KELUARGA ALLAH (3)

TEMPAT UNTUK MENJADI KELUARGA ALLAH


Keluarga Allah adalah jemaat Allah yang hidup, penopang dan dasar kebenaran. 1 Timotius 3:15b (God's Word Translation)

Kita dipanggil untuk menjadi anggota, bukan hanya percaya. Bahkan di dalam lingkungan yang sempurna dan tanpa dosa di Eden, Allah berkata, "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja." Kita diciptakan untuk bermasyarakat, dibuat untuk bersekutu, dan dibentuk untuk berkeluarga, dan tidak seorang pun yang bisa memenuhi tujuan-tujuan Allah secara sendirian. Meskipun hubungan kita dengan Kristus bersifat pribadi, Allah tidak pernah bermaksud menjadikannya terpisah. Dalam keluarga Allah, kita dihubungkan dengan semua orang percaya lainnya, dan kita akan saling memiliki untuk selamanya.

Mengikut Kristus berarti menjadi anggota, bukan sekadar percaya. Kita adalah anggota-anggota Tubuh-Nya, yaitu Gereja. C.S. Lewis menyebutkan bahwa kata keanggotaan berasal dari agama Kristen, tetapi dunia telah menghilangkan makna asalnya. Bagi Paulus, menjadi "anggota" gereja berarti menjadi organ penting dari suatu tubuh yang hidup, suatu bagian yang sangat diperlukan dan saling terkait dari Tubuh Kristus. Kita perlu menemukan kembali dan menerapkan arti keanggotaan menurut Alkitab. Gereja adalah suatu tubuh, bukan bangunan; suatu organisme, bukan organisasi.

Agar organ-organ tubuh kita memenuhi tujuannya, organ-organ tersebut harus dihubungkan dengan tubuh kita. Jika sebuah organ dipisahkan dari tubuhnya, organ tersebut akan melemah dan mati. Organ tersebut tidak bisa hidup dari dirinya sendiri, demikian juga dengan kita. Terpisah dan terpotong dari sumber hidup berupa gereja lokal atau persekutuan, kehidupan rohani kita akan melemah dan akhirnya mati. Karena itu, gejala pertama dari kemunduran rohani biasanya adalah tidak teratur menghadiri kebaktian ibadah dan pertemuan umat percaya lainnya. Kapanpun kita meremehkan persekutuan, segala sesuatu lainnya juga mundur.

Yesus berkata, "Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." Gereja tidak dapat dihancurkan dan akan terus ada selamanya. Gereja akan terus ada di alam semesta, begitu juga peranan kita didalamnya. Orang yang berkata, "Saya tidak membutuhkan Gereja," adalah orang yang sombong atau bodoh. Gereja begitu penting sehingga Yesus mati di kayu salib baginya. Alkitab menyebut Gereja "Pengantin Kristus" dan "tubuh Kristus". Saya tidak bisa membayangkan berkata kepada Yesus, "Aku mengasihi-Mu, tetapi aku tidak menyukai istri-Mu." Atau "Aku menerima-Mu, tetapi aku menolak tubuh-Mu." Banyak orang Kristen memanfaatkan Gereja tetapi tidak mengasihinya.

Persekutuan Lokal
Alkitab mengatakan bahwa seorang kristen tanpa sebuah gereja adalah seperti satu organ tanpa tubuh, seekor domba tanpa kawanan, atau seorang anak tanpa keluarga. Hal tersebut merupakan keadaan yang tidak wajar (lih. Efesus 2:19b). Budaya individualisme yang bebas zaman ini telah menghasilkan banyak yatim piatu rohani, "orang-orang percaya kelinci" yang melompat-lompat dari satu gereja ke gereja lainnya tanpa identitas, tanggung jawab, atau komitmen. Banyak orang yakin bahwa seseorang bisa menjadi seorang "Kristen yang baik" tanpa bergabung (atau bahkan menghadiri) sebuah gereja lokal, tetapi Allah akan sangat tidak setuju. Alkitab memberikan banyak alasan yang kuat agar orang mengikatkan diri dan aktif di dalam sebuah persekutuan lokal.

Mengapa kita membutuhkan sebuah keluarga Gereja

  1. Sebuah keluarga gereja menunjukkan bahwa kita adalah sungguh-sungguh orang percaya (Yoh. 13:35). Bila kita bersatu di dalam kasih sebagai sebuah keluarga gereja dari latar belakang, ras, dan status sosial yang berbeda, hal tersebut merupakan kesaksian yang sangat kuat bagi dunia.
  2. Sebuah keluarga gereja mengeluarkan kita dari keterasingan yang mementingkan diri sendiri. Gereja merupakan laboratorium untuk menerapkan kasih yang penuh perhatian dan tidak mementingkan diri sendiri. Sebagai anggota yang aktif kita belajar untuk memperhatikan orang lain dan ikut merasakan pengalaman orang lain: "Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita" (1 Kor. 12:26).
  3. Sebuah keluarga gereja membantu kita mengembangkan otot-otot rohani. Kita tidak akan pernah bertumbuh menuju kedewasaan hanya dengan menghadiri ibadah dan menjadi penonton yang pasif. Hanya keikutsertaan dalam kehidupan penuh dari gereja lokal/persekutuanlah yang akan membangun otot rohani (Ef. 4:16b). Kita tidak hanya membutuhkan Alkitab untuk bertumbuh; kita memerlukan orang-orang percaya lainnya.
  4. Tubuh Kristus membutuhkan kita. Allah telah memberi kita karunia-karunia untuk tugas pelayanan: "Karunia rohani diberikan kepada setiap kita sebagai alat untuk menolong seluruh gereja" (1 Kor. 12:7 [NLT]). Persekutuan lokal adalah tempat yang Allah rancang bagi kita untuk menemukan, mengembangkan dan memakai karunia-karunia kita itu.
  5. Kita akan ambil bagian dalam misi Kristus di dunia. Gereja adalah alat Allah di bumi. Kita bukan hanya harus meneladani kasih Allah dengan saling mengasihi; kita harus membawa kasih Allah bersama-sama kepada seluruh dunia ini. Ini merupakan hak istimewa yang luar biasa yang telah diberikan kepada kita semua. Sebagai anggota Tubuh Kristus, kita merupakan tangan-Nya, kaki-Nya, mata-Nya, dan hati-Nya. Dia bekerja melalui kita di dunia.
  6. Sebuah keluarga gereja akan membantu menjaga kita dari kemunduran. Tidak seorang pun dari kita kebal terhadap pencobaan. Dalam situasi yang tepat, kita bisa berbuat dosa apa saja. Allah mengetahui hal ini, sehingga Dia memberi kita sebagai individu tanggung jawab untuk saling menjaga agar tetap berada di jalur (Ibrani 3:13). Iblis menyukai orang-orang percaya yang mundur, yang memisahkan diri dari kehidupan Tubuh, terpisah dari keluarga Allah, dan tidak menjadi tanggung jawab pemimpin-pemimpin rohani, karena Iblis tahu mereka tidak memiliki pertahanan dan tidak berdaya melawan taktiknya.
Semuanya ada di dalam gereja
Allah membuat Gereja untuk memenuhi kelima kebutuhan terdalam kita: yakni suatu tujuan untuk hidup, orang-orang untuk hidup bersama, prinsip-prinsip untuk dijalani, profesi untuk dikerjakan, dan kuasa untuk bertahan hidup. Tidak ada tempat lain didunia ini dimana kita bisa menemukan kelima hal ini dalam satu tempat. Tujuan-tujuan Allah bagi Gereja-Nya identik dengan kelima tujuan-Nya bagi kita. Penyembahan membantu kita memusatkan perhatian kepada Allah; persekutuan membantu kita untuk menghadapi masalah-masalah kehidupan; pemuridan membantu menguatkan iman kita; pelayanan membantu menemukan talenta-talenta kita; penginjilan membantu memenuhi misi kita. Tidak ada apapun di bumi yang seperti Gereja.

Pilihan kita
Secara rohani, pada saat kita dilahirkan kembali, secara otomatis kita menjadi bagian dari keluarga Allah universal, tetapi kita juga perlu menjadi anggota dari perwujudan keluarga Allah lokal. Perbedaan antara menjadi seorang yang menghadiri sebuah gereja dan seorang anggota gereja ialah komitmen. Orang-orang yang hadir adalah penonton-penonton dari garis pembatas; sementara anggota-anggota terlibat dalam pelayanan. Orang-orang yang hadir adalah konsumen; sementara anggota adalah kontributor.
Mengapa bergabung dengan sebuah gereja lokal atau persekutuan itu penting? Karena hal tersebut membuktikan bahwa kita terikat dengan saudara-saudara rohani kita secara nyata, bukan hanya dalam teori. Allah ingin agar kita mengasihi orang-orang yang sesungguhnya, bukan orang-orang yang ideal. Kita dipanggil untuk mengasihi orang-orang berdosa yang tidak sempurna, sama seperti Allah mengasihi mereka.
Kehidupan Kristen bukan sekadar komitmen kepada Kristus; kehidupan Kristen meliputi komitmen kepada orang-orang Kristen lainnya. Kita menjadi seorang Kristen dengan menyerahkan diri kita kepada Kristus, tetapi kita menjadi anggota gereja dengan menyerahkan diri kita kepada sebuah kelompok orang percaya tertentu. Keputusan yang pertama membawa keselamatan; keputusan yang kedua membawa persekutuan.
Untuk direnungkan:
    1. Apakah saya sudah ikut terlibat aktif dalam persekutuan anggota keluarga Allah? Jika belum, apa yang menjadi tantangan atau hambatan bagi saya? Jika iya, apa sajakah yang telah saya lakukan dalam persekutuan itu?
    2. Apakah saya sudah benar-benar menjalankan fungsi sebagai salah satu anggota Tubuh Kristus? Atau selama ini saya tidak sadar kalau saya adalah salah satu organ Tubuh-Nya?
    3. Bagaimana saya memandang Gereja? Sudahkah saya memberikan kontribusi positif? Atau saya menjadi seseorang yang mencari-cari kesalahan pengurus/anggota gereja atau persekutuan lainnya?
    4. Apakah tingkat keterlibatan saya dalam gereja lokal atau persekutuan menunjukkan bahwa saya mengasihi dan terikat pada keluarga Allah?
    5. Semuanya ada di dalam Gereja. Sudahkah saya merasakannya?
    6. Apakah yang akan saya pilih, menjadi seorang yang menghadiri sebuah gereja atau seorang anggota gereja? Bagaimana saya melihat Kristus dan juga sesama orang percaya lainnya dalam gereja?
Ayat untuk Diingat: ""Demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain." (Roma 12:5)