supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, Filipi 2:15
Saya sering mendengar pertanyaan seperti ini, "Bolehkah kita memiliki ambisi?" Pertanyaan itu seolah-olah menyatakan bahwa ambisi adalah hal yang negatif yang harus dihindari. Memang kata "ambisi" kerap dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat negatif. Mungkin karena melihat seseorang yang demi meraih tujuannya, orang itu menghalalkan dengan segala cara. Termasuk menggunakan cara-cara kotor sekalipun! Apakah semua ambisi selalu berdampingan dengan cara-cara kotor seperti itu? Tentu saja tidak! Ada orang-orang yang memiliki passion dan semangat yang tinggi dalam meraih tujuan dan orang-orang ini melakukannya dengan cara yang benar.
Menurut saya, setiap orang sebenarnya punya benih ambisi. Kita menipu diri sendiri, jika kita menyangkal fakta tersebut. Buktinya, dari sejak kecil kita berlomba menjadi nomor satu di kelas. Menjadi juara dua bahkan belum cukup bagi kita. Apakah para atlet berlomba hanya demi medali perunggu atau perak saja? Tidak, setiap atlet akan berjuang sedemikian rupa demi mendapat podium paling atas dan mendapat medali emas. Ketika berkendara melalui jalan tol, saya juga memiliki ambisi untuk menjadi yang terdepan. Inginnya menyalip dan tidak rela kalau disalip mobil lain. Semua berlomba karena manusia itu punya naluri untuk mencapai sesuatu.
Firman Tuhan menyatakan bahwa kita harus bercahaya di tengah-tengah mereka seperti bintang- bintang di dunia (ay, 15). Bagaimana kita bisa menjadi seperti bintang kalau kita tidak punya ambisi atau passion untuk meraihnya? Jadi, setiap manusia pada dasarnya memiliki ambisi. Hanya saja ambisi itu menjadi negatif atau tidak tergantung bagaimana cara kita meraih tujuan kita. Apakah kita mengikuti aturan main yang berlaku, ataukah demi sebuah ambisi kita menghalalkan segala cara? Bersaing itu sah-sah saja, tapi apakah demi memenangkan persaingan kita menggunakan cara-cara curang? Jangan sampai demi sebuah ambisi kita menjadi orang yang bercela, beraib dan bernoda (ay. 15). Selama kita menggunakan cara-cara yang benar, yaitu cara-cara yang sesuai dengan prinsip firman Tuhan, maka memiliki ambisi adalah hal yang sangat diperbolehkan. [Petrus Kwik]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar