Hidup ini benar-benar menjadi indah, setiap detik dan menit menjadi luar biasa, ketika menghayati kehadiran Tuhan di sekitar kita dan menghayati bahwa kita sedang hidup berkenan kepada-Nya. Kita dalam kesadaran penuh bahwa tidak ada kesalahan yang kita lakukan. Untuk itu kita harus terus menerus dalam kewaspadaan bahwa semua yang kita renungkan dan pikirkan, semua yang kita ucapkan dan lakukan tidak mendukakan hati Tuhan. Semakin hari Tuhan akan semakin nyata dalam hidup. Semakin hari semakin merasa membutuhkan Tuhan dan Tuhan menjadi satu-satunya kebutuhan lebih dari segala hal. Usaha untuk berkenan atau menemukan tempat di hadapan Tuhan guna menyukakan hati-Nya adalah kehidupan yang berkualitas paling tinggi dan mulia. Sementara kita melakukan berbagai kegiatan, kita menghayati kehadiran Tuhan dan kebersamaan dengan Dia untuk melayani perasaan-Nya. Memuliakan Tuhan artinya segala sesuatu yang dilakukan menyukakan hati-Nya (1 Kor.10:31). Sebenarnya inilah maksud tujuan Allah menciptakan makhluk manusia. Tidak ada makhluk yang bisa melakukan hal ini, kecuali manusia, betapa agungnya menjadi manusia itu. Memasuki kehidupan dengan cara ini kita sudah mulai bisa merasakan atmosfir kekekalan dalam jiwa kita. Kita makin bisa merasakan bahwa dunia ini bukan rumah kita. Dosa akan semakin dibenci, apabila berbuat salah maka jiwa akan sangat terganggu sehingga berusaha menjauhi setiap hal yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Kecintaan kepada Tuhan akan semakin membara. Keindahan dunia ini semakin pudar dimata kita. Kesediaan berkorban bagi pekerjaan Tuhan semakin besar, sampai kita tidak memberi batas lagi. Akhirnya kematian akan menjadi saat yang ditunggu dan menggairahkan, sebab kematian merupakan jembatan menuju kemuliaan bersama dengan Tuhan Yesus. Inilah kekasih-kekasih Tuhan yang dinantikan Tuhan di Kerajaan-Nya.
Orang yang tidak bertumbuh dalam Tuhan secara benar tidak akan bisa mengerti hal ini, sebab ia mengukur segala sesuatu dengan pengalaman dirinya yang miskin dan dangkal. Kalau seseorang hidup sesuka hatinya sendiri, tidak serius mempersoalkan langkah hidupnya setiap saat apakah menyukakan hati Tuhan atau mendukakannya, maka ia tidak akan menghayati kehadiran Tuhan. Semakin hari Tuhan semakin tidak nyata dalam hidupnya. Ia semakin tidak merasa membutuhkan Tuhan, bahkan ketika di ujung maut ia tidak peduli lagi keselamatan jiwanya. Hatinya telah terikat percintaan dunia. Ia tidak memiliki beban untuk mengasihi sesama dengan benar. Ia tidak pernah merasakan damai sejahtera Allah. Akhirnya terhilang, Binasa.
Memuliakan Tuhan artinya segala sesuatu yang dilakukan adalah untuk menyukakan hati-Nya. (Truth)