudus dan dengan perantaraan Firman Allah, ketika manusia rela menyerahkan
diri sepenuhnya kepada Allah.
C. Siapakah yang Dibaptis?
1.
Semua orang percaya harus dibaptis
Syarat seseorang dibaptis
air sangat sederhana, yaitu ia sudah percaya Tuhan Yesus dan sudah bertobat. Selama Tuhan masih memberikan kekuatan dan
kesempatan, jangan menunda-nunda waktu, sebab
Tuhan telah menyiapkan anugerah yang besar bagi Saudara yang taat melakukan
perintah-Nya (Kisah 18:8; 22:16). Karena
itu, segera setelah Saudara percaya Tuhan Yesus dan bertobat, lakukanlah
baptisan air.
2. 2. Bayi-bayi tidak dibaptis
Bayi-bayi tidak
dibaptis, sebab mereka belum bisa mengerti bahwa Yesus itu Tuhan dan
Juruselamat, tetapi bayi-bayi dan anak-anak cukup diserahkan kepada Tuhan dan
harus dididik di dalam Tuhan oleh orang tuanya. Pada bagian akhir pelajaran ini akan dibahas
mengenai penyerahan anak.
3. 3. Jika baptisan sebelumnya tidak
sesuai Firman Tuhan boleh dibaptis ulang
Waktu seseorang
mengerti bahwa baptisan yang pernah dijalaninya tidak sesuai dengan Firman
Allah, ia boleh dibaptis ulang (Kisah 19:4-5).
Dalam kisah tersebut, baptisan kedua belas orang di Efesus tidak sesuai
dengan Firman Tuhan. Memang mereka
bertobat ketika dibaptis, tetapi mereka belum menerima Yesus sebagai
Tuhan. Kemudian mereka dibaptis ulang.
D. Baptisan Roh Kudus pada Saat Baptisan Air
Baptisan air sering
kali disertai dengan baptisan Roh Kudus.
Hal ini sesuai dengan janji Tuhan bagi orang yang dibaptiskan sebagaimana
nas berikut:
“Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” (Kisah 2:38)
Sebagai
manusia, ketika Yesus dibaptis di sungai Yordan, Roh Kudus turun ke atas-Nya
dalam rupa burung merpati (Lukas 3:21-22).
Sejak saat itu peran Roh Kudus nyata dalam pelayanan Yesus (Lukas
4:1,14,18).
Setelah kedua belas jemaat di Efesus membaharui
baptisan mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka
berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat (Kisah 19:5-6).
Peristiwa baptisan Roh Kudus yang menyertai
baptisan air bukan hanya dicatat dalam Alkitab.
Pada masa kini hal itu masih terjadi, seperti di Pensacola dan juga di
GBI Keluarga Allah.
E. Penyerahan Anak
Anak-anak
adalah karunia Tuhan bagi kita (Kejadian 4:1; Mazmur 127:3-5; Mazmur 128:1-4;
Kejadian 33:5; 48:9).
Ada
kesukaan dalam keluarga kalau seorang anak dilahirkan (Yohanes 16:21).
Alkitab tidak mengajarkan bahwa bayi-bayi dan anak-anak harus dibaptis. Selama mereka belum bisa mengerti bahwa Yesus itu Tuhan dan Juruselamat, dan belum bisa memahami karya keselamatan-Nya, maka mereka tidak dibaptis melainkan harus diserahkan kepada Tuhan. Penyerahan anak bukan sakramen, tetapi penyerahan anak dilakukan menurut teladan Tuhan Yesus. Anak-anak mulai umur 8 hari sampai 12 tahun diserahkan kepada Tuhan dalam sidang jemaat.
1. Dasar Alkitab
Berikut ini adalah
dasar Alkitab tentang penyerahan anak.
·
Ketika
masih bayi,Tuhan Yesus dibawa ke dalam Bait Allah untuk diserahkan kepada Allah
(Lukas 2:21-24).
·
Banyak
anak kecil dibawa oleh ibu-Nya kepada Tuhan Yesus, kemudian Tuhan Yesus
memberkati mereka sekalian (Matius 19:13-15; Markus 10:13-16; Lukas 18:15-17).
Anak-anak diserahkan kepada Tuhan dengan batas umur 12 tahun,
hal ini didasarkan atas umur Tuhan Yesus sebagai
anak. Inilah juga permulaan umur setiap
orang yang mau dibaptis.
2. 2. Tujuan Penyerahan Anak
·
Di pihak Allah: Anak-anak itu menjadi
milik Tuhan. Tuhan memelihara serta memberkati
mereka, seperti Musa dan Samuel.
·
Di pihak orang tua: Orang tua mengikat
janji dengan Tuhan, bahwa mereka akan mengasihi anak-anaknya dan mendidik
mereka dalam segala ajaran Tuhan.
“haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu ....”
(Ulangan 6:7)
“Hai bapa-bapa,
janganlah sakiti hati anakmu, ....” (Kolose 3:21)
Ingatlah juga bahwa
dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci .... (2 Timotius 3:15)
Untuk direnungkan
·
Sudahkah Saudara dibaptis air
sesuai kebenaran Firman Tuhan?
·
Sudahkan anak-anak kita diserahkan
kepada Tuhan?






Tidak ada komentar:
Posting Komentar