Yang Tak Terlihat

Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
1 Petrus 2:2

 Saat melihat sebuah bangunan, apa yang dilihat seorang arsitek akan beda dengan yang dilihat orang awam seperti saya. Saat melihat sebuah film, apa yang dilihat seorang sutradara atau aktor tentu juga beda dengan yang dilihat penonton biasa. Apa yang dilihat seorang desainer grafis tentang sebuah warna juga beda dengan yang dilihat orang biasa. Itulah yang membedakan seorang ahli dengan yang tidak mendalami bidang tertentu.

Seorang ahli atau mereka yang berpengalaman mendalami sebuah bidang akan bisa melihat hal-hal yang mungkin tak terlalu diperhatikan oleh orang biasa atau yang belum berpengalaman. Suara dari sebuah mesin, pergantian notasi sebuah lagu, bentuk huruf sebuah poster, gerak gerik seseorang. hal-hal macam itu mungkin tak diperhatikan kebanyakan orang. Tapi, bagi engineer, musisi, desainer. psikiater berpengalaman, hal-hal itu akan mereka perhatikan. Perhatian pada detail yang orang awam tidak perhatikan ini juga salah satu hal yang membuat mereka dipercaya di bidangnya.

Ketika kita masih baru belajar sesuatu, saat kita baru bekerja atau berbisnis, ada kalanya kita merasa sudah tahu. Bahkan sebagian fresh graduate pun justru merasa sudah tahu bidangnya karena mereka memang mempelajarinya di bangku kuliah. Tapi, seiring waktu mereka sadar bahwa ada hal-hal yang hanya bisa dipelajari lewat pengalaman. Demikian juga saat hendak membuka bisnis, dengan bekal info sana sini kita merasa tahu apa yang harus dilakukan. Tapi toh seiring waktu kita pun menemukan hal-hal yang tak diajarkan di buku atau bangku sekolah. Ini sebabnya kita tak boleh berhenti belajar. Ini juga sebabnya kita tak boleh buru-buru menyimpulkan bahwa ini mustahil, itu tak akan berhasil, untuk apa melakukan hal ini, dsb. Kadang kita hanya belum bisa melihat. Kadang kita hanya belum mengerti saja. Petrus bisa dibilang sempat punya sikap buru-buru menyimpulkan seperti ini, la sampai pernah ditegur keras oleh Yesus karena hal ini (bdk. Mat. 16:23). Tapi, seiring kedewasaan imannya, ia pun menunjukkan sikap rendah hati dan mau terus belajar (1 Pet 2:2). Ya, sekali lagi belajarlah lebih lagi, timba pengalaman makin banyak lagi, karena dari situlah kita bisa melihat yang tak terlihat -ARC-

Pengetahuan dan pengalaman membuat kita bisa melihat hal-hal penting yang tak diperhatikan orang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar